Ekosistem Buatan dan Contohnya Lengkap

2 min read

Ekosistem Buatan dan Contohnya Lengkap

Pengertian Ekosistem Buatan – Ekosistem adalah keseluruhan komunitas biotik di area lingkungan abiotik. Ekologi ekosistem menekankan pada pergerakan energi dan nutrient (bahan-bahan kimia) diantara komponen biotik dalam suatu ekosistem. Semua organisme yang hidup dan lingkungannya saling memengaruhi satu sama lain. Ekosistem dibagi menjadi dua yaitu daratan dan perairan. Hutan adalah ekosistem daratan, dan sungai adalah ekosistem air tawar. Pengelompokkan menurut cara terbuatnya yaitu ekosistem alami dan buatan. Contohnya hutan, samudera, sungai. Sedangkan ekosistem buatan adalah suatu lingkungan yang diciptakan manusia dan memenuhi kriteria untuk menjadi sebuah ekosistem, contohnya kolam ikan, taman, perkotaan.

Karakteristik Ekosistem Buatan

  1. Keragaman spesies serta komposisi lingkungannya lebih sedikit dibanding ekosistem alami. Spesies yang kurang disukai akan hilang perlahan.
  2. Ekosistem buatan dibuat dengan tujuan tertentu. Sistem buatan ini lebih rapuh dan rentan pada kegagalan karena kurangnya keberagaman, dan tergantung pada campur tangan manusia.
  3. Ekosistem buatan juga lebih produktif bila dilihat dari kepentingan manusia. Contohnya peningkatan hasil perkebungan karena teknik kultivasi dan teknik cloning, peningkatan hasil susu karena penerapan sistem peternakan baru, merupakan beberapa contoh untuk meningkatkan produktivitas dari suatu ekosistem dengan campur tangan manusia.
  4. Ekosistem buatan yang berkelanjutan bisa meningkatan kapasitas rezeki untuk penduduk di area tertentu, serta memungkinkan perluasan tempat tinggal manusia.
  5. Ekosistem buatan tergantung pada hukum alam. Manusia bertindak sebagai penemu, tetapi bukan sebagai pembuat hukum alam. Proporsi serta kecepatan interaksi ekologi yang dapat dikontrol oleh manusia dalam menciptakan beragam keuntungan untuk manusia. Sehingga terkadang ekosistem buatan disebut dengan semi buatan.
Baca Juga :  Percobaan Sachs : Pengertian, Sejarah, Teori, Tujuan dan Laporannya Lengkap

Rantai Makanan

Secara sederhana pengertian rantai makanan adalah kejadian makhluk hidup yang memakan makhluk lainnya. Hal ini terjadi setiap tingkat organisasi makhluk hidup dari makhluk hidup satu sel seperti alga, jenis plankton, sampai makhluk hidup terbesar seperti ikan paus membutuhkan makanan untuk hidup.

Organisme di dalam rantai makanan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, yang disebut dengan tingkatan trophic. tingkatan ini dibagi menjadi 3 kategori, yaitu produser (tingkat trophic pertama), konsumen ( tingkat trophic kedua, ketiga, dan keempat), dan decomposer. Berikut penjelasannya :

  • Produsen/autotrof. Adalah makhluk hidup yang bisa membuat makanannya sendiri. Makhluk ini menduduki tingkat pertama dalam rantai makanan. Biasanya autotrof merupakan tanaman atau organisme sel. Seluruh autotrof menggunakan proses fotosintesis dalam menghasilkan makanan, dengan bantuan sinar matahari, karbondioksida dan air.
  • Konsumen. Bisa berupa karnivora (hewan yang memakan hewan lain) atau omnivore (hewan yang memakan tumbuhan dan hewan lainnya). Omnivore ini mirip dengan manusia, karena mengkonsumsi berbagai macam makanan. (baca juga: Ciri-ciri hewan karnivora, herbivora dan omnivore).
  • Detritivores dan decomposer. Adalah bagian terakhir dari rantai makanan. Detritivores juga merupakan organisme pemakan hewan dan tumbuhan yang sudah mati. Misalnya cacing tanah. Decomposer seperti jamur dan bakteri yang melengkapi rantai makanan. Mereka menguraikan sampah organik, dan mengembalikan nutrient ke tanah atau samudera untuk kembali digunakan oleh autotrof.

Contoh Ekosistem Buatan

Ekosistem Kolam Ikan

Tujuan dari kolam ikan ini adalah untuk produktivitas perikanan atau hanya sebagai hiasan saja. Komponen biotik dan abiotik dalam kolam ikan, umumnya yaitu :

  • Komponen biotik: lumut dan zooplankton (berperan sebagai produsen atau pembuat nutrisi/makanan), ikan, keong, kecebong, dan katak (bertindak sebagai konsumen), cacing (dapat berperan sebagai pengurai).
  • Komponan abiotik: air yang berfungsi sebagai media hidup biotik yang ada, tanah berfungsi sebagai dasar dari kolam tersebut, cahaya matahari berfungsi sebagai sumber energi dan membantu proses pembuatan makanan, udara berfungsi untuk pernapasan komponen biotik.
Baca Juga :  Metode Pertanian Terapung Solusi Mengatasi Banjir

Ekosistem Perkebunan

Tujuan diciptakannya perkebunan yaitu untuk meningkatkan hasil sayur dan buah untuk kepentingan manusia. Komponen ekosistem perkebunan yaitu :

  • komponen biotik : lumut, rumput, tanaman kebun seperti berbagaimacam buah dan sayur (berperan sebagai produsen atau pembuat nutrisi/makanan), jamur, lalat, nyamuk, semut, ulat, kupu-kupu (baca: fungsi kupu-kupu pada bunga), belalang, burung (berperan sebagai konsumen), cacing dan mikroorganisme lainnya dalam tanah (berperan sebagai detritivor).
  • Komponen abiotik : tanah, batu, air, cahaya, dan udara.

Ekosistem Sawah

Sawah dibuat untuk menumbuhkan serta membudidayakan padi dan tanaman yang lainnya. Ada beragam sistem penanaman padi, secara umum yaitu :

  • Komponen biotik : padi sebagai tanaman primer; rumput dan gulma lainnya sebagai tanaman sekunder; burung, tikus, katak, dan beberapa serangga sebagai hama (baca juga: cara mencegah hama); terkadang ditemukan ular sawah sebagai predator tikus dan katak; cacing dan mikroorganisme lainnya dalam tanah (berperan sebagai detritivor).
  • Komponen abiotik : tanah, batu, air, cahaya, dan udara.

Ekosistem Kebun Binatang

Tujuan tempat ini adalah sebagai sarana edukasi untuk mengenal jenis-jenis hewan dan binatang, atau sebagai tempat penangkaran hewan yang dilindungi. Ada banyak hewan di sini, meliputi hewan air, darat dan udara yang semuanya dipelihara di dalam kandang yang baik. Komponen ekosistem kebun binatang terdiri dari :

  • Komponen biotik : berbagaimacam hewan air, darat dan udara; pohon, rumput, lumut, sebagai pelengkap habitat hewan-hewan tersebut agar kandangnya menyerupai habitat aslinya.
  • Komponen abiotik : tanah, batu, air, cahaya, dan udara.

Demikian Pengertian Ekosistem Buatan yang meliputi karakteristik, rantai makanan dan contohnya secara lengkap. Semoga artikel ini membantu anda, dan dapat menambah pengetahuan anda. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :