Isi Dasasila Bandung di Konferensi Asia Afrika (KAA) Tahun 1995

Posted on

Isi Dasasila Bandung Konferensi Asia Afrika (KAA) 1995 dan Dampaknya

Isi Dasasila Bandung di Konferensi Asia Afrika (KAA) Tahun 1995 – Seperti yang kita ketahui bahwa Konferensi Asia Afrika diadakan langsung oleh presiden Ir. Soekarno berada di dua lokasi di gedung Merdeka dan gedung Dwi Warna. Ketika konferensi berlangsung ada perbedaan yang membeku menjadi tiga kelompok. Diantaranya sebagai berikut:

  • Yang pertama, salah satu kelompok berpihak ke Barat beberapa negara tersebut adalah Filipina, Thailand, Pakistan, Irak, dan Turki.
  • Lalu yang kedua, kelompok komunis di antaranya negara Cina dan Vietnam Utara.
  • kemudian yang ke-tiga, kelompok yang tidak berpihak kemanapun alias netral diantaranya India, Burma, Sri Lanka, dan Indonesia.

Selain daripada itu beberapa negara lainnya tidak memiliki pendirian yang jelas. Jalannya konferensi sempat membuat suasana menjadi memanas ketika kelompok pro-Barat yang memang anti komunis mengkritik tajam kelompok komunisme. Akan tetapi, dapat di redakan setelah Chou En Lai dengan tenang memberikan penjelasan berupa jawaban ” We come here to seek common ground, not to create divergence. We come here to seek unity and not to quarrel.”

Wajar, jika pada suatu konferensi yang diikuti berbagai negara dengan macam-macam latar belakang serta ideologi, dengan tidak bisa dikelola dengan baik maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Sehingga Konferensi Asia-Afrika pun akhirnya berjalan lancar. Konfrensi ini mendapatkan hasil keputusan yang sangat fenomenal. Keputusan tersebut sering di dengar dengan istilah dasa sila Bandung.

Isi Dasasila Bandung

Dibawah ini merupakan isi dari Komunike Bersama Konferensi Asia Afrika 18–24 April 1955 atau yang umumnya disebut dengan Dasasila Bandung. Inti/tujuan dari dengan diadakannya Konferensi Asia Afrika di Bandung adalah pernyataan mengenai usaha memajukan perdamaian dunisa serta kerjasama didunia berdasarkan atas beberapa prinsip sebagai berikut :

  1. Menghormati hak-hak dasar manusia serta tujuan-tujuan dan asas-asas yang termuat dalam Piagam PBB.
  2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
  3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa besar maupun kecil.
  4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soal-soal dalam negeri negara lain.
  5. Menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian atau secara kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB.
  6. Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negaranegara besar. 2) Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain.
  7. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan kekuasaan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.
  8. Menyelesaikan segala perselisihan-perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrase atau penyelesaian hakim, ataupun lain-lain cara damai lagi menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan yang sesuai dengan Piagam PBB.
  9. Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama.
  10. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.
Baca Juga :  Nabi dan Rasul : Pengertian, Perbedaan serta Tugasnya Lengkap

Tidak hanya sebatas menghasilkan komunike bersama, Konferensi Asia Afrika pun menciptakan diplomat-diplomat ulung, yang mana oleh surat kabar Barat dinilai mampu berdiri sejajar dengan berbagai diplomat Barat sendiri. Mereka adalah Chou En Lai (Cina), Nehru dan Khrisna Menon (India), Kotelawala (Sri Lanka), U Nu (Burma), Carlos Romulo (Filipina), dan Wan Waithayakon (Thailand).

Dari hasil pikiran merekalah yang memiliki upaya perdamaian dunia agar terus digelorakan. secara perlahan peranan dari beberapa negara Asia Afrika mulai terlihat dalam konstelasi politik dunia.

Dampak Adanya Konferensi Asia Afrika

  1. Semakin berkurang memanasnya dan bahaya perang yang masih ada kaitannya dengan permasalahan Taiwan, setelah Chou En Lai (Cina) bersedia berunding dengan Amerika.
  2. Politik netral yang dijalankan oleh India, Indonesia, Burma, dan Sri Lanka mulai mendapat dukungan dari negara-negara yang terjepit di antara kepentingan Blok Rusia dan Blok Amerika. Misalnya Yugoslavia dan Austria.
  3. Keputusan KAA tentang penghapusan ras diskriminasi pun mulai bergema. Australia mulai menghapuskan White Australia Policy.
  4. Keputusan KAA untuk mendukung tuntutan Indonesia atas Irian Barat, menyebabkan paniknya Belanda karena Belanda harus menghadapi Blok Asia Afrika dalam persidangan PBB.

Demikianlah ulasan yang bisa kita bahas bersama di artikel kali ini tentang Isi Dasasila Bandung di Konferensi Asia Afrika (KAA) Tahun 1995 ini. Semoga dengan adanya ulasan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda semua. Terima kasih sudah membaca ulasan ini semoga bermanfaat.