Definisi Uang, Fungsi, dan Jenisnya Lengkap

3 min read

Definisi Uang, Fungsi, dan Jenisnya Lengkap

Fungsi Uang – Uang adalah segala sesuatu yang bisa digunakan sebagai alat tukar. Alat tukar dalam ekonomi bermakna sesuatu yang diterima oleh masyarakat secara luas sebagai alat pembayaran dalam proses pertukaran barang dan jasa.

Dalam ilmu ekonomi uang didefinisikan berbeda, pada ilmu ekonomi tradisional yang adalah segala jenis benda yang bisa dimanfaatkan sebagai alat tukar dengan syarat benda tersebut diterima oleh masyarakat umum dalam suatu wilayah.

Dan dalam pandangan ilmu ekonomi modern maknanya lebih luas. Uang adalah sesuatu yang wujudnya benda yang diterima secara umum sebagai alat pembayaran transaksi jual beli atas barang/jasa, dan kekayaan serta aset lainnya juga menjadi alat pembayaran hutang.

Kesimpulannya uang adalah benda yang diterima secara umum oleh masyarakat di suatu wilayah untuk mengukur nilai, menukar, dan membayar setiap transaksi pembelian barang dan jasa, serta menimbun kekayaan.

Sejarah Uang

Sebelum dikenal luas seperti sekarang, dulu masyarakat tidak menggunakan uang sebagai alat kebutuhannya. Karena semua kebutuhan hidupnya berasal dari alam sekitar. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, orang-orang mengambil buah-buahan, kebutuhan sandang berasal dari pakaian sendiri yang dibuat dari kulit binatang. Dan kebutuhan papan dibuat sendiri dengan membangun gubuk/batang, akar pohon, jerami/dedaunan untuk atapnya.

Peradaban pun mulai berkembang yang membawa konsekuensi ragam kebutuhan manusia, yang harus dipenuhi. Hasil produksinya yang berupa buruan atau bercocok tanam tak mampu memenuhi kebutuhan. Mereka pun berusaha mencari orang yang mau diajak barter atau bertukar barang dengan barang yang dibutuhkan.

Baca Juga :  √ 18 Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli "Terlengkap dan Terbaru"

Kegiatan ekonomi pun semakin berkembang dan semakin kompleks. Orang akan sulit menemukan rekanan barter yang mempunyai barang yang dibutuhkan. Orang juga akan kesulitan memperoleh barang untuk ditukar, dengan nilai pertukaran yang hampir sama/seimbang.

Kesulitan yang muncul dari sistem barter menimbulkan pikiran untuk menggunakan benda tertentu yang menjadi alat tukar. Benda yang dipakai untuk menukar barang adalah barang yang diterima secara umum, nilainya tinggi dan dibutuhkan sehari-hari. Di masa itu, benda yang digunakan adalah garam, kerang, dan cangkang binatang yang memiliki keindahan lainnya.

Sayangnya benda tersebut tidak bertahan lama karena mudah rapuh sehingga muncul kesulitan baru. Selain rapuh, benda itu juga menjadi alat tukar yang tak memiliki pecahan hingga menentukan nilai uang pun cukup sulit.

Kemudian muncul uang logam seperti emas dan perak. Bukan hanya memiliki nilai tinggi, tapi keduanya juga dapat dipecah tanpa harus mengurangi nilainya. Setiap orang juga berhak membuat logam untuk melebur, menempa, dan menjual atau menggunakannya sendiri.

Seiring dengan berkembangnya perekonomian, uang logam semakin sulit dinilai sebagai alat tukar dalam transaksi yang besar. Lalu lahirlah uang kertas yang sebagai permulaan menjadi alat bukti kepemilikan emas dan perak.

Uang kertas yang beredar ini mempresentasikan jaminan 100% kepemilikian emas dan perak yang disimpan di pandai emas dan perak. Di era modern, emas perak tak lagi digunakan sebagai alat tukar atau pembayaran tapi orang beralih ke uang kertas.

Fungsi Uang

  • Sebagai alat tukar (medium of exchange). Orang tak akan kesulitan dalam melakukan pertukaran, yang dimana pertukaran ini tidak menggunakan barang dengan barang tapi barang dengan uang. Keberadaan uang menjadi solusi dari kesulitan sistem barter.
  • Sebagai satuan hitung (unit of account). Uang menimbulkan kesulitan barang dan jasa yang diperjualbelikan, besarnya kekayaan dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga bisa dipakai untuk menentukan harga barang/jasa. Uang berperan dalam melancarkan aktivitas keuangan.
  • Sebagai penyimpan nilai (valuta). Uang bisa mengalihkan daya beli dari masa kini ke masa datang. Orang yang memperoleh uang karena menjual barang/jasa ia dapat menyimpannya untuk digunakan membeli barang/jasa di masa mendatang.
Baca Juga :  Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli Lengkap

Fungsi Turunan Uang

  • Sebagai alat pembayaran sah. Yang akan memungkinkan/memudahkan transaksi jual beli dari barang/jasa baik kuantitas kecil/besar.
  • Sebagai alat pembayaran utang. Yang berhubungan dengan fungsi uang sebagai penyimpanan nilai yang dimana uang ini bisa dipakai untuk mengukur pembayaran di masa mendatang.
  • Sebagai alat penimbun kekayaan. Untuk sebagian orang khususnya orang yang berpenghasilan lebih, uang bukan hanya dipakai untuk kebutuhan saja tapi bisa disimpan untuk tabungan, giro, deposito, atau investasi guna keperluan di masa depan.
  • Sebagai alat pemindah aset. Setiap orang bisa memindahkan aset dari satu tempat ke tempat lainnya. Misalnya seseorang mempunyai rumah di suatu daerah lalu memindahkannya ke tempat lain dengan menjualnya dahulu, kemudian membeli aset di lokasi lainnya.
  • Sebagai alat pendorong perekonomian. Perekonomian semakin berkembang jika nilai uangnya stabil. Stabilitas uang ini bisa memicu sentimen investasi dengan cara positif, yang dimana orang-orang akan tergiur untuk berinvestasi hingga perekonomian semakin tumbuh dan berkembang.

Jenis-jenis Uang

1. Berdasarkan peredarannya

  • Uang Kartal. Adalah alat pembayaran sah dan wajib dipakai masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonominya sehari-hari.
  • Uang Giral. Adalah uang ini tak wajib digunakan masyarakat jika hanya untuk melakukan kegiatan ekonomi sehari-hari saja. Secara umum uang ini dimiliki oleh kalangan masyarakat tertentu karena bentuknya berupa simpanan di Bank yang bisa ditarik sesuai kebutuhan dengan perintah berupa cek.

2. Berdasarkan bahan pembuatannya

  • Uang Logam. Sesuai dengan namanya, uang ini dibuat dari bahan logam berupa emas/perak yang cenderung bernilai tinggi dan stabil dibanding jenis logam lainnya. Jenis uang logam ini dibagi menjadi tiga macam yaitu :
  1. Nilai intrinsik adalah nilai dari bahan yang digunakan untuk membuat mata uang.
  2. Nilai nominal adalah nilai yang tertera pada mata uang, misalnya 100, 500, dan 1000.
  3. Nilai tukar adalah nilai yang dapat ditukarkan dengan suatu barang. Contohnya uang Rp 5.000 dapat ditukarkan dengan sebungkus bubur kacang hijau dan Rp 10.000 dapat ditukarkan dengan sebungkus nasi sayur.
  • Uang Kertas. Uang ini dibuat dari bahan kertas khusus yang tak mudah sobek/rusak. Uang ini didesain sedemikian rupa dengan cara memadukan gambar, simbol, dan logo tertentu yang mudah dikenali dan dibedakan untuk setiap satuan nominalnya. Misalnya, uang kertas pecahan dengan nominal 1000, 2000, 5000, 10000, 20000, 50000, dan 100000 memiliki desain dan warna yang berbeda, sehingga masyarakat mudah mengenalinya.
Baca Juga :  Teori Politik Ekonomi, Sejarah, Dan Jenisnya Lengkap

Demikianlah Fungsi Uang yang disertai dengan definisi dan jenisnya secara lengkap. Semoga dapat dipahami dan menambah pengetahuan anda. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :