Aritmatika Sosial : Nilai, Harga, Presentase, Menghitung Harga Pembelian Dan Penjualan, Dan Sebagainya Lengkap

3 min read

Aritmatika Sosial : Nilai, Harga, Presentase, Menghitung Harga Pembelian Dan Penjualan, Dan Sebagainya Lengkap

Aritmatika Sosial – Adalah penerapan dari dasar perhitungan matematika dalam kehidupan sosial sehari-hari. Contohnya dalam kegiatan perdagangan, perbankan dan yang lainnya.

Nilai Keseluruhan dan Nilai Per-Unit

Nilai keseluruhan adalah nilai total dari seluruh unit yang ada, dan nilai per unitnya adalah nilai per satuan dari barang/produk.

Contohnya :

Diketahui harga dari setiap unit laptop yaitu Rp 4.000.000. Sebuah perusahaan akan membeli 12 laptop untuk operasional kerja.

Maka, hitunglah nilai keseluruhan serta nilai per-unit?

Jawab :

  • Nilai per-unit        = Rp 4.000.000
  • Nilai keseluruhan = 12 x Rp 4.000.000 = Rp 48.000.000

Harga Penjualan, Laba, dan Rugi

Dalam dunia perdagangan dikenal dengan istilah laba rugi. Yang dimana kedua hal itu tergantung pada harga pembelian dan juga harga penjualan. rumus laba dan rugi diantaranya yaitu :

Contohnya :

Terdapat sorang pedagang beras yang membeli 1 ton beras seharga Rp 9.150.000.

Kemudian beras tersebut akan dijual kembali dengan harga Rp 9.500 per kg.

Untuk menjual beras itu, si pedagang tersebut harus menyediakan plastik sebagai pembungkus dengan harga Rp 67.000.

Tentukanlah berapa laba dan rugi penjual beras tersebut?

Jawab :

Harga beli beras per kg  = Harga beli beras + Plastik pembungkus

=  Rp 9.150.000 + Rp 67.000

=  Rp 9.217.000/ton

=  Rp 9.217/kg

Harga jual per kg  =  Rp 9.500/kg

Baca Juga :  Perusahaan Manufaktur : Pengertian, Ciri, Elemen, Proses Bisnis Dan Contohnya

Harga jual lebih tinggi daripada harga beli, sehingga pedagang beras tersebut mengalami laba atau untung.

Laba = Rp 9.500 – Rp 9.217

= Rp 283/kg = Rp 283.000/ton

Persentase Aritmatika Sosial

Persentase Laba dan Rugi

Dalam mengukur performa penjualan secara umum, pedagang akan menghitung presentase keuntungan serta kerugian. Rumus presentase laba rugi yaitu :

Persentase laba atau rugi = laba atau rugi / harga pembelian x 100%

Contohnya :

Dengan memakai contoh di atas, hitunglah persentase laba yang diperoleh oleh pedagang beras tersebut?

Jawab :

Persentase laba    = Rp 283/ Rp 9.217 x 100%

= 3.07%

Persentase Keuntungan

Biasanya presentase keuntungan digunakan untuk mengetahui persentase keuntungan dari penjualan pada nilai modal yang dikeluarkan. Rumusnya yaitu :

Dibaca: Untung sama dengan Harga Jual dikurangi Harga Beli. (Harga jual > dari Harga beli)

Dan rumus presentase keuntungan penjualan yaitu :

Dibaca: Persentase Keuntungan sama dengan Besar Keuntungan dikali 100% lalu dibagi Harga Beli. (Hasilnya dalam bentuk Persen(%)).

Keterangan :

U = Untung

HJ = Harga Jual

HB = Harga Beli

PU = Persentase Keuntungan

Contohnya :

Bapak Gilang membeli sepeda motor bekas seharga Rp. 4.000.000,-. Satu minggu berikutnya sepeda motor tersebut di jual kembali dengan harga Rp. 4.250.000.

 

Maka, hitunglah persentase keuntungan yang diperoleh Bapak Gilang dari hasil menjual motornya!

 

Jawab:

 

Diketahui:

 

Harga Beli (HB) = Rp. 4.000.000,-

Harga Jual (HJ) = Rp. 4.200.000,-

 

Ditanyakan Persentase Keuntungan (PU)…?

 

Penyelesaian:

 

U = HJ – HB

U = Rp. 4.200.000 – Rp. 4.000.000,-

U = Rp. 200.000

 

Besar keuntungan Bapak Gilang yaitu Rp. 200.000, sehingga persentase keuntungannya adalah:

 

PU = (U x 100%) : HB

PU = (200.000 x 100%) : 4.000.000

PU = 20.000.000 : 4.000.000 = 5%

 

Sehingga, persentase keuntungan yang diperoleh Bapak Gilang dari hasil menjual motornya adalah sebesar 5%.

Persentase Kerugian

Biasanya presentase kerugian digunakan untuk mengetahui presentase kerugian pada penjualan dan dengan nilai modal yang telah dikeluarkan.

Baca Juga :  Frekuensi Harapan : Pengertian Rumus dan Contohnya Lengkap

Rumusnya yaitu :

Dibaca: Rugi sama dengan Harga Beli dikurangi Harga Jual. (Harga Beli > dari Harga Jual)

Dan rumus presentase kerugian penjualan yaitu :

Dibaca: Persentase Kerugian sama dengan Besar Kerugian dikali 100% berikutnya dibagi Harga Beli. (Hasilnya dalam bentuk Persen(%)).

Keterangan :

R = Untung

HJ = Harga Jual

HB = Harga Beli

PR = Persentase Kerugian

Contohnya :

Pak Putra membeli sebuah mobil bekas seharga Rp. 40.000.000,-. Satu tahun berikutnya mobil tersebut di jual kembali seharga Rp. 3.600.000,-.

 

Hitunglah persentase kerugian Pak Putra dari hasil penjualan mobil tersebut!

 

Jawab:

 

Diketahui:

 

Harga Beli (HB) = Rp. 40.000.000,-

Harga Jual (HJ) = Rp. 36.000.000,-

 

Ditanyakan Persentase Kerugian (PR)…?

 

Penyelesaian:

 

R = HB – HJ

R = Rp. 40.000.000 – Rp. 36.000.000,-

R = Rp. 4.000.000

 

Besar kerugian Pak Hilman yaitu Rp. 4.000.000, sehingga persentase kerugiannya adalah:

 

PR = (R x 100%) : HB

PR = (4.000.000 x 100%) : 40.000.000

PU = 400.000.000 : 40.000.000 = 10%

 

Sehingga persentase kerugian dari Pak Putra Hilman dari hasil menjual mobilnya adalah sebesar 10%.

Menghitung Harga Pembelian dan Penjualan

Pernahkah anda mendengar tentang pedagang yang menyebutkan bahwa keuntungannya mencapai 50%. Maksudnya adalah keuntungan yang ia dapat itu mencapai setengahnya dari harga pembelian. Simak contoh di bawah ini.

Contohnya :

Pak Setiawan menjual rumah dengan keuntungan sebesat 15%. Pada mulanya, Pak Setiawan membeli rumah tersebut dengan harga Rp 300.000.000.

 

Maka hitunglah harga penjualannya?

 

Jawab :

 

Persentase laba    =  (Harga penjualan – Harga Pembelian)/ Harga pembelian x 100%

15%      = (Harga penjualan – 300.000.000) / 300.000.000 x 100%

Harga penjualan   = (15% x 300.000.000) + 300.000.000

= 45.000.000 + 300.000.000

= Rp 345.000.000

Rabat, Bruto, Tara, dan Neto Aritmatika Sosial

Rabat

Adalah potongan harga atau pengurangan dari harga yang harusnya dibayarkan. Contohnya :

Dalam suatu Mall bertuliskan harga pada barang diskon 30% untuk tas dengan harga awal Rp 180.000.

 

Hitunglah berapa harga tas tersebut sesudah memperoleh diskon?

Baca Juga :  Neraca Pembayaran : Pengertian, Sistem Pencatatan, Komponen, Macam-Macam Dan Fungsinya Lengkap

 

Jawab:

 

Harga tas sesudah didiskon = Rp 180.000 – (30% x Rp 180.000)

= Rp  126.000

Bruto, Tara, dan Neto

  • Bruto: berat kotor atau berat barang yang ditambah dengan berat pembungkus.
  • Neto: berat barang saja.
  • Tara: berat tambahan contohnya kotak atau pembungkus.

Bruto = Neto + Tara

Pajak dan Bunga Tabungan

Pajak

Adalah iuran wajib pada negara yang dilandasi oleh UU tanpa ada balasan secara langsung, yang digunakan untuk membiayai pengeluaran umum. Dan tujuannya yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Contohnya :

Pak Gilang ingin membeli kulkas dengan harga Rp 2.400.000 serta dikenai (PPn) Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10%.

 

Berapa yang yang harus dibayarkan oleh Bapak Gilang untuk membeli kulkas tersebut?

 

Jawab:

 

PPn

 

= 10% x Rp 2.400.000

=  Rp 240.000

 

Harga yang harus dibayar Pak Gilang sebesar:

 

= Rp 2.400.000 + Rp 240.000

= Rp 2.640.000

Bunga

Ketika anda menabung di Bank maka anda akan mendapatkan bunga, bunga yang kini dibahas adalah bunga tunggal yang akan mendapatkan bunga hanya modalnya saja sedangkan bunganya tak akan berbunga lagi.

Rumus perhitungannya yaitu :

Keterangan :

B = Besar bunga (dalam 1 tahun)

W= Waktu lamanya menabung (dalam tahun)

P = Persen bunga

U = Uang yang ditabung

Contoh Soal Aritmatika Sosial mengenai Bunga

Bu Afifah akan menabung di bank dengan bunga 15% setahun. Apabila yang ditabung Rp 1.250.000. Hitunglah bunga yang diterima sesudah kurun waktu 10 bulan.

 

Jawab:

 

Besar bunga 10 bulan

 

= 10/12 x  15% x Rp 1.250.000

= Rp 156.250

Sekian pembahasan materi tentang Aritmatika Sosial yang lengkap. Semoga mudah dipahami dengan baik dan dapat membantu anda dalam menyelesaikan soal yang sama. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :