Lembaga Sosial : Pengertian, Jenis, Fungsi, Ciri Dan Karakter, Syarat Dan Contohnya Lengkap

6 min read

Lembaga Sosial : Pengertian, Jenis, Fungsi, Ciri Dan Karakter, Syarat Dan Contohnya Lengkap

Lembaga Sosial – Adalah lembaga yang diciptakan/dibentuk yang tujuannya mulia dan berwujud untuk kepentingan masyarakat. Lembaga sosial merupakan lembaga yang berjalan tanpa mengharap harta/keuntungan. Lembaga sosial juga diartikan sebagai lembaga yang tujuannya untuk melancarkan dan memudahkan beragam aspek dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Kesimpulannya lembaga sosial adalah lembaga/organisasi baik yang resmi atau tak resmi yang diciptakan atau dibangun, dalam landasan sosial dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam masyarakat.

Peran lembaga sosial yaitu sebagai lembaga pembentuk, pemersatu, pendidik, penghukum, pemerintah, dan juga sekaligus pengayom masyarakat yang terdapat di sekitar lembaga social tersebut.

Menurut Para Ahli

  1. Menurut gagasan yang disampaikan oleh Roucek dan Warren, lembaga sosial adalah beragam pola yang sudah mempunyai posisi yang pasti/tetap yang tujuannya untuk menyatukan beragam kebutuhan manusia yang muncul dari kebiasaan, dengan mendapatkan persetujuan dengan beragam cara yang tak terelakkan lagi. Untuk memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat dan menghasilkan sebuah struktur.
  2. Menurut gagasan yang disampaikan oleh Alvin L. Bertrand, lembaga sosial sekumpulan/golongan dari beragam norma sosial yang sudah dibentuk/diciptakan agar dapat melaksanakan fungsi masyarakat dengan baik dan mudah. Beragam lembaga ini mencakup sekumpulan/segolongan norma dan bukan norma yang berdiri sendiri atau mandiri.
  3. Menurut gagasan yang disampaikan oleh Robert Mac Iver dan CH. Page , lembaga Sosial adalah keadaan atau beragam bentuk prosedur yang mapan yang menjadi ciri/karakteristik dalam aktivitas kelompok. Kelompok yang melakukan beragam patokan itu disebut asosiasi.
  4. Menurut gagasan yang disampaikan oleh W.G. Summer, lembga social adalah cita-cita, perbuatan, sikap serta berbagai perlengkapan kebudayaan, yang mempunyai sifat kekal dan memiliki tujuan guna memenuhi semua kebutuhan yang ada di dalam masyarakat. Yang penting dari lembaga sosial adalah agar ada keteraturan dan integrasi di masyarakat.

Jenis Lembaga Sosial

Lembaga Keluarga

Keluarga adalah satuan unit sosial terkecil di masyarakat dan menjadi institusi pertama yang dimasuki individu ketika pertama kali dilahirkan. Proses terciptanya keluarga secara umum terbentuk melewati perkawinan sah menurut agama, adat atau pemerintah. Berikut prosesnya :

  • Dimulai dengan terdapat interaksi antara pria dengan wanita.
  • Interaksi dilaksanakan secara berulang-ulang, kemudian menjadi hubungan social yang lebih intim sehingga berlangsunglah proses perkawinan.
  • Sesudah perkawinan, maka terciptalah bibit keturunan , dan selanjutnya terbentuk keluarga inti.

Lembaga Pendidikan

Menurut gagasan yang disampaikan oleh Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berhubungan dengan fungsi yang nyata (manifes). Berikut penjelasannya :

  • Mempersiapkan anggota masyarakat dalam mencari nafkah.
  • Mengembangkan keterampilan atau bakat seorang individu demi kepuasan pribadi serta untuk kepentingan masyarakat.
  • Melestarikan kebudayaan.
  • Menanamkan bakat atau keterampilan yang diperlukan untuk partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi dalam lembaga pendidikan yaitu :

  • Mengurangi kontrol atau pengendalian orang tua. Dengan pendidikan sekolah maka orang tua akan melimpahkan tugas dan wewenang dalam hal mendidik anak pada sekolah itu.
  • Memfalisitasi media untuk pembangkangan. Sekolah juga memiliki potensi dalam hal menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Biasanya kita lihat adanya paham yang berbeda antar sekolah dengan masyarakat tentang suatu hal, contohnya pendidikan seks dengan sikap terbuka.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharap dapat mensosialisasikan setiap anak didiknya, untuk menerima perbedaan prestise, privilese, serta status yang terdapat dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan bisa menjad mobilitas siswa pada status sosial yang lebih tinggi atau sesuai dengan status kedua orang tua.
  • Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah bisa melambatkan masa dewasa seseorang karena siswa bergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Baca Juga :  Pengendalian Sosial : Pengertian, Bentuk, Macam, Ciri, Fungsi, Tujuan, Tahapan, Proses, Lembaga, Dan Dampaknya Lengkap

Menurut pendapat dari David Popenoe, terdapat empat macam dari fungsi pendidikan, yaitu :

  • Mengajarkan dan memilih peranan sosial.
  • Sekolah akan mengajarkan corak kepribadian.
  • Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  • Sumber inovasi sosial.
  • Menjamin integrasi sosial.

Lembaga Ekonomi

Tujuan dan fungsi lembaga ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia untuk melanjutkan kelangsungan hidup di masyarakat. Fungsi dari lembaga ekonomi yaitu :

  • Memberikan pedoman mengenai cara pengupahan.
  • Memberikan pedoman mengenai harga jual beli barang.
  • Memberikan pedoman mengenai cara pemutusan hubungan kerja.
  • Memberikan pedoman guna melaksanakan pertukaran barang atau yang disebut juga dengan barter.
  • Memberikan pedoman tentang cara menggunakan tenaga kerja.
  • Memberikan pedoman guna memperoleh bahan pangan.
  • Memberikan identitas untuk masyarakat.

Lembaga Agama

Adalah sistem keyakinan/kepercayaan dan praktik keagamaan di masyarakat yang telah dirancang serta dirumuskan dan dibakukan. Fungsinya yaitu :

  • Digunakan sebagai patokan atau pedoman hidup.
  • Sebagai sumber kebenaran.
  • Pengatur tata cara hubungan manusia dengan manusia serta manusia dengan Tuhannya.
  • Tuntutan prinsip yang benar dan yang salah.
  • Pedoman pengungkapan perasaan kebersamaan di dalam agama yang diwajibkan untuk senantiasa berbuat baik kepada sesama.
  • Pedoman keyakinan manusia untuk selalu berbuat baik diikuti  dengan kepercayaan bahwa perbuatannya itu adalah kewajiban dari Tuhan serta percaya bahwa perbuatannya itu akan mendatangkan pahala, meski perbuatan yang dilakukan sederhana.
  • Pedoman tentang keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup di dunia merupakan ciptaan Tuhan semata.
  • Pengungkapan estetika manusia yang cenderung akan lebih menyukai keindahan sebab kecantikan atau keindahan adalah salah satu bagian dari jiwa manusia.
  • Pedoman yang digunakan untuk rekreasi dan hiburan. Dalam mencari kepuasan batin lewat rekreasi serta hiburan, tanpa melanggar kaidah agama yang ada.

Lembaga Politik

Adalah lembaga yang menangani seluruh masalah administrasi dan tata tertib umum demi mendapat ketentraman dan keamanan dalam masyarakat. Lembaga pembantu pada lembaga politik yaitu sistem hukum dan perundang-undangan, kepolisian, angkatan bersenjata, kepegawaian, kepartaian, serta hubungan diplomatik.

Fungsi lembaga politik yaitu :

  • Pelembagaan norma lewat Undang-Undang yang telah disebutkan oleh badan-badan legislatif.
  • Melakukan Undang-Undang yang sudah disepakati.
  • Menyelesaikan konflik yang tengah terjadi di antara para masyarakat yang berkaitan.
  • Menyelenggarakan pelayanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan yang lainnya.
  • Melindungi para masyarakat atau warga negara dari berbagai serangan bangsa lain.
  • Memelihara kesiapsiagaan atau kewaspadaan dalam menghadapi datangnya bahaya.

Lembaga Hukum

Fungsi dari lembaga hukum dalam perkembangan masyarakat yaitu :

  • Sebagai penentu alokasi wewenang dengan terperinci mengenai siapa yang melakukan penegakkan hukum, siapa yang harus menaatinya, serta siapa yang memilih sanksi yang tepat dan adil. Misalnya konsep hukum konstitusi negara.
  • Sebagai alat atau media penyelesaian sengketa. Contohnya persengketaan harta waris bisa cepat selesai dengan ketetapan hukum waris, yang sudah diatur dalam hukum perdata.
  • Sebagai media penggerak pembangunan. Serta yang mengikat dan memaksa dari hukum dapat digunakan atau didayagunakan untuk menggerakkan pembangunan. Hukum menjadi alat media/alat untuk membawa masyarakat ke arah yang lebih maju.
  • Sebagai alat untuk mengatur tata tertib di dalam hubungan masyarakat. Artinya hukum memiliki fungsi untuk menunjukkan mana yang baik dan buruk, sehingga semuanya dapat berjalan dengan tertib dan teratur.
  • Memelihara keterampilan/kemampuan masyarakat dalam hal menyesuaikan diri dengan keadaan hidup yang berubah-ubah, yaitu dengan cara merumuskan lagi beragam hubungan essensial diantara setiap anggota di masyarakat.
  • Menjadi sarana/media dalam mewujudkan keadilan sosial lahir dan batin. Karena hukum dapat memberi keadilan. Artinya bisa menentukan siapa yang salah, benar dan memaksa agar semua aturan dapat diikuti dan ditaati dengan ancaman sangsi untuk siapapun yang melanggarnya.
Baca Juga :  Nilai Sosial : Pengertian, Ciri, Sumber, Fungsi Dan Contohnya Lengkap

Lembaga Budaya

Adalah lembaga publik di sebuah negara yang perannya ada dalam pengembangan budaya, ilmu pengetahuan, lingkungan, seni, sertapendidikan pada masyarakat yang terdapat dalam suatu daerah atau negara. Fungsinya yaitu untuk melestarikan budaya yang ada di Indonesia.

Fungsi Lembaga Sosial

Menurut gagasan yang disampaikan oleh Soerjono Soekanto, lembaga sosial mempunyai beberapa fungsi, seperti :

  • Memberi pegangan/pedoman pada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap saat menghadapi beragam masalah yang timbul/berkembang di lingkungan masyarakat, termasuk yang berhubungan dengan hubungan pemenuhan kebutuhan.
  • Untuk menjaga kelengkapan/keutuhan masyarakat yang berhubungan.
  • Memberi pada masyarakat untuk melakukan sistem pengendalian sosial, yaitu sistem pengawasan masyarakat pada anggotanya.

Menurut gagasan yang disampaikan oleh Horton dan Hunt, fungsi dari lembaga sosial dibagi menjadi dua, yaitu fungsi laten dan fungsi manifes, berikut penjelasannya :

  • Fungsi Laten atau fungsi terselubung adalah fungsi yang tak disadari atau tak dikehendaki atau jika diikuti akan dianggap sebagai hasil sampingan, dan biasanya tak bisa diterka atau diramalkan.
  • Fungsi Manifes atau fungsi nyata merupakan fungsi lembaga yang disadari serta telah diakui oleh seluruh anggota masyarakat.

Ciri dan Karakter

Menurut gagasan yang disampaikan oleh J.P Gillin di dalam karyanya yang berjudul “Ciri-ciri Umum Lembaga Sosial” (General Features of Social Institution) menjabarkan ciri dan karakter dari lembaga sosial seperti :

  1. Lembaga sosial adalah organisasi yang mempunyai berbagai pola/pemikiran dan perilaku yang terwujud dari berbagai aktivitas masyarakat dan hasilnya. Terdiri dari beragam aktifitas kebiasaan, tata kelakukan, serta beragam unsur kebudayaan lain yang tergabung dalam sebuah unit yang fungsional.
  2. Lembaga sosial merupakan himpunan dari norma yang berkisar pada kebutuhan pokok, maka sudah seharusnya lembaga ini dijaga dan dipelihara dengan baik.
  3. Lembaga sosial memiliki beberapa tujuan tertentu. Sama dengan lembaga yang lainnya.
  4. Ada banyak alat perlengkapan yang digunakan untuk meraih tujuan lembaga sosial. Misalnya rumah untuk lembaga keluarga dan juga masjid, gereja, pura, serta wihara untuk lembaga agama.
  5. Secara umum lembaga sosial ditandai dengan lambang/simbol tertentu. Lambang itu secara sistematis mengartikan tujuan dan fungsinya yang saling berhubungan. Misalnya incin kawin untuk lembaga perkawinan, bendera dan lagu kebangsaan untuk negara, dan juga seragam sekolah serta badge (lencana) untuk sekolah.
  6. Lembaga sosial juga memiliki tradisi tertulis dan tak tertulis yang merangkai tujuan, tata tertib, dan yang lainnya. Misalnya izin kawin serta hukum perkawinan untuk lembaga perkawinan.
Baca Juga :  Pengertian Komunitas : Arti, Manfaat, Jenis, dan Contohnya Lengkap

Menurut seorang ahli sosial yang bernama John Conen ada sembilan ciri khas dan karakteristik sosial seperti :

  1. Setiap lembaga sosial memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.
  2. Setiap lembaga sosial memilki nilai pokok yang bersumber dari anggotanya.
  3. Terdapat berbagai macam pola perilaku yang bersifat permanen dan sudah menjadi bagian dari tradisi kebudayaan yang ada. Dan hal itu disadari juga oleh anggotanya.
  4. Ada rasa saling ketergantungan antar lembaga sosial di masyarakat, perubahan lembaga sosial satu yang bisa mengakibatkan perubahan pada lembaga sosial yang lainnya.
  5. Walaupun saling bergantung antar lembaga sosial, tetapi setiap lembaga dirangkai serta diorganisir dengan sempurna di sekitar rangkaian pola, norma, nilai, serta perilaku yang diharapkan.
  6. Biasanya beragam ide lembaga sosial bisa diterima di masyarakat terlepas dari ikut atau tidaknya mereka dalam berpartisipasi.
  7. Suatu lembaga sosial memiliki bentuk tata krama dalam berperilaku.
  8. Setiap lembaga sosial memiliki beragam simbol kebudayaan tertentu.
  9. Suatu lembaga sosial memiliki paham ideologi sebagai dasar atau landasan untuk orientasi kelompoknya.

Menurut pendapat dari Gillin dan Gillin, karakteristik dari lembaga sosial adalah sebagai berikut :

  1. Sebuah organisasi dari beragam pola pemikiran serta pola perilaku yang terwujud lewat aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
  2. Memiliki level atau tingkat kekekalan tertentu.
  3. Memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu.
  4. Memiliki beragam alat perlengkapan untuk mencapai tujuan.
  5. Memiliki lambang atau simbol.
  6. Memiliki tradisi tertulis maupun tidak tertulis.

Syarat Lembaga Sosial

Menurut gagasan yang disampailan oleh Koentjaraningrat aktivitas manusia ataupun aktivitas kemasyarakatan untuk menjadi lembaga sosial harus bisa memenuhi syarat-syarat tertentu. Berikut persyaratannya :

  1. Tata kelakuan baku, yang bisa berwujud norma dan adat istiadat yang berlaku serta hidup dalam ingatan atau secara tertulis.
  2. Kelompok manusia yang melakukan aktivitas bersama sering kali saling terhubung menurut sistem norma yang berlaku.
  3. Pusat aktivitas yang tujuannya untuk memenuhi beberapa kompleks kebutuhan tertentu, yang dilandasi sekaligus dipahami oleh kelompok tersebut.
  4. Mempunyai peralatan dan perlengkapan.
  5. Sistem aktivitas harus disadarkan serta dibiasakan pada kelompok yang berhubungan di suatu masyarakat dalam jangka waktu yang lama.

Contoh Lembaga Sosial

Ada banyak sekali lembaga sosial sekarang ini. Lembaga ini membagi masyarakat pada beberapa kelompok yang berbeda, karena setiap kelompok masyarakat memiliki pemahaman yang berbeda tentang sesuatu.

Contohnya yayasa pendidikan. Yang merupakan lembaga sosial di bidang pendidikan dan disebut dengan lembaga pendidikan. Ada banyak yayasan pendidikan yang tersebar, yang juga kemudian mendirikan sekolah dengan tata tertib dan cara mengajar yang sudah ditetapkan serta dilandasi oleh visi misi yayasan tersebut.

Contoh dari lembaga agamadiantaranya adalah sebagai berikut:

  • Islam: Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Kristen: Persekutuan Gereja-Gereje Indonesia (PGI)
  • Katolik: Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)
  • Buddha: Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI)
  • Hindu: Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)

Demikian pembahasan mengenai lembaga sosial di Indonesia, yang meliputi pengertian, jenis, fungsi, ciri dan karakter, syarat serta contohnya secara lengkap. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi yang tepat bagi anda yang mempelajari tentang lembaga sosial. Dan semoga bisa memberi manfaat.

Baca Juga :