Deposito : Pengertian, Ciri Khas Dan Cara Menghitung Bunganya Lengkap

Posted on

Deposito : Pengertian, Ciri Khas Dan Cara Menghitung Bunganya Lengkap

Pengertian Deposito – Bagi ibu rumah tangga produk simpanan yang berupa deposito sering menjadi alternatif tabungan yang ideal. Karena deposito ini memiliki jangka waktu. Sama halnya dengan tabungan, hal yang sering menjadi pertimbangan dalam memilih produk deposito adalah bunga yang ditawarkan deposito lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan yang biasa.

Pengertian deposito adalah produk simpanan di Bank yang penyetoran atau penarikannya, hanya dapat dilakukan dalam waktu tertentu saja. Jika dana yang disimpan diambil sebelum waktunya, maka anda akan terkena denda penalti. Selain itu semakin besar dan semakin lama anda menyimpan deposito maka semakin besar juga jumlah bunga yang ditawarkan.

Selain berfungsi sebagai tabungan yang berjangka, manfaat lainnya dari deposito ini adalah sebagai salah satu produk dalam investasi yang paling menguntungkan.

Ciri Khas Deposito

1. Minimal jumlah setoran

Pada umumnya saat anda membuka rekening di Bank maka ada batas setoran minimal yang harus dibayar saat pertama kali. Sama halnya dengan deposito, ada setoran minimal yang harus dibayarkan. Perbedaannya dengan tabungan biasa adalah deposito memiliki syarat untuk jumlah setoran minimal yang berkisar pada nominal 5 juta. Namun setiap Bank memiliki kebijakannya masing-masing.

2. Jangka waktu simpanan

Deposito memiliki jangka waktu simpanan. Yang dimana simpanan tersebut tidak bisa diambil dalam jangka waktu tertentu. Nasabah biasanya akan diberi opsi untuk jangka waktu tersebut mulai dari  1, 3, 6, 12 atau 24 bulan. Jangka waktu ini harus lebih diperhatikan, karena hal itu akan menentukan bagaimana anda menggunakan simpanan tersebut.

Baca Juga :  5 Peran Badan Usaha Dalam Perekonomian Nasional

Contohnya ketika anda memfungsingkan simpanan deposito sebagai dana darurat, maka sebaiknya anda tidak memilih jangka waktu yang 24 bulan. Karena jika sewaktu-waktu anda membutuhkannya maka akan sulit untuk mengambil simpanan itu. Untuk hal ini tak ada biaya penalti. Maka jika simpanan deposito anda difungsikan sebagai dana darurat, anda bisa memilih jangka waktu yang 1 bulan.

Deposito ini cocok bagi anda yang kesulitan dalam menabung. Dengan memanfaatkan deposito maka anda akan kesulitan bersikap boros, karena adannya aturan jangka waktu yang tak bisa diambil seenaknya.

3. Pencairan dana

Sehubungan dengan jangka waktu, maka pencairan dana deposito tidak dapat sembarangan waktunya seperti pada tabungan. Sesudah anda menentukan pilihan jangka waktu tertentu, maka pencairan dana deposito harus sesuai dengan jangka waktu tersebut. jika tidak maka anda akan dikenakan denda atau penalti, yang membuat keuntungan anda menjadi tidak maksimal.

4. Bunga deposito

Bunga deposito relatif lebih tinggi dibanding dengan tabungan, karena adanya limitasi jangka waktu yang diberikan. Hal ini juga dimaksudkan bahwa deposito adalah produk investasi yang menguntungkan, selain pada obligasi, saham dan juga emas. Walaupun demikian hal yang perlu anda ingat adalah suku bunga yang telah ditetapkan. Maka bunganya harus disesuaikan dengan kebijakan lembaga penjamin simpanan.

5. Risiko rendah

Deposito disebut sebagai produk simpanan, yang memiliki risiko yang rendah. Karena deposito memiliki jaminan LPS dengan beberapa syarat tertentu. Dan Bank yang dipilih adalah Bank yang tercatat sebagai anggota LPS. Jaminan dari LPS itu akan berlaku jika deposito yang dijaminkan jumlahnya kurang dari Rp.2 milyar. Dengan suku bunga maksimal 7,5%. Jika anda memiliki deposito dengan nilai lebih dari 2 milyar, atau jumlah bunganya melewati batas presentase maka LPS tak akan menjamin dana deposito milik anda.

Baca Juga :  Kebijakan Moneter : Pengertian, Jenis dan Fungsinya Lengkap

6. Deposito sebagai jaminan

Deposito juga tergolong ke dalam salah satu aset yang dapat dijaminkan untuk pinjaman ke Bank. Tetapi tidak semua Bank mau dan bersedia menerima jaminan dalam bentuk deposito. Walaupun begitu jaminan deposito dapat menjadi alternatif jaminan, selain aset yang biasa seperti misalnya tanah dan rumah.

7. Produk kena pajak

Deposito juga termasuk produk kena pajak, sehingga keuntungan yang anda terima harus dipotong pajak terlebih dahulu yang besarnya mencapai 20%.

Cara Menghitung Keuntungan Pada Bunga Deposito

 

Keuntungan bunga deposito= suku bunga deposito x nominal uang yang ditanamkan x hari/365
Pajak deposito= Tarif pajak x bunga deposito
Pengembalian Deposito= Nominal Investasi + (Bunga deposito – Pajak)

 

Cara lainnya yang dapat anda gunakan dalam menghitung bunga deposito adalah dengan membagi dana, menjadi beberapa produk deposito dalam jangka waktu yang berbeda. Dengan strategi tersebut anda bisa mendapat keuntungan yang lebih, yaitu dengan mendapat uang tunai yang lebih cepat dan bebas dari penalti. Karena jangka panjang pada tingkat suku bunga relatif akan lebih baik, dan terdapat kesempatan dalam meningkatkan tingkat suku bunga yang tinggi. Karena dianggap sebagai investasi yang berulang. Faktor lainnya yang harus anda lakukan dalam menentukan keuntungan dari deposito adalah faktor inflasi.

Menetapkan Arah Dalam Mengambil Deposito

Anda juga harus menentukan arah dan tujuan dalam menentukan plus dan minuslnya deposito. Jangka panjang yang seharusnya dipilih sebagai salah satu langkah dalam menetapkan tujuan anda adalah dengan memilih deposito. Jika investasi adalah tujuannya maka ada beberapa hal yang harus anda perhatikan kembali.

Bukan hanya menentukan jangka waktunya, tetapi anda juga harus menentukan jenis depositonya. Misalnya pada jenis deposito yang berjangka, yang sangat sesuai bagi anda yang tidak ingin terjebak di dalam suku bunga yang rendah. Yang kedua adalah jenis deposito liquid atau on call. Yang cocok untuk anda yang memiliki kekhawatiran bila sewaktu-waktu anda membutuhkan dana, secara tiba-tiba. Lalu bandingkan suku bunga antar Bank.

Baca Juga :  Kebutuhan Pada Manusia : Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya Lengkap

Sesudah anda menemukan Bank yang dipilih, ada baiknya anda sudah memiliki dana yang besar. Kemudian pisahkan dana itu ke dalam beberapa bentuk produk investasi, dengan jangka waktu yang berbeda-beda.

Jika anda masih bingung memilih Bank mana yang akan anda pilih, anda bisa memilih Bank dengan reputasi terbaik. Anda tetap harus berhati-hati pada Bank yang menawarkan tingkat suku bunga yang tinggi. Karena hal itu bisa menjadi hal yang krusial ketika anda mengalami masalah yang tidak terduga, terkait dengan deposito yang anda miliki.

Demikian penjelasan lengkap mengenai pengertian deposito, dengan ciri khas, cara menghitung dan  cara menetapkan arah saat memilih deposito. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :