Hukum Internasional : Pengertian, Asas-Asas, Kaidah, Dan Bentuknya Lengkap

Posted on

Hukum Internasional : Pengertian, Asas-Asas, Kaidah, Dan Bentuknya Lengkap

Hukum Internasional – Adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas dengan skala internasional. Yang awalnya hanya diartikan sebagai perilaku serta hubungan antar negara saja. Tetapi di dalam perkembangannya, pola hubungan internasional yang semakin kompleks lalu mulai meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi internasional serta di batas tertentu, perusahaan mulitinasional dan juga individu.

Hukum Internasional

Kaidah Hukum Internasional

Kaidahnya yaitu hukum yang berkaitan dengan organisasi serta lembaga internasional yang mengatur hubungan satu sama lain, dan hubungan dengan beberapa negara serta individu. Beberapa kaidah hukum berkaitan dengan individu dan juga badan non negara sejauh hak dan kewajibannya individu, serta non negara itu penting bagi warga internasional.

Asas-Asas Hukum Internasional

Asas Teritorial

Adalah asas yang berdasar pada kekuasaan negara atau daerah dan wilayahnya. Suatu negara juga dapat melaksanakan hubungan untuk setiap orang, atau barang yang ada di wilayahnya. Tapi bagi setiap orang atau barang yang ada di wilayahnya. Tapi bagi setiap orang atau barang yang ada di luar wilayahnya akan diberlakukan hukum asing yang penuh dengan skala internasional.

Artinya hukum di suatu wilayah hanya berlaku di wilayah tersebut. dan bila berada di luar wilayah akan diberlakukan hukum yang berbeda. Yang dalam hal ini berarti ialah hukum internasional.

Baca Juga :  Ideologi Komunisme - Pengertian, Sejarah, Tokoh, Sistem Ekonomi Dan Cirinya Lengkap

Asas Kebangsaan

Adalah asas yang diberlakukan oleh negara bagi setiap warganya. Artinya untuk setiap warga negara di manapun keberadaannya seperti di negara asing, akan tetap mendapat perlakuan hukum yang berlaku di negara asalnya.

Misalnya seseorang melakukan tindakan pidana/kriminal di negara asing, maka akan tetap dikenakan hukum dari negara mana ia berasal. Karena asas ini mempunyai kekuatan ekstratorial.

Asas Kepentingan Umum

Adalah asas yang didasarkan pada kewenangan negara dalam melindungi serta mengatur kepentingan, di dalam hidup masyarakat. Yang dalam hal ini negara bisa menyesuaikan diri dengan seluruh keadaan dan juga peristiwa yang berhubungan dengan kepentingan umum, sehingga hukum itu tak terikat pada batas wilayah di suatu negara.

Di dalam pelaksanaan hukum internasional, dikenal beberapa asas hukum antara lain :

  1. PACTA SUNT SERVANDA. Yaitu asas hukum yang menyatakan bahwa setiap perjanjian menjadi hukum yang mengikat, untuk setiap pihak yang melakukan perjanjian. Hal ini ada pada pasal 26 Konvensi WINA tahun 1969.
  2. EQUALITY RIGHTS. Adalah negara yang mempunyai hubungan atau yang saling mengadakan hubungan yang mempunyai kedudukan yang sama di bawah hukum.
  3. RECIPROSITAS /Asas Timbal Balik. Tindakan yang bisa dibalasa setimpal oleh suatu negara pada negara lainnya, baik yang bersifat negatif atau positif.
  4. Adalah setiap negara yang bersangkutan harus saling menghormati serta saling menjaga kehormatan negaranya satu sama lain.
  5. REBUS SIC STANTIBUS. Adalah asas yang fungsinya untuk memutuskan perjanjian sepihak bila terdapat perubahan yang mendasar/fundamental dalam keadaan, yang bertalian dengan perjanjian internasional yang sudah disepakati.

Bentuk Hukum Internasional

Terdapat beberapa bentuk perwujudan atau pola perkembangan yang khusus berlaku di suatu bagian dunia tertentu tentang hukum ini. Yaitu :

Baca Juga :  Etika Ekonomi : Pengertian Dalam Distribusi Barang dan Jasa

Hukum Internasional Regional

Bentuk ini hanya berlaku/terbatas daerah lingkungan berlakunya. Contohnya adalah Hukum Internasional Amerika / Amerika Latin, yaitu konsep landasan kontinen (Continental Shelf) dan konsep perlindungan kekayaan hayati laut (conservation of the living resources of the sea) yang pada awalnya tumbuh di Benua Amerika sehingga menjadi hukum Internasional Umum.

Hukum Internasional Khusus

Adalah hukum internasional yang berbentuk kaidah yang khusus yang berlaku di beberapa negara tertentu, seperti Konvensi Eropa mengenai HAM yang menjadi cerminan keadaan, kebutuhan, taraf perkembangan dan tingkat integritas yang berbeda-beda dari bagian masyarakat yang berlainan.

Perbedaan diantara keduanya terletak pada pertumbuhannya. Yang “regional” tumbuh melalui hukum kebiasaan, sedangkan yang “khusus” tumbuh melalui perjanjian Internasional multilateral.

Subjek Hukum Internasional

  1. Negara
  2. Individu
  3. Tahta Suci / Vatican
  4. Palang Merah Internasional
  5. Organisasi Internasional

Sebagian Ahli menyatakan bahwa pemberontak juga termasuk bagian dari subjek hukum internasional.

Sumber Hukum Internasional

Sumber hukum bisa dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :

  1. Sumber hukum materil, yaitu segala sesuatu yang membahas dasar berlakunya hukum suatu negara.
  2. Sumber hukum formal, yaitu sumber darimana kita mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan hukum internasional.

Menurut pasal 38 Piagam Mahkamah Internasional, sumber hukum formal terdiri dari :

  1. Perjanjian Internasional (Traktat).
  2. Kebiasaan-kebiasaan internasional yang terbukti dalam praktek umum dan diterima sebagai hukum.
  3. Asas-asas umum hukum yang diakui oleh negara-negara beradab.
  4. Yurisprudency, yaitu keputusan hakim hukum internasional yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.
  5. Doktrin, yaitu pendapat para ahli hukum internasional.

Demikian pembahasan tentang hukum internasional yang meliputi pengertian, asas, kaidah dan bentuknya lengkap. Semoga artikel ini berguna bagi anda dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda dalam bidang hukum.

Baca Juga :  Pengertian Ekstensifikasi, Diversifikasi dan Intensifikasi Serta Cara Meningkatkan Hasil Produksi

Baca Juga :