35 Senjata Tradisional Indonesia “Semua Provinsi” Lengkap

Posted on

35 Senjata Tradisional Indonesia 34 Provinsi Lengkap

Nama Senjata Tradisional 34 Provinsi – Sejak zaman dahulu senjata sudah sering digunakan oleh nenek moyang kita. Senjata yang digunakan di zaman dahulu tentu tidak sama dengan yang digunakan di zaman sekarang. Manusia dahulu biasanya menggunakan kayu, batu , atau tulang binatang sebagai senjata.

35 Senjata Tradisional Indonesia

Tetapi semakin lama manusia menjadi lebih pandai dalam membuat senjata, manusia juga mulai membuat senjata yang berasal dari logam atau besi, baja atau perunggu yang dahulu masih menggunakan batu. Bentuk senjata itu pun sangat beragam.

Bila dilihat sepintas senjata ini memang terlihat mengerikan. Tetapi jika senjata digunakan di saat yang tepat, senjata itu akan memberi manfaat untuk manusia. Misalnya saja menggunakannya untuk berkebun, dan membantu kegiatan sehari-hari serta menjadi peralatan rumah tangga.

Indonesia sebagai negara yang kaya akan adat budayanya menjadikan semuanya menjadi semakin mempercantik bangsa. Budaya yang indah dan unik ini memang tidak ada duanya di dunia. Salah satu hal yang memperkaya adat istiadat di Indonesia adalah senjata tradisional.

Indonesia mempunyai beragam jenis senjata tradisional. Dari seluruh provinsi di Indonesia hampir semuanya memiliki senjata khas dari daerahnya masing-masing. Bahkan tak jarang di satu provinsi terdapat dua, tiga, dan bahkan lebih senjata tradisional tersebut.

Senjata tradisional ini juga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Para pahlawan melawan bangsa asing dengan menggunakan senjata tradisional, di zaman dahulu.

1. Terapang, Lampung

Senjata tradisional Lampung yang paling populer adalah Terapang. Terapang memiliki bulu yang unik yang dibuat dari kayu. Kayu itu diukir dengan bentuk burung atau kepala orang dan melambangkan keberanian. Senjata khas Lampung yang lainnya diantaranya yaitu badik, keris, penduk, payan, dan beladau.

2. Senjata Tradisional Bengkulu

Bengkulu memiliki senjata tradisional yang bernama keris, keris ini memiliki panjang sekitar 13 jari dan bentuknya lurus. Keris juga digunakan oleh para kepala adat dan hulu balangnya pada saat perang, membela diri dan upacara adat. Keris ini juga dianggap sebagai keramat dan pemberani bagi sang pemegangnya. Senjata tradisional lainnya dari Bengkulu yaitu kuduk, radus, pedang kayu nibung, kerambit dan badik.

3. Badik Tumbuk Lado, Kepulauan Riau

Kepulaua Riau memiliki senjata khas yang dinamakan Badik Tumbuk Lado. Senjata ini memiliki bentuk seperti sebuah belati yang panjangnya 27-29 cm. dan memiliki lebar antara 3,5-4 cm. bila dahulu badik tumbuk lado ini digunakan sebagai alat berburu dan perlengkapan untuk melindungi diri oleh para lelaki, tetapi sekarang fungsi senjatanya hanya digunakan sebagai pelengkap pakaian adat yang biasanya digunakan dalam upacara pernikahan atau acara-acara besar di Kepulauan Riau.

4. Badik Tumbuk Lada, Jambi

Jambi juga memiliki senjata tradisional yang disebut dengan Badik Tumbuk Lada, yang bentuknya seperti keris dengan bentuk lurus dan juga sedikit pendek. Bagian kepalanya terbuat dari tanduk atau kayu, wilahan keris ini ada yang lurus ada juga berlekuk. Pangkal sarung kerisnya membentuk bulan sabit. Jenis senjata tradisional lainnya dari Jambi yaitu tombak, sumpitan, dan pedang.

5. Senjata siwar panjang, Bangka Belitung

Bangka Belitung juga memiliki senjata tradisional yang disebut dengan senjata siwar panjang. Senjata siwar panjang ini menyerupai pedang panjang. Bentuknya lurus dan runcing di bagian ujungnya. Gagang senjatanya menonjol di bagian ujung, dan senjata ini mempunyai sarung yang bentuknya seperti tongkat. Dahulu senjata ini pun digunakan sebagai senjata perang.

6. Senjata Tradisional Sumatra Selatan

Nama senjata tradisional Sumatera Selatan disebut dengan keris. Senjata tersebut memiliki lekukan dengan jumlah yang ganjil yaitu 7, 9, dan 13. Senjata daerah Sumatera Selatan yang lainnya yaitu trisula atau trisula yang bermata tiga, tombak, pedang, badik, dan siwar kecil.

7. Rencong, Aceh

Ada beberapa jenis senjata tradisional yang digunakan oleh masyarakat Aceh, dan yang paling terkenal adalah rencong. Rencong mempunyai bentuk seperti huruf L atau angka 7. Panjang mata pisaunya mencapai 10-50 cm. mata pisau dari rencong ini ada yang melengkung seperti keris, tapi banyak juga yang lurus seperti pedang.

Rencong yang digunakan oleh raja mata pisaunya dibuat dari emas. Dan untuk rakyat biasa dibuat dari kuningan atau besi putih. Ada juga sarung rencong yang dibuat dari emas, dari gading gajah, dan bahanya dibuat dari tanduk kerbau. Tapi pada umumnya sarung rencong ini dibuat dari kayu.

Rencong dapat dibedakan menurut bentuknya. Sebutan untuk rencong meuncugek adalah rencong yang ujung gagangnya melengkung. Dan  Rencong Meupucok untuk rencong yang gagangnya kecil di bagian bawah tapi besar di bagian atas.

Baca Juga :  Tahap-Tahap Pembentukan Badan Negara Lengkap

8. Pedang Jenawi, Riau

Riau juga memiliki senjata tradisional yang disebut dengan Pedang Jenawi. Yang digunakan oleh panglima perang sebagai senjata. Bentuknya lurus dan panjang dan ada tonjolan kecil di bagian ujung pegangannya. Panjangnya mencapai 1 Meter. Senjata yang lainnya bernama Kelewang yang sering digunakan oleh prajurit tempo dulu. Ada juga badik tumbuk lada dan keris ulu klindit. Badik tumbuk lada berbentuk seperti keris, tetapi agak pendek.

9. Karih, Sumatra Barat

Sumatera Barat juga memiliki senjata tradisional yang disebut dengan Karih. Karih ini menyerupai keris atau belati dengan ukiran yang indah di bagian gagang dan sarungnya. Keris ini diletakkan di depan. Senjata lainnya yang berasal dari Sumatera Barat adalah tombak, landing atau golok, piarit ( tombak berujung tiga) , pedang panjang, dan sumpitan. Senjata tersebut digunakan oleh raja Minangkabau sebagai pelindung.

10. Piso Gaja Dombak, Sumatra Utara

Sumatera Utara memiliki senjata tradisional yang disebut dengan Piso Gaja Dombak. Bentuknya seperti pisau yang di bagian tangkai senjatanya memiliki ukiran penampang yang berbentuk gajah. Senjata ini digunakan oleh raja-raja Batak zaman dahulu. Senjata itu juga diyakini memiliki kekuatan supranatural, dan diwariskan dengan turun temurun.

11. Kujang, Jawa Barat

Jawa Barat memiliki senjata tradisional yang disebut dengan Kujang. Senjata ini memiliki lekukan yang indah. Dan di bagian matanya ada lubang kecil yang jumlahnya 1-5 buah sebagai hiasan. Sarungnya dibuat dari semacam kain yang berwarna hitam.

Senjata khas dari Jawa Barat yang lainnya diantaranya panah kayu atau bambu, tombak, keris kirompang, keris kedongkol, bedok dan golok. Senjata- senjata ini umumnya di gunakan untuk kegiatan sehari- hari.

12. Golok, Jakarta

Golok menjadi senjata tradisional bagi Suku Betawi. Senjata ini juga biasa digunakan sebagai pelengkap aksesoris pakaian adat selain menjadi senjata tradisional. Golok memiki dua bagian mata. Satu bagiannya adalah bagian mata tajam dan bagian lainnya adalah bagian yang tidak tajam. Senjata ini juga dilengkapi oleh kerangka yang berfungsi, bila golok sedang tidak digunakan.

13. Senjata Tradisional Jawa Tengah

Jawa Tengah memiliki senjata tradisional yang disebut dengan keris. Yang dimana dapat menunjukkan kedudukan sosial seseorang di masyarakat. Keris ini termasuk barang pusaka yang dikeramatkan. Pada umumnya senjata ini diukur di bagian gagang dengan sarungnya.

Di Jawa Tengah keris menjadi senjata yang sangat dihormati. Keris bukan hanya senjata tapi juga menjadi salah satu unsur budaya yang penting. Dan secara simbolik keris juga melambangkan kedewasaan, keperkasaan, dan kejantanan seorang pria. Semua pria Jawa terutama bangsawan, dulu selalu memakai keris untuk kegiatannya sehari-hari.

Fungsi keris ini juga adalah untuk melengkapi pakaian adat tradisional yang mereka kenakan. Pada umumnya setiap pria memiliki dua keris. Keris yang satu digunakan untuk kegiatan sehari-hari, dan keris lainnya untuk upacara resmi di Keraton. Senjata yang berasal dari Jawa Tengah yang lainnya yaitu pedang, perisai, dan tombak.

14. Golok Ciomas, Banten

Senjata tradisional masyarakat Banten sama dengan senjata yang digunakan oleh masyarakat Jawa Barat, yaitu kujang dan karambit. Tapi ada satu golok yang terkenal di wilayah Banten. Golok ini dikenal dengan nama Golok Ciomas.

Ciomas adalah salah satu daerah yang jaraknya sekitar 20 Km dari selatan Kota Serang. Golok Ciomas juga memiliki banyak keistimewaan, karena selain ketajamannya golok ini istimewa karena nilai mistis yang terkandung di dalamnya. Di zaman penjajahan, para jawara Banten sering menggunakan golok tersebut untuk mengusir penjajah.

14. Senjata Tradisional Jawa Timur Clurit

Senjata khas tradisional dari Jawa Timur disebut dengan clurit. Yang bentuknya melengkung seperti arit. Mata clurit tersebut sangat runcing dan tajam, sehingga dalam penggunaannya harus hati-hati. Dan bagian gagangnya biasanya berbahan kayu/logam.

15. Senjata Tradisional Yogyakarta

Senjata tradisional Yogyakarta juga menggunakan keris. Senjata ini sangat dihormati dan bahkan dikeramatkan oleh masyarakat Yogya. Senjata ini juga diberi gelar seperti Kanjeng Kyai ageng Baru, Kanjeng Kyai Agung, dan Kanjeng Kyai Gadapatan. Di bagian sarungnya terdapat beberapa ukiran indah.

16. Mandau, Kalimantan Timur

Kalimantan Timur memiliki senjata tradisional yang disebut dengan Mandau. Senjata ini diberi hiasan ukiran burung Enggang dan rambut manusia, yang dibuat oleh orang yang ahli pandai besi yang juga memiliki kekuatan ajaib. Ada dua jenis Mandau yaitu Mandau Tampilan, yaitu mandau yang digunakan untuk perang dan upacara adat tertentu dan juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

Masyarakat Kalimantan Timur juga memiliki beberapa senjata tradisional lainnya. Diantaranya Keris Buritkang, Anak Mandau, Bujak (senjata yang semacam tombak), beliung dan sumpitan.

Baca Juga :  9 Anggota Panitia Sembilan Beserta dengan Tugasnya Lengkap

17. Senjata Tradisional Kalimantan Utara

Kalimantan Utara memiliki senjata tradisional yang sama dengan Kalimantan Timur. Yaitu mandau. Karena Kalimatan Utara adalah pecahan dari Kalimantan Timur.

18. Dohong, Kalimantan Barat

Nama senjata tradisional Kalimantan Barat terutama masyarakat Dayak Ngaju adalah Dohong. Bentuknya mata tombak yang juga berfungsi sebagai pisau, dan senjata ini dipercaya sebagai senjata yang tertua.

Dulu senjata ini digunakan untuk perang tapi sekarang Dohong digunakan sebagai alat untuk memotong tali pusar, dan untuk menyembelih hewan qurban. Saat ini yang bisa memiliki Dohong hanyalah ketua suku dasar atau seorang pisur.

19. Mandau, Kalimantan Tengah

Senjata tradisional rakyat Kalimantan Tengah adalah mandau. Mandau adalah semacam parang yang digunakan untuk perang dan mempertahankan diri. Ada juga jenis mandau yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Bagian hulu mandau biasanya dihiasi dengan ukiran motif burung tinggang, yaitu sejenis burung enggang. Yang menurut kepercayaan masyarakat Kalimantan Tengah burung tinggang ini adalah penguasa alam semesta.

20. Senjata Tradisional Kalimantan Selatan

Mandau dan keris adalah senjata tradisional Kalimantan Selatan. Mandau ini berbentuk parang dengan panjang ½ meter. Biasanya gagangnya diberi ukiran bunggung enggang dengan hiasan rambut manusia. Sedangkan keris dari Kalimantan Selatan biasanya berukuran 30 cm, dengan mata yang dibuat dari besi yang tercampur dengan logam lainnya. Senjata tradisional lainnya yaitu Bujak (senjata semacam tombak),  Beliung, dan Sumpitan.

21. Senjata Tradisional Bali

Masyarakat Bali memiliki beberapa senjata tradisional, diantara senjata-senjata tersebut yaitu Keris, Tombak, Taji, Trisula, Panah, Tiuk, Caluk, Kandik, Arit,  Udud dan lain sebagainya. Tetapi diantara banyaknya senjata tradisional Bali tersebut, senjata yang paling unik adalah senjata keris Bali. Yang ukirannya sangat unik dan di setiap sisinya ada di bagian bilah, gagang, dan sarung kerisnya.

 22. Tulup, Nusa Tenggara Barat

Masyarakat NTB juga memiliki senjata tradisional yang disebut Tulup. Senjata ini berasal dari Suku Sasak, yang biasanya digunakan untuk berburu. Senjata ini juga dibuat dari kayu meranti yang bagian kayunya dilubangi. Pada senjata ini juga digunakan peluru yang berasal dari potongan lidi atau pelepah pohon enau yang bentuknya menyerupai mata panah, dan biasanya disebut dengan ancar. Pada mata ancar tersebut diolesi racun yang berasal dari getah pohon tatar. Senjata tradisional lainnya dari NTB adalah keris, sempari, kelewang,  dan golo.

23. Sundu Nusa Tenggara Timur

Senjata tradisional yang dimiliki oleh masyarakat NTT yaitu sundu. Sundu adalah senjata yang bentuknya serupa dengan keris. Dan berbentuk lurus serta seperti sayap burung. Ada motif di bagian sarung sundu tersebut. senjata ini sering dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Senjata lainnya yang dimiliki oleh NTT adalah Kabeala (Parang Pingang) , Pisau, Kampak, Senapan Tumbuk, dan Parang.

24. Kalawai, Maluku

Masyarakat Maluku memiliki dua macam senjata tradisional, yaitu kalawai dengan salawaku. Senjata kalawai adalah jeni senjata yang serupa dengan tombak tapi memiliki tiga mata, yang mirip dengan trisula. Di bagian pegangan kalawai ini terbuat dari buluh atau kayu. Bentuknya lebih panjang daripada tombak. Penggunaan kalawai ini di daerah perairan digunakan untuk menangkap hewan air dan sebagainya.

Dan parang adalah senjata yang serupa dengan pisau tetapi ukurannya jauh lebih besar, tetapi lebih pendek dari pedang. Biasanya senjata ini dibuat dari besi berukuran 90-100 cm, yang dimana ukurannya disesuaikan dengan tinggi badan si pemiliki senjata. Senjata ini juga sering digunakan untuk menyerang lawan. Salawaku adalah perisai yang fungsinya untuk alat melindungi diri.

Biasanya salawaku dibuat daru kayu dan dilapisi dengan pernak pernik sebagai hiasannya. Motif yang digunakannya tidak sembarangan. Motif tersebut melambangkan simbol keberanian dari si pemilik, dan biasanya motifnya dibuat dari kulit kerang laut.

Dahulu salawaku digunakan untuk perang, tapi kini salawaku digunakan sebagai pelengkap pada pakaian adat penari atau pakaian ketika ada upacara perkawinan.

25. Parang salawaku, Maluku Utara

Tak jauh beda dengan Maluku, Maluku utara juga memiliki senjata tradisional yang dinamakan parang salawaku. Karena dahulu Maluku Utara dengan Maluku masih satu provinsi. Sehingga keduanya memiliki senjata tradisional yang sama.

26. Senjata Khas Daerah Papua

Senjata tradisional Papua adalah senjata panah dan busur. Senjata panah ini dibuat dengan menggunakan bambu dan mata panah, yang dibuat dari kangguru. Busur panahnya dibuat dari sebilah bambu. Dan busurnya dibuat dari tali rotan. Di ujung mata panahnya diolesi dengan racun sederhana yang dibuat dari getah pohon sembaru, yang fungsinya supaya sasaran yang terkena busur panah cepat lumpuh.

Baca Juga :  Nama nama Candi di Indonesia Beserta letak dan Fungsinya

Senjata ini digunakan untuk berburu oleh masyarakat Papua, tapi bisa juga digunakan sebagai alat bantuan saat berperang.

27. Pisau belati, Papua Barat

Masyarakat Papua Barat memiliki senjata tradisional yang disebut dengan pisau belati atau pisau tusuk, yang dibuat dari tulang aki burung kasuari. Di bagian hulu belati dihiasi dengan bulu burung kasuari. Busur panah juga menjadi senjata masyarakat di Papua Barat, yang dibuat dari bambu dan digunakan sebagai alat perang.

28. Pedang Bara Sangihe Sulawesi Utara

Masyarakat Sulawesi Utara memiliki senjata tradisional yang disebut dengan pedang bara sangihe, senjata ini berasal dari Suku Sangihe. Bentuknya mirip dengan ikan. Dan pegangannya bercabang, gagangnya terbuat dari kayu. Dulu senjata ini digunakan oleh Hengkeng U Nang, yaitu pahlawan nasional yang lahir tahun 1590 dan dikenal sebagai orang yang ahli pedang.

29. Senjata Tradisional Sulawesi Selatan

Senjata tradisional Sulawesi Selatan adalah badik dan kawali. Senjata ini berguna untuk menusuk atau menikam lawan. Yang hampir sama dengan keris atau tappi. Perbedaan keduanya terletak pada bentuk dan ruang lingkup si pengguna.

Pada umumnya badik berbentuk runcing di bagian ujung. Dan bagian tengahnya agak menjorok ke luar, di salah satu sisinya dan sisi yang lainnya datar. Sedangkan keris berbentuk runcing, dan semakin ke pangkal semakin besar dan lebar. senjata badik juga tajam di salah satu sisinya, dan keris tajam di kedua sisinya.

Senjata tradisional lainnya yang berasal dari Sulawesi Selatan adalah  Bessing, Alameng, Tapi’ (keris), Kanna (perisai), Waju Rante (baju besi), pantu’ (tongkat), tado’ (jerat), dan katalang.

30. Badik, Sulawesi Barat

Sama halnya dengan Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat juga memiliki senjata tradisional yang sama. Karena awalnya Sulawesi Barat adalah bagian dari Sulawesi Selatan. Mayoritas penduduk Sulawesi Barat juga adalah orang Bugis, jadi senjata tradisionalnya pun sama yaitu Badik.

Badik memiliki beragam jenis seperti adik Lompo Battang, Badik Luwu, Badik Raja, Badik Lagecong.  Badik digunakan untuk berburu dan sebagai pelindung diri.

31. Senjata Tradisional Sulawesi Tenggara

Senjata tradisional dari Sulawesi Tenggara adalah keris berlekuk-lekuk. Dengan bentuk manusia di bagian pegangan. Bagi masyarakat Suku Buton keris juga memiliki keunikan yang letaknya ada di ornamen dengan warna keemasan, dan terdapat ukiran dengan senjata tradisional yang khas dari Sulawesi Tenggara yang lainnya yaitu pedang. Baik keris ataupun pedang biasanya digunakan untuk berperang dari jarak dekat.

Selain keris dan pedang, senjata tradisional Sulawesi Tenggara yang lainnya yaitu tombak (di gunakan untuk berperang jarak jauh), lembing (di gunakan untuk berperang jarak jauh), dan sumpitan (di gunakan untuk berperang jarak jauh).

32. Pasatimpo, Sulawesi Tengah

Senjata tradisional masyarakat Sulawesi Tengah adalah pasatimpo. Pasatimpo adalah sejenis pedang yang bentuknya hulu bengkok ke bawah dengan sarung yang diberi tali. Dulu senjata ini berfungsi sebagai alat untuk memotong hewan, untuk melindungi, atau untuk mencari kayu bakar. Tapi sekarang fungsinya adalah sebagai pajangan atau pelengkap pakaian adat Sulawesi Tengah.

Senjata lainnya dari Sulawesi Tengah yaitu tombak anjae atau surampa (merupakan tombak yang berbentuk trisula), parang (merupakan senjata yang biasa di gunakan untuk berladang, bertani, maupun untuk berperang),  pisau, dan sumpit.

33. Wamilo, Gorontalo

Senjata tradisional dari Gorontalo adalah wamilo. Sekilas senjata ini mirip dengan golok tetapi jika dilihat lagi, bentuk dari ujung lidahnya berbentuk melengkung dan agak ke bawah. Fungsinya yaitu sebagai perlindungan diri saat bekerja di hutan, terutama untuk para lelaki. Selain wamilo senjata lainnya dari Gorontalo yaitu sabele atau parang.

34. Karih, Minangkabau

Masyarakat Minangkabau memiliki senjata tradisional yang disebut karih, yang menyerupai keris atau belati dengan ukiran yang indah di bagian gagang dan sarungnya. Keris ini diletakkan di depan. Senjata lainnya yang digunakan oleh masyarakat Minang adalah tombak, landing atau golok, parit atau tombak yang berujung tiga, pedang panjang, dan sumpitan. Senjata tersebut digunakan sebagai perlindungan oleh Raja Minangkabau.

Demikian beberapa nama senjata tradisional 34 provinsi yang lengkap, yang sudah sering digunakan sejak zaman dahulu. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan anda semua, khususnya mengenai adat dan budaya bangsa Indonesia. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :