Pengertian Laut : Definisi. Jenis, Macam, Fungsi dan Manfaatnya Lengkap

Pengertian Laut, Jenis, Macam Laut dan Fungsi Beserta Peran Atau Manfaatnya

Laut adalah bagian permukaan bumi yang cekung dan tertutup oleh air yang mempunyai kadar garam tinggi. Ilmu yang mempelajari perairan laut adalah oseanografi.

Pengertian Laut

Perairan laut berdasarkan luas dan bentuknya

  • Teluk adalah bagian laut yang menjorok(masuk) ke daratan. Misalnya, Teluk Pelabuhan Ratu, Teluk Poso, dan Teluk Tomini.
  • Selat adalah laut yang relatif sempit dan terletak di antara dua pulau. Misalnya, Selat Sunda, Selat Bali, dan Selat Madura.
  • Laut adalah perairan yang terletak di antara pulau-pulau yang relatif lebih luas dibadingkan dengan selat. Misalnya, Laut Jawa, Laut Tengah, dan Laut Merah.
  • Samudera adalah laut yang sangat luas dan terletak di antara benua-benua. Misalnya, Samudera Hindia, Samudera Atlantik, dan Samudera Pasifik.

Perairan laut berdasarkan proses terjadinya

  • Laut trangresi adalah laut yang terjadi karena ada genangan air laut terhadap daratan pada waktu berakhirnya zaman es. Misalnya, Laut Jawa, Laut Arafuru, dan Laut Cina Selatan.
  • Laut regresi adalah laut yang menyempit, yang terjadi pada zaman es karena penurunan permukaan air laut sebagai akibat adanya penurunan.
  • Laut ingresi adalah laut yang terjadi karena dasar laut mengalami gerakan menurun. Misalnya, Laut Banda, Laut Flores, Laut Sulawesi, dan Laut Maluku.
Baca Juga :  4 Zona Laut : Pengertian, Macam dan Contohnya Terlengkap

Perairan laut berdasarkan letaknya

  • Laut tepi adalah laut yang terletak di tepi benua. Misalnya, Laut Cina Selatan yang dipisahkan oleh Kepulauan Indonesia dan Filipina.
  • Laut pertengahan adalah laut yang terletak di antara benua-benua. Misalnya, laut yang berada di Indonesia, Laut Tengah (Laut Mediteran) yang terletak di Benua Eropa, Benua Afrika, dan Benua Asia.
  • Laut pedalaman adalah laut yang terletak di tengah-tengah benua dan dikelilingi oleh daratan. Misalnya, Laut Kaspia, Laut Hitam, dan Laut Mati.

Perairan laut menurut kedalamannya

Zona littoral

Zona littoral atau zona pesisir laut terletak di antara garis pasang dan garis surut. Jadi, kedalamannya 0 m (nol meter). Pada zona ini tampak beberapa jenis binatang, tetapi bukan ikan, misalnya undur-undur dan jengking (kepiting darat).

Zona neritik

Zona neritik adalah laut yang terletak pada kedalaman 0 m — 200 m. Misalnya, Laut Jawa Laut Natuna, Selat Malaka dan Laut Arafuru. Ciri-ciri zona neritik sebagai berikut.

  • Sinar matahari masih menembus dasar laut.
  • Kedalamannya ± 200 m.
  • Bagian paling banyak terdapat ikan dan tumbuhan laut.

Zona batial

Zona batial adalah laut yang terletak pada kedalaman 200 m — 1.000 m. Secara geologis, zona ini merupakan batas antara daratan dan perairan.

Ciri-ciri zona batial sebagai berikut :

  • Sinar matahari tidak ada lagi.
  • Kedalaman antara 200 m — 1.000 m.
  • Tumbuh-tumbuhan jumlahnya terbatas.

Zona abisal

Zona abisal adalah laut yang terletak pada kedalaman lebih dan 1.000 m sampai 6.000 m.
Ciri-ciri zona abisal sebagai berikut :

  • Sinar matahari tidak ada lagi.
  • Kedalaman antara 1.000 m — 6.000 m.
  • Suhu sangat rendah sudah mencapai titik beku air.
  • Tumbuh-tumbuhan tidak ada lagi dan jumlah binatang menjadi terbatas.
Baca Juga :  Wilayah Teritorial Laut Indonesia : Pengertian dan 1000 Manfaatnya Lengkap

Gerakan air laut

Air laut mengalami berbagai gerakan, seperti pasang, surut, gelombang, dan arus.

  • Pasang surut

Permukaan air laut dalam satu han selama 24 m mengalami perubahan yang disebut pasang surut air laut. Faktor utama yang mempengaruhi pasang surut adaLah posisi bulan dan posisi matahari. Pada saat posisi bulan dan matahari sejajar maka tinggi pasang akan mencapai maksimum.

  • Gelombang

Gelombang adalah gerakan air laut naik turun atau secara vertikal. Air laut yang bergerak tidak mengalami perpindahan tempat secara horizontal. Gerakan ini akan menjalar ke tempat lain seperti tali yang digerakkan naik-turun Gelombang mempunyai dimensi, seperti panjang, tinggi, kecepatan, periode, frekuensi, dan arah datangnya gelombang.

Gelombang laut terjadi karena beberapa faktor berikut.

  1. Gerakan lempeng tektonik
    Gerakan lempeng tektonik dapat menyebabkan gempa tektonik. Akibat dan gempa tektonik ini dapat menyebabkan gelombang tsunami.
  2. Aktivitas vulkanik
    Gunung meletus di dasar laut dapat menyebabkan gelombang besar (tsunami). Misalnya, saat Gunung Krakatau meletus di Selat Sunda pada tahun 1883.
  3. Aktivitas angin
    Semakin kencang angrn bertiup maka semakin besar pula gelombang terjadi.
  4. Arus laut
    Pergerakan massa air laut secara teratur dan suatu tempat ke tempat lain disebut arus laut. Sebagian besar air laut bergerak dengan arah horizontal dan sebagian  kecil yang pergerakanriya vertikal (upwelling). Arus laut terjadi karena beberapa faktor berikut.
  5. Tiupan angin
    Tiupan angin dapat menimbulkan arus laut. Gerakan arus laut akan menyesuaikan arah gerakan angin.
  6. Perbedaan kadar garam
    Bila ada dua laut yang berdekatan dan mempunyai kadar garam yang berbeda maka bagian dasar laut akan terjadi aliran air dan laut yang berkadar garam tinggi ke tempat yang berkadar garam rendah.
  7. Perbedaan suhu
    Air laut akan bergerak dan tempat yang keadaan suhunya tinggi ke tempat yang suhunya rendah.
Baca Juga :  Pengertian Hidrosfer Berdasarkan Asal Katanya "Lengkap"

Manfaat perairan laut

Laut memberikan banyak manfaat bagi kehidupan  manusia, di antaranya sebagai berikut.

  1. Sumber mata pencaharian penduduk
    Perairan laut merupakan sumber kehidupan bagi nelayan. Perairan laut menyediakan berbagai macam jenis ikan. kerang, udang, dan sebagainya.
  2. Sarana transportasi laut
    Laut merupakan air yang murah, karena hampir tidak diperlukan biaya pembuatan dan pemeliharaan. Melalui laut, berbagai hasil dapat dibawa dan satu tempat-tempat yang lain. Transportasi laut dapat berupa kapal penumpang, kapal barang, dan kapal pesiar. Contoh transportasi laut, yaitu penyeberangan antarpulau Selat Sunda antara Pelabuhan Merak dan Bakauheni.
  3. Pembangkit tenaga listrik
    Perairan laut memiliki potensi angin dan gelombang yang besar. Angin dan gelombang saat mi dimanfaatkan sebagai penggerak motor penghasil listrik. Misalnya, pembangkit listrik tenaga angin di Belanda
  4. Tempat wisata bahari
    Laut dapat dijadikan tempat rekreasi dan wisata bahari, misalnya di Cilincing, Ancol, dan Parangtritis.
  5. Pengatur iklim
    Perbedaan sifat fisik air laut dan sifat fisik daratan dapat menimbulkan gerakan udara (angin). Bersama-sama dengan angin tersebut, maka uap air laut terbawa dan dapat menyejukan atau memanaskan tempat yang dilalui serta dapat menimbulkan turunnya hujan.
  6. Tempat pertahanan dan keamanan
    Laut merupakan tempat pertahanan dan keamanan. Kapal-kapal laut dapat menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah Indonesia dan serangan negara asing.
  7. Sumber bahan tambang
    Bahan tambang terutama minyak dan gas banyak dijumpai di tengah perairan laut. Hal ini terjadi karena bahan-bahan pembentuk minyak, seperti jasad organik ikan dan tumbuhan banyak terjadi di laut. Misalnya, pertambangan minyak dan gas lepas pantai di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca Juga :