Daur Air : Fungsi, Tahapan, Jenis Siklus Air, Tahapan Siklus Air, Dan Perilaku Manusia Terhadap Penggunaan Air Lengkap

5 min read

Daur Air : Fungsi, Tahapan, Jenis Siklus Air, Tahapan Siklus Air, Dan Perilaku Manusia Terhadap Penggunaan Air Lengkap

Gambar Daur Air – Manusia, hewan atau tumbuhan tentu tak dapat hidup bila tak ada air. Sehingga ketersediaan air harus selalu terjaga. Karena kerja alam ini akan melewati daur air. Peran air juga sangat penting bagi kehidupan di alam semesta ini. Air memiliki peran sebagai pendukung dalam proses fotosintesis dan proses pertumbuhan pada tanaman.

Ketersediaan air ini bisa terus dijaga karena adanya daur air. Daur air atau daur hidrologi akan berjalan dengan sistematis, melewati beberapa proses interaksi komponen abiotik di dalam ekosistem.

Fungsi Air

Air menjadi komponen penting di dalam mentransfer zat-zat seperti N, S, P dalam siklus biogeokimia.

Berikut adalah beberapa fungsi air, diantaranya yaitu :

  1. Sebagai pelarut
  2. Pengatur suhu tubuh
  3. Pengatur tekanan osmotik sel
  4. Sarana transportasi zat di dalam tubuh (darah)
  5. Bahan baku fotosintesis
  6. Bagi manusia ; air minum, mandi, mencuci, irigasi, pembangkit listrik, dan juga pariwisata.

Daur Air

Proses daur air melalui 7 tahapan, yang berjalan dengan sistematis dan beraturan. Ketujuh proses itu adalah evaporasi, transpirasi, sublimasi, kondensasi, pengendapan, limpasan (runoff), serta infiltrasi. Berikut informasi selengkapnya.

Tahapan Proses Daur Air

Evaporasi

Adalah proses penguapan air yang ada di permukaan akibat adanya energi panas, dari sinar matahari yang memancar ke bumi. Air yang berbentuk cair ada di laut, danau, sungai, tanah dan yang lainnya akan berubah menjadi bentuk uap air serta naik ke atas menuju lapisan atmosfer.

Semakin besar energi panas dari sinar matahari yang dipancarkan ke bumi, maka lanju evaporasinya pun akan semakin besar.

Transpirasi

Tidak hanya berasal dari sumbernya langsung, proses penguapan daur air yang ada di permukaan bumi juga dapat berlangsung dalam jaringan tumbuhan. Yang disebut juga dengan transpirasi. Proses transpirasi ini adalah akar tanaman yang akan menyerap air dan mengedarkannya ke daun untuk proses fotosintesis. Air dari hasil fotosintesisnya akan dikeluarkan tanaman lewat stomata yang menjadi uap air.

Sublimasi

Adalah proses yang dimana es akan berubah menjadi uap air, tanpa harus mengalami fase cair. Peran sublimasi ini juga ada pada pembentukan air uap di udara. Dan yang menjadi sumber utama air di dalam proses sublimasi adalah lapisan es dari kutub utara, kutub selatan dan juga es yang ada di pegunungan.

Baca Juga :  10 Ikan Terbesar di Dunia dengan Ukuran yang Mencengangkan Lengkap

Proses sublimasi ini akan lebih lambat dari adanya proses penguapan.

Kondensasi

Ketika air di seluruh permukaan bumi berubah menjadi uap air maka uap air yang berikutnya akan naik ke atas menuju lapisan atas atmosfernya. Ketika berada di ketinggian tertentu, maka uap air akan berubah menjadi partikel es yang ukurannya sangat kecil akibat pengaruh suhu udara yang rendah. Proses ini disebut kondensasi.

Pengendapan (Presipitasi)

Adalah awan uap air yang sudah terkondensasi kemudian turun ke permukaan bumi, dan menjadi hujan. Karena adanya pengaruh perubahan suhu atau angin panas. Bila suhunya sangat rendah, misalnya berada di bawah 0o maka tetesan air berubah menjadi hujan salju/es. Lewat proses inilah maka air akan masuk kembali ke lapisan litosfer bumi.

Limpasan

Adalah proses yang dimana air mengalir dan berpindah tempat di atas permukaan bumi. Air itu kemudian akan bergerak dan berpindah dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, lewat saluran seperti sungai dan got kemudian masuk ke danau, laut dan juga samudera. Pada proses ini, air akan masuk lagi ke dalam lapisan hidrosfer.

Infiltrasi

Setelah turun hujan, tidak semua air mengikuti tahap pada limpasan tersebut. beberapa diantaranya ada yang meresap ke dalam tanah. Lalu air akan merembes ke bawah dan menjadi air tanah. Air yang masuk ke dalam tanah ini disebut dengan air infiltrasi.

Dengan melewati 7 tahapan/proses itulah maka daur air akan terjadi terus menerus. Tanpa adanya proses daur air, maka persebaran air akan menjadi tidak tidak merata. Keseimbangan ekosistem pun terganggu.

Jenis Siklus Air beserta Penjelasannya

Siklus Air

Jumlah air di dunia ini sangat banyak, sehingga permukaan bumi sendiri sebagian besarnya akan tertutup oleh air. Tetapi walaupun jumlahnya banyak, penggunaannya pun sangat banyak. siklus air adalah siklus perputaran air dari sumbernya, kemudian hujan dan kembali lagi ke tanah. Itulah sebabnya persediaan air akan terus ada, walaupun digunakan terus setiap hari.

Siklus air juga bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya pada proses turunnya hujan. Siklus ini mempunyai banyak jenis yang beda-beda. Berikut penjelasan lengkapnya.

Jenis Jenis Siklus Air

Siklus Hidrologi Pendek (Siklus Kecil)

Adalah siklus yang paling sederhana. Karena siklusnya hanya melalui beberapa tahapan saja. Terdapat beberapa proses/tahapan dalam siklus hidrologi pendek/kecil ini. Diantaranya yaitu :

  1. Sinar matahari yang mengenai sumber- sumber air di permukaan Bumi serta akan membuat sumber air tersebut akan menjadi menguap.
  2. Sebab penguapan tersebut, maka akan berlangsung kondensas. Yang dilanjutkan dengan pembentukan awan yang mengandung uap air
  3. Awan yang sudah mengandung uap air lalu akan mengalami kejenuhan dan karena hal itulah akan terjadi turunnya air hujan di permukaan laut.
  4. Sebab hujan pada siklus hidrologi pendek ini berlangsung di atas permukaan laut, maka tidak terdapat tahapan pengaliran menuju ke laut lagi.
    Air hujan yang turun ke laut itu lalu bercampur serta akan mengalami suatu siklus air kembali.
Baca Juga :  Echinodermata : Pengertian, Ciri, Sistem Organ, Struktur Tubuh, Reproduksi, Cara Hidup, Klasifikasi, Dan Peranannya Lengkap

Siklus Sedang

Siklus yang berikutnya adalah siklus sedang. Sesuai dengan namanya, siklus ini memiliki proses yang lebih panjang dibanding dengan siklus pendek. Berikut beberapa tahapannya :

  1. Matahari menyinari permukaan Bumi di dalamnya termasuk sumber- sumber air tersebut, sehingga sumber- sumber air itu akan mengalami penguapan.
  2. Lalu berlangsunglah evaporasi.
  3. Uap air yang sudah terbentuk (hasil pemanasan) bergerak sebab tertiup oleh angin ke darat.
  4. Terbentuklah awan karena adanya dari pemanasan itu tadi.
  5. Hujan turun di atas permukaan daratan Bumi.
  6. Air yang turun di daratan kemudian akan mengalir ke sungai, lalu mengalir lagi ke laut untuk kembali mengalami siklus hidrologi.

Siklus Panjang (Siklus Besar)

Adalah beberapa tahapan yang lebih kompleks, jika dibandingkan dengan dua siklus tersebut di atas. Beberapa tahapan dalam siklus panjang ini diantaranya yaitu :

  1. Matahari menyinari permukaan Bumi termasuk di dalamnya sumber- sumber air, sehingga sumber- sumber air itu akan mengalami penguapan.
  2. Lalu berlangsunglah evaporasi.
  3. Selanjutnya uap air akan mengalami sublimasi.
  4. Uap air yang sudah terbentuk serta telah mengalami sublimasi selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya awan yang mengandung kristal- kristal es.
  5. Awan yang terbentuk selanjutnya akan bergerak ke darat sebab terkena tiupan angin.
  6. Lalu terjadilah hujan di atas permukanaan Bumi.
  7. Air yang turun tersebut nantinya akan mengalir ke sungai lalu mengalir lagi ke laut untuk kembali mengalami siklus hidrologi.

Tahapan Siklus Air

Tahap 1

Matahari adalah kekuatan/pendorong dari siklus air. Yang akan Memanaskan air di laut, sungai dan juga danau, yang meguap ke atas naik di udara. Air juga menguap lewat tanah serta tanah lewat proses yang disebut sebagai proses transpirasi. Air yang sduah menguap ini memiliki bentuk sebagai uap air, yang tidak bisa dilihat dengan mata terbuka.

Tahap 2

Lalu uap air akan bersentuhan langsung dengan arus udara, lalu membawanya lebih tinggi ke atmosfer. Setelah mencapai suhu yang dingin, uap air ini kemudian mengalami pengembunan dan membentuk awan yang mengandung jutaan tetesan kecil air.

Tahap 3

Setelah terbentuk awan, lalu awan pun akan berkelana dengan mengelilingi bumi. Namun ketika sudah tiba, saat awan semakin lama sudah semakin berat dalam menahan air lalu mereka pun akan meledak. Tetesan pun jatuh ke bumi dan terbentuklah hujan.

Hal ini disebut dengan siklus hujan, apalagi ketika suasana dingin, hujan pun akan berubah menjadi hujan salju dan es.

Tahap 4

Hujan/salju nanti akan mencair lagi dan kembali ke badan air seperti misalnya sungai, danau, waduk dan yang lainnya. Air hujan pun akan diredam oleh tanah, melalui proses infiltrasi. Beberapa air akan berjalan dari permukaan atau merembes ke dalam tanah, yang kemudian kita lihat sebagai air tanah atau air tawar mata air.

Akhirnya air akan mencapai ke lautan, yang menjadi badan terbesar dan sumber paling besar dari uap air. Dalam daur air ini, terdapat 7 proses yang berjalan dengan sistematis dan beraturan.

Baca Juga :  Sistem Peredaran Getah Bening (Limfa) dan Kelenjar Getah Bening

Perilaku Manusia yang Dapat Mempengaruhi Daur Air

Daur air sudah berlangsung sejak lautan mulai terbentuk, dan selama berjuta tahun sampai waktu daur air tak mengalami perubahan. Bila manusia pandai menjaga keseimbangan alam, maka ketersediaan air akan selalu memenuhi kebutuhan semua makhluk hidup.

Kelangsungan air juga dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Kelembaban udara, cahaya matahari, udara, bahkan arah angin sangat mempengaruhi adanya proses daur air ini. Misalnya di daerah gurun pasir, hujan akan jarang sekali turun. Sehingga jumlah air pun sangat sedikit.

Sedangkan di daerah hutan hujan tropis, hujan bisa terjadi sepanjang tahun. Ada banyak aktivitas manusia yang dapat memengaruhi proses daur air itu. Contohnya penebangan hutan liar atau membuang sampah sembarangan.

Ada banyak hutan yang telah gundul berganti menjadi perumahan, pusat perbelanjaan dan bangunan lainnya. Tindakan itu akan berdampak besar untuk kelangsungan hidup, dan ketersediaan air yang ada di wilayah tersebut.

Hal itu juga disebabkan oleh hutan yang menjadi tempat penyimpanan air yang besar dan berguna dalam menyaring air agar menjadi air bersih. Hutan bisa menyimpan air, karena akar pohon di hutan mampu menyimpan air dalam jumlah banyak.

Sehingga kita wajib menjaga kelestarian hutan tersebut. karena penebangan hutan bisa berdampak buruk pada kelangsungan daur air. Akibat penebangan hutan ini misalnya banjir. Contohnya di daerah perkotaan, yang sudah jarang dijumpai sumber air. Karena hutan ditebang dan dialihfungsikan menjadi bangunan rumah, gedung, kantor dan sebagainya.

Air hujan yang meresap ke dalam tanah menjadi lebih sedikit, karena kebanyakan air hujan akan mengalir ke selokan lalu menuju ke sungai. Dengan jumlah bangunan beraspal yang banyak maka jumlah air akan berkurang dan juga mengganggu kelangsungan daur air. Sehingga harus dilakukan beragam upaya untuk menyeimbangkan daur air.

Contohnya pembuatan waduk, pembuatan bak-bak resapan air, bendungan serta saluran irigasi. Selain itu kita juga harus banyak menghemat air, karena ketersediaan air yang terbatas khususnya di musim kemarau. Saat musim kemarau tiba, sungai dan sumur pun menjadi kering. Berikut ini tindakan untuk menghemat air :

  1. Menutup kran dengan rapat selepas kalian selesai menggunakan.
  2. Memakai air secukupnya pada waktu kalian mandi serta mencuci pakaian.
  3. Memanfaatkan air bekas mencuci pakaian untuk menyiram halaman rumah.
  4. Memanfaatkan air bekas mencuci sayuran untuk menyiram tanaman.

Sekian ulasan lengkap tentang Gambar Daur Air yang meliputi fungsi, tahapan, jenis siklus air, tahapan siklus air, dan perilaku manusia pada penggunaan air. Semoga artikel ini menjadi referensi yang tepat bagi anda yang sedang mempelajari daur air. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :