Inflasi : Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, Contoh, Teori, Indikator, Cara Mengatasi, Cara Menghitung Dan Lajunya Lengkap

6 min read

Inflasi : Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, Contoh, Teori, Indikator, Cara Mengatasi, Cara Menghitung Dan Lajunya Lengkap

Materi Inflasi – Pada umumnya arti inflasi adalah kondisi perekonomian yang dimana harga dari berbagai macam barang mengalami kenaikan terus menerus, dalam jangka waktu yang panjang. Inflasi adalah penyebab utama dari menurunnya mata uang dengan kontinu.

Menurut Ahli

Parkin dan Bade

Inflasi adalah pergerakan tingkatan harga menjadi ke atas. Hal itu berhubungan dengan harga yang sering disebutkan dengan berapa jumlah uang untuk memperoleh barang itu.

Marcus

Inflasi adalah nilai dari suatu harga barang/jasa yang sedang mengalami kenaikan.

Rahardja

Inflas adalah kecenderungan harga yang bergerak meningkat dan secara terus menerus suatu harga secara umum. Ketika harga dari sebagian barang secara umum sedang mengalami kenaikan itulah yang disebut dengan inflation.

Bambang dan Aristanti (2007)

Inflasi adalah proses kenaikan harga secara umum dan terus menerus. Terjadinya inflation ini akan membuat daya beli masyarakat menurun. Karena di dalam inflation akan terjadi penurunan tingkat pendapatan setiap individu.

Penyebab Inflasi

Secara umum inflation terjadi karena adanya kenaikan pada permintaan dan biaya produksi yang juga tinggi, dan hal itu berlangsung terus menerus. Faktor penyebab terjadinya inflasi yaitu :

1. Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation)

Adanya kenaikan pada permintaan barang dan jasa yang terjadi secara aregrat/menyeluruh. Hal itu disebabkan oleh :

  • Meningkatnya jumlah belanja pemerintah
  • Meningkatnya jumlah permintaan barang untuk diekspor
  • Meningkatnya jumlah permintaan barang untuk swasta

2. Meningkatnya Biaya Produksi (Cost Pull Inflation)

Inflasi juga terjadi karena meningkatnya biaya produksi. Yang disebabkan oleh naiknya harga bahan baku. Contohnya :

  • Harga bahan bakar naik
  • Upah buruh naik

3. Tingginya Peredaran Uang

Faktor ini bisa menyebabkan terjadinya inflation adalah beredarnya uang yang berlebih, yang diperlukan dalam masyarakat. Saat jumlah barang yang diminta tetap, sedangkan uang yang beredar jumlahnya membludak, maka hal itu bisa menjadikan barang dan jasa naik 100%. Peredaran uang berlebih itu bisa disebabkan oleh pemerintah yang menerapkan sistem anggaran defisit.

Yang dimana sistem itu mengatasi kekurangan anggaran dalam mencetak uang yang baru. Sehingga jumlah yang beredar di masyarakat pun semakin meningkat dan akhirnya menyebabkan terjadinya inflasi.

Jenis-jenis Inflasi

1. Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Berdasarkan tingkat keparahannya, inflasi dibagi menjadi :

Inflasi Ringan

Adalah inflation yang belum mengganggu kegiatan ekonomi negara dan mudah dikendalikan. Cirinya yaitu ada kenaikan harga dari barang/jasa secara umum. Yaitu di bawah 10% / tahun dan masih dapat dikendalikan.

Baca Juga :  Pendapatan Nasional : Pengertian, Komponen, Manfaat, Konsep Dan Metode Perhitungannya Lengkap
Inflasi Sedang

Adalah inflasi yang belum mengganggu kegiatan ekonomi negara, tetapi bisa menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang penghasilannya tetap. Cirinya inflasi ada di kisaran 10-30% per tahun.

Inflasi Berat

Adalah inflation yang menimbulkan kekacauan di dalam perekonomian suatu negara. Dengan keadaan ini, secara umum masyarakat lebih memilih untuk menyimpan barang dibanding menabung. Karena bunganya jauh lebih rendah dibanding nilai inflation.

Cirinya yaitu inflasi ada di kisaran 30-100% per tahun.

2. Inflasi Sangat Berat (Hyperinflation)

Adalah inflasi yang menimbulkan kekacauan di dalam perekonomian negara dan sangat susah untuk dikendalikan walaupun sudah menetapkan kebijakan moneter dan juga fiskal. Cirinya inflation sangat berat ada di kisaran 100% per tahun.

3. Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

Demand pull inflation

Adalah inflasi yang disebabkan oleh adanya permintaan barang/jasa yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang bisa dipenuhi oleh pihak produsen.

Cost push inflation

Adalah inflasi yang disebabkan karena adanya kenaikan biaya produksi hingga menyebabkan tingkat penawaran menjadi tinggi.

Bottle neck inflation

Adalah inflasi campuran yang disebabkan oleh beberapa faktor penawaran dan juga permintaan.

4. Inflasi Berdasarkan Sumbernya

Domestic inflation

Adalah inflasi yang sumbernya dari dalam negeri. Penyebabnya yaitu :

  1. jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan.
  2. menurunnya jumlah barang atau jasa namun permintaan tetap, sehingga harga mengalami kenaikan.
Imported inflation

Adalah inflation yang sumbernya dari luar negeri.

Penyebabnya yaitu :

Negara yang melakukan perdagangan bebas yang dimana kenaikan harganya terjadi di luar negeri. Contohnya China melakukan impor barang ke luar negeri. Namun, harga barang modal di negara tersebut naik, sehingga kenaikan tersebut akan mengakibatkan inflation bagi China.

Dampak Inflasi

1. Dampak Inflasi Terhadap Pendapatan

Ketika terjadi inflation lunak hal itu akan mendorong para pengusaha untuk memperluas produksinya, untuk meningkatkan perekonomiannya. Dampak negatifnya juga akan dirasakan oleh mereka yang memiliki penghasilan tetap. Karena nilai uangnya tetap sedangkan barang/jasanya meningkat.

2. Dampak Inflasi Terhadap Ekspor

  • Kemampuan ekspor dalam suatu negara akan menurun sebab biaya untuk ekspor akan jauh lebih mahal.
  • Daya saing barang ekspor juga akan mengalami penurunan, sehingga pada akhirnya pendapatan dari devisa pun juga berkurang.

3. Dampak Inflasi Terhadap Minat Menabung

Ketika terjadi inflation minat menabung pun akan berkurang. Karena pendapatan dari bunga tabungan juga akan mengecil. Sedangkan penabung harus membayar biaya administrasi tabungan. Secara umum, inflasi bisa menyebabkan menurunnya investasi di sebuah negara, mendorong kenaikan suku bunga, ketidakstabilan ekonomi, kegagalan pelaksanaan pembangunan, mendorong penanaman modal yang sifatnya spekulatif, defisit neraca pembayaran, serta merosotnya tingkat kehidupan sekaligus kesejahteraan masyarakat.

4. Dampak Inflasi Terhadap Kalkulasi Harga Pokok

Kondisi inflation juga akan menyebabkan perhitungan penetapan harga pokok menjadi susah karena bisa menjadikannya terlalu kecil atau terlalu besar. Presentasi inflation pada masa depan tak jarang tidak bisa diprediksi dengan tepat dan akurat.

Sehingga hal itu akan membuat dari penetapan harga pokok dan jual menjadi tak akurat. Bahkan pada kondisi tertentu, terjadinya inflation akan membuat produsen kesulitan dalam menjalankan tugasnya. Karena kekacauan ekonomi yang terjadi.

Baca Juga :  7 Ciri dan Contoh Orang Yang Kreatif Dalam Wirausaha

Contoh dampak inflasi

  • Contoh dampak positif Inflasi
  1. Peredaran atau perputaran barang akan lebih cepat.
  2. Produksi berabgai barang akan bertambah, sebab keuntungan pengusaha juga bertambah.
  3. Kesempatan kerja bertambah, sebab adanya tambahan investasi.
  4. Pendapatan nominal akan bertambah, namun riil berkurang, sebab kenaikan pendapatan kecil.
  5. Apabila inflation ringan, bisa meningkatkan pendapatan nasional serta membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan juga mengadakan investasi.
  • Contoh dampak negatif Inflasi
  1. Harga barang dan jasa akan naik.
  2. Nilai serta kepercayaan kepada mata uang akan berkurang.
  3. Menyebabkan munculnya tindakan spekulasi.
  4. Banyaknya proyek pembangunan yang macet atau terlantar.
  5. Kesadaran untuk menabung akan menurun.

Teori Inflasi

Terori Kuantitas

Semakin banyak uang yang beredar di masyarakat, maka berbagai harga barang dan jasa juga akan naik.

Teori Keynes

Inflasi bisa terjadi jika adanya golongan masyarakat yang ingin hidup melebihi batas kemampuan ekonominya, dalam membelanjakan barang dan jasa dengan berlebihan. Hal itu sesuai dengan hukum ekonomi, yang dimana “semakin banyak permintaan sementara penawaran tetap, maka harga-harga akan naik”.

Teori Struktural

Ketika produsen tak bisa mengantisipasi dengan cepat pada terjadinya kenaikan di permintaan, karena adanya pertambahan penduduk.

Indikator Inflasi

Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflation adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu akan menggambarkan pergeseran harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat. Penentuan barang dan jasa dalam keranjang IHK dilaksanakan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Kemudian pihak BPS akan mamantau perkembangan harga dari barang dan jasa itu secara bulanan di beberapa kota, pasar tradisional dan modern, pada beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.

Indikator inflation lainnya berdasarkan international best practice yaitu :

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)

Harga Perdagangan Besar pada sebuah komoditas adalah harga transaksi yang berlangsung diantara penjual dengan pembeli atau pedagang besar, lalu dalam jumlah yang besar di pasar pertama atas komoditas.

Deflator Produk Domestik Bruto (PDB)

Menunjukan pengukuran level harga barang akhir (final goods) serta jasa yang diproduksi pada sebuah ekonomi (negeri). Deflator PDB diperoleh dengan membagi PDB atas dasar harga nominal kepada PDB atas dasar harga konstan.

Cara Mengatasi Inflasi

Kebijakan Moneter

Seluruh kebijakan pemerintah di bidang moneter bertujuan untuk menjaga kestabilan moneter untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kebijakan ini mencakup :

  • Politik diskonto. Yaitu mengurangi jumlah uang yang beredar dengan menaikkan suku bunga bank, yang diharap mampu menurunkan permintaan kredit.
  • Menaikkan cadangan kas. Sehingga akan mengurangi jumlah uang yang diedarkan oleh bank umum.
  • Operasi pasar terbuka. Yaitu mengurangi jumlah uang yang beredar dengan menggunakan cara menjual SBI.
  • Kredit seletif. Polisi bank sentral akan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan menegaskan pemberian kredit.
  • Politik sanering. Politik yang dilaksanakan jika sudah sudah terjadi hiper inflation, hal tersebut pernah dilakukan Bank Indonesia pada tanggal 13 Desember 1965 di mana BI melakukan pemotongan uang dari Rp.1.000 menjadi Rp.1

Kebijakan Fiskal

  • Menaikkan tarif pajak, hal tersebut diharapkan mampu mengendalikan masyarakat spaya menyetor uang lebih banyak pada pemerintah sebagai pembayaran pajak, sehingga bisa menurunkan jumlah uang yang beredar.
  • Mengatur penerimaan sekaligus pengeluaran pemerintah.
  • Melakukan pinjaman pemerintah, contoh: pemerintah yang memotong gaji pegawai negeri sebesar 10% untuk ditabung, hal tersebut berlangsung dalam masa orde lama.
Baca Juga :  Indeks Harga : Pengertian, Tujuan, Macam, Ciri, Penyusunan Dan Metode Perhitungannya Lengkap

Kebijakan Non Moneter

  • Menaikan hasil produksi, pemerintah akan memberikan subsidi pada industri agar lebih produktif serta dapat menghasilkan barang yang lebih banyak. Hal itu akan menimbulkan penurunan harga terhadap barang.
  • Pengawasan harga, kebijakan pemerintah dalam menentukan harga maksimum untuk barang tertentu.
  • Kebijakan upah, pemerintah akan menghimbau serikat buruh untuk tidak meminta kenaikan upah saat tengah mengalami inflation.

Cara Menghitung Laju Inflasi

Untuk mengetahui tingkat harga secara makro, pada umumnya memakai pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Indeks (CPI). Indeks Harga Konsumen (IHK) didefiniskan sebagai suatu indeks harga dari biaya segolongan barang konsumsi dimana tiap-tiap barang dikasih bobot sesuai dengan proporsi belanja masyarakat untuk komoditi yang berkaitan.

Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah presentase yang dipakai guna menganalisis laju atau tingkat inflation. IHK juga merupakan indikator yang dipakai oleh pemerintah dalam mengukur inflation di negara Indonesia. GNP deflaktor merupakan rasio GNP nominal di tahun tertentu kepada GNP riil pada tahun selanjutnya.

Hal tersebut adalah ukuran inflation dari periode di mana harga dasar untuk perhitungan GNP riil dipakai hingga GNP yang sekarang. Perhitungan dengan cara ini melibatkan seluruh barang yang diproduksi.

Indeks Harga Produsen (IHP) tersebut juga mengukur harga barang yang dibeli oleh produsen yang di dalamnya termasuk bahan mentah dan juga barang setengah jadi.

Tak hanya itu, IHP juga dipakai dalam mengukur indeks harga pada awal distribusi.

Rumus menghitung IHK :

IHK = Pn/Po X 100

Diketahui:

Pn = Harga sekarang

Po = Harga di tahun dasar

Contoh soal :

Harga pada jenis barang tertentu di tahun 2005 sebesar Rp 10.000,00 per satu unit, sementara harga di tahun dasar Rp 8.000,00 per satu unit.

 

Maka indeks harga di tahun 2005 yaitu?

 

Jawab :

 

IHK = Rp 10.000,00 / Rp 8.000,00 x 100 = 125

Inflasi di Indonesia

Penyebab inflasi di Indonesia yaitu :

1. Peningkatan Kebutuhan

Perkembangan ekonomi yang cukup cepat akan meningkatkan harga properti sebesar 30%, yang nantinya akan berimbas pada peningkatan kebutuhan yang cukup tinggi.

2. Inflasi Dorongan Biaya

Peningkatan yang terjadi di biaya perusahaan akan berdampak juga pada konsumen. Faktor yang menyebabkan inflation dorongan biaya yaitu :

  1. Meningkatnya Upah
  2. Meningkatnya bahan baku
  3. Meningkatnya harga impor
  4. Meningkatnya pajak yang harus dikeluarkan

3. Mencetak Banyak Uang

Mencetak banyak uang artinya jumlah uang yang beredar di masyarakat juga banyak. karena jumlah uang yang beredar berperan dalam menentukan harga.

4. Meningkatnya Harga Rumah

Kenaikan harga rumah atau properti akan menimbulkan kenaikan inflasi secara tidak langsung. Ketika harga rumah naik, maka kekayaan seseorang juga naik jika rumah itu dijual. Dengan bertambahnya kekayaan, demand barang akan naik dan menimbulkan demand-pull inflation.

Sekian pembahasan mengenai Materi Inflasi mulai dari pengertiannya hingga laju inflasi di Indonesia lengkap. Semoga artikel ini membantu anda dalam memahami inflasi secara lengkap. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :