Metamorfosis Kupu-Kupu : Pengertian, Penjelasan Dan Prosesnya Lengkap

Posted on

Metamorfosis Kupu-Kupu, Penjelasan, Dan Prosesnya Lengkap

Metamorfosis Kupu-Kupu – Metamorfosis adalah suatu proses pertumbuhan yang terjadi pada hewan, yang melibatkan perubahan struktur fisik sejak menetas sampai dewasa. Perubahan dari waktu ke waktu ini terlihat sangat berbeda. Perbedaan itu terjadi karena terdapat perubahan dan diferensial sel dengan cara yang radikal. Bahkan diantara satu tahapan pertumbuhan organisme tersebut, hampir terlihat seperti dua organisme yang tak memiliki hubungan.

Metamorfosis Kupu-Kupu

Tak semua hewan mengalami metamorfosis, hanya hewan-hewan tertentu saja seperti misalnya katak, tunicata, crustacea, mollusca, echinodermata, dan beberapa serangkaian. Salah satu jenis serangga yang mengalami proses metamorfosis adalah kupu-kupu. Semua orang tahu hewan cantik satu ini, bahkan banyak orang yang sengaja menangkap kupu-kupu untuk dipelihara.

Jika ingin memelihara kupu-kupu, anda tak perlu menangkapnya. Anda hanya cukup menanam bunga saja, karena kupu-kupu yang cantik akan datang sendiri ke arah bunga untuk memperoleh makanan. Berikut ini penjelasan lengkap tentang metamorfosis kupu-kupu, lengkap dengan tahapannya.

Metamorfosis Sempurna Kupu-kupu

Tahukah anda bahwa ulat merupakan salah satu bagian dari metamorfosis kupu-kupu? Metamorfosisi kupu-kupu berbeda dengan metamorfosis yang terjadi pada jenis hewan yang lainnya. Karena pada kupu-kupu, prosesnya jauh lebih panjang sehingga disebut dengan jenis metamorfosis sempurna.

Metamorfosis kupu-kupu dimulai dari fase telur, ulat, kepompong, lalu terbentuklah kupu-kupu yang cantik dan indah. Berikut penjelasan lengkapnya :

Fase Telur

Mungkin anda pernah melihat telur kupu-kupu pada daun, yang bentuknya bulat, kecil, dan berwarna putih. Kupu-kupu tidak akan bertelur sembarangan, dan mereka akan memilih daun yang mereka sukai. Setiap kupu-kupu memiliki daun kesukaannya masing-masing, dan mereka akan bertelur pada daun tersebut. karena jika nanti telurnya menetas maka mereka akan bisa langsung mendapatkan makanan.

Baca Juga :  Mengenal Sistem Kemih Pada Manusia Dan Proses Pembentukan Urine Lengkap

Kupu-kupu biasanya akan menaruh telurnya di bagian bawah, atau ujung daun. Hal ini dilakukan supaya telur bisa terlindungi dari gangguan yang muncul dari luar. Telur-telur itu akan bertahan antara 3-5 hari sebelum akhirnya menetas, mereka juga akan menetas dengan cara membuat lubang yang kecil yang ada pada kulit telur.

Fase Larva/Ulat

Larva adalah suatu fase yang dimana kupu-kupu masih dalam bentuk ulat kupu-kupu. Kebanyakan orang akan merasa tidak nyaman bila melihat ulat, entah karena jijik atau yang lainnya. Dan orang-orang juga biasanya tidak suka dengan jenis ulat yang merusak tumbuhan. Saat menjadi ulat, mereka memang menjadi binatang pemakan daun. Dan proses pertumbuhan ulat memerlukan banyak makanan, itulah sebabnya kadang mereka bisa sampai merusak tanaman.

Pertumbuhan ular bisa dibilang sangat cepat, bahkan kadang ukuran tubuhnya akan melebihi kulitnya sehingga mereka harus mengalami proses ganti kulit. Berganti kulit ini ternyata tidak hanya dialami oleh ular saja. Karena ulat juga bisa berganti kulit sekitar 4-6 kali. Pergantian kulit pada ulat dinamakan molting. Sesudah ukurannya maksimal, barulah mereka akan mencari tempat untuk berlindung agar mereka bisa berubah menjadi kepompong.

Fase Kepompong (Pupa)

Sesudah menjadi ulat mereka pun akan mencari tempat dan juga daun yang cocok, untuk membungkus diri. Biasanya warna dari kepompong ini hijau atau coklat. Tujuannya adalah untuk menyamarkan diri dari lingkungan yang ada di sekitarnya. Saat diamati dari luar, hewan ini seperti sedang bertapa tapi sebenarnya di bagian dalam sedang terjadi proses pembentukan diri untuk menjadi kupu-kupu.

Jika disentuh kepompong ini memiliki struktur kulit yang halus juga keras. Lama pembentukannya sendiri biasanya bergantung pada jenis spesiesnya sendiri, tapi jumlah rata-ratanya yaitu 7-20 hari. Setelah kurun waktu 7-20 hari, barulah mereka akan lanjut ke fase imago.

Baca Juga :  Pengertian Kesehatan Lingkungan Menurut Para Ahli Lengkap

Fase Kupu-Kupu (Imago)

Sesudah proses pembentukan diri sempurna, ulat itu akhirnya akan berubah menjadi kupu-kupu. Mereka mempunyai sayap dan bentuk tubuh yang indah. Biasanya sesudah keluar dari kepompong, sayap kupu-kupu akan terlihat basah, kusut, kecil dan kadang masih ditempeli dengan cangkang kepompong.

Cairan yang ada pada sayap kupu-kupu disebut dengan Hemolympah. Menurut sebuah penelitian Hemolympah pada sayap kupu-kupu ini fungsinya adalah untuk membentuk dan memperbesar tubuh dan juga sayap, yang ada pada kupu-kupu tersebut. untuk membantu proses pertumbuhan kupu-kupu supaya lebih maksimal, biasanya kupu-kupu yang baru masih harus merangkak untuk mencari nektar bunga.

Ketika sudah menjadi kupu-kupu maka jenis makanan dari organisme tersebut pun berubah. Saat menjadi ulat mereka akan memakan daun, dan saat sudah menjadi kupu-kupu mereka pun akan memakan nektar atau madu yang mereka dapat dari bunga.

Perilaku Kupu-Kupu

Kupu-kupu adalah jenis hewan yang aktif di siang hari, sehingga akan sangat sulit untuk menemukan kupu-kupu di malam hari. Sesudah berubah menjadi kupu-kupu, organisme ini pun bisa terbang. Tapi tak seperti burung, batas maksimal terbang mereka hanya sekitar 2-3 Meter saja.

Kupu-kupu juga terbang untuk mencari makan secara terpisah. Bila anda pernah melihat mereka bergerombol, artinya mereka sedang mengalami fase reproduksi. Pada fase ini, kupu-kupu jantan akan membuahi kupu-kupu betina yang akan bertelur dan membentuk organisme yang baru. Kupu-kupu juga biasanya akan memulai fase kawin atau reproduksi setelah 5-6 hari keluar dari kepompong.

Sekian pembahasan lengkap tentang metamorfosis kupu-kupu. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua, dan menambah wawasan serta pengetahuan anda.

Baca Juga :