11 Senjata Tradisional Aceh dan Penjelasannya Lengkap

1 min read

11 Senjata Tradisional Aceh dan Penjelasannya Lengkap

Senjata Tradisional Aceh – Aceh adalah provinsi terujung Indonesia. Khas budaya masyarakatnya sangat khas sampai sekarang. Ada banyak peninggalan sejarah masyarakat Aceh yang menunjukkan bagaimana perjuangan para pahlawan sejak dahulu. Salah satu peninggalannya adalah senjata tradisional yang dahulu digunakan untuk mempertahankan diri atau berjuang melawan penjajah.

Senjata Tradisional Aceh

Senjata Siwah

Adalah senjata tajam yang mirip dengan rencong yang menjadi senjata penyerang. Ukuran siwah lebih besar dari rencong. Alat ini sudah langka dan sulit ditemui, dan harganya juga mahal. Siwah juga menjadi bagian dari perlengkapan raja/ulebalang.

Siwah yang diberi hiasan emas dan permata di bagian ujungnya fungsinya adalah sebagai perhiasan dan bukan sebagai senjata.

Rencong

Adalah senjata tradisional Aceh yang sudah dipakai sejak zaman kesultanan Aceh. Yaitu sejak pemerintahan Sultan Ali Mughayat Syah (Sultan Pertama Aceh). Rencong ini selalu disimpan di pinggang Sultan dan bangsawan lainnya. Para ulebalang dan masyarakat menggunakan rencong untuk mempertahankan diri.

Rencong yang digunakan sultan dan para bangsawan biasanya dibuat dari emas, sedangkan sarungnya terbuat dari gading. Rencong yang digunakan masyarakat biasa dibuat dari kuningan/besi putih dan sarungnya dibuat dari kayu/tanduk kerbau.

Meucugek

Adalah istilah perekat. Yang tergolong ke dalam jenis rencong dengan gagang yang dibuat panahan serta memiliki perekat yang fungsinya yaitu memudahkan pengguna ketika menikamkan senjata ini ke badan musuh/lawan.

Baca Juga :  Senjata Tradisional Jawa Barat dan Keterangannya Lengkap

Meupucok

Senjata ini memiliki pucuk yang dibuat dari ukiran logam emas di atas gagangnya. Biasanya meupucok digunakan sebagai hiasan untuk acara resmi yang berkaitan dengan adat/kesenian.

Pudoi

Pudoi juga termasuk jenis rencong dengan gagang pendek dan lurus. Hingga bentuknya terkesan belum selesai. Sebutan ini merupakan istilah akan sesuatu yang dianggap belum selesai/sempurna.

Rencong Meukuree

Di bagian matanya terdapat hiasan. Yang berupa gambar lipan, ular, bunga ataupun yang lainnya. penggunaan senjata tradisional meukuree ini sama dengan penggunaan senjata tradisional rencong.

Peudeung

Senjata ini sering disebut pedang Aceh yang secara umum digunakan sebagai pelengkap pertarungan. Biasanya rencong digenggam di tangan kiri sebagai alat penikam, peudeung juga digenggam di tangan kanan sebagai pengalih perhatian sekaligus sebagai pencincang dan pentetak tubuh lawan. Senjata ini memiliki beragam jenis gagang, seperti :

  • Peudeung Tumpang Jingki
  • Peudeung Ulee Meu-Apet
  • Peudeueng Ulee Tapak Guda

Menurut daerah asal peudeung ini, di Aceh dikenal dalam beberapa peudeung yaitu peudeung Habsyah (dari Abbesinia), peudeung Turki (dari raja-rajaTurki) dan peudeung Poertugis (dari Eropa Barat).

Meriam Sri Rambai’ Iskandar Muda

Salah satu bukti sejarah di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang masih tersisa sampai sekarang adalah meriam Sri Rambai. Meriam itu sekarang diletakkan menghadap ke laut di Fort Cornwallis, George Town, Penang, Malaysia. Dahulu meriam ini digunakan untuk menyerang penjajah, budaya meriam masih ada sampai sekarang. Namun hanya untuk bermain saja, bukan untuk menyerang musuh.

Sekian pembahasan tentang Senjata Tradisional Aceh yang lengkap dengan penjelasannya. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan anda. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :