Norma Sosial : Pengertian, Jenis, Tingkatan, Ciri, Fungsi Dan Peranannya Lengkap

Posted on

Norma Sosial : Pengertian, Jenis, Tingkatan, Ciri, Fungsi Dan Peranannya Lengkap

Norma Sosial – Norma adalah aturan hidup yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat. Yang menjadi unsur yang mengikat sekaligus juga pengendali manusia dalam tatanan kehidupan di masyarakat. Dengan ditaatinya aturan itu, maka kehidupan bermasyarakat akan lebih damai dengan tingkat toleransi yang tinggi.

Untuk mendukung tercapainya nilai yang dianut, tentu itu akan memerlukan norma yang menjadi aturan dalam hal berperilaku.

Pengertian Norma Sosial

Norma adalah sekumpulan pendapat tentang bagaimana seharusnya manusia bertingkah laku dan harus bertindak dengan pantas. Sehingga keharusan dan kepantasan itu menjadi kebiasaan sekaligus juga bisa diturunkan secara turun menurun. Hingga mewujudkan berbagai peraturan yang nyata dalam bergaulan hidup di masyarakat.

Pengertian norma sosial menurut para ahli yaitu :

  1. Pengertian norma menurut John J. Macionis adalah aturan dan harapan masyarakat yang memandu seluruh perilaku anggota masyarakat.
  2. Pengertian norma menurut Broom Dan Selznic adalah rancangan yang ideal dari perilaku manusia yang memberi batasan untuk anggota masyarakat, dalam mencapai tujuan hidup yang sejahtera.
  3. Pengertian norma menurut Antony Giddens adalah prinsip/aturan yang jelas, nyata dan konkret yang harus diperhatikan oleh setiap masyarakat.
  4. Pengertian norma menurut Bellebaum adalah alat untuk mengatur setiap individu di dalam masyarakat, supaya bertindak dan berperilaku sesuai dengan sikap dan keyakinan tertentu yang berlaku dalam masyarakat.
  5. Pengertian norma menurut E. Utrecht adalah segala himpunan petunjuk hidup yang mengatur beragam tata tertib, di suatu masyarakat/bangsa yang dimana peraturan itu harus ditaati oleh setiap masyarakat. Dan bila melanggar maka akan ada tindakan dari pemerintah.
  6. Pengertian norma menurut Soerjono Soekanto adalah suatu perangkat yang dimana hal itu dibuat supaya hubungan di suatu masyarakat bisa berjalan seperti yang diharapkan.
  7. Pengertian norma menurut AA. Nurdiaman adalah bentuk tatanan hidup yang berisi aturan dalam bergaul dalam masyarakat.
  8. Pengertian norma menurut Marvin E. Shaw adalah peraturan tentang segala perilaku manusia yang ditegakkan oleh anggota masyarakat, serta mengekalkan keselarasan tingkah laku yang seharusnya.
  9. Pengertian norma menurut Robert M.Z. Lawang adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu.
  10. Pengertian norma menurut T. Schaefer & Robert P. Lamn adalah standar dari perilaku yang lurus yang dipelihara oleh setiap masyarakat.
  11. Pengertian norma menurut Craig Calhoun adalah aturan/pedoman yang menyatakan mengenai bagaimana seseorang yang seharusnya bertindak di situasi tertentu.
  12. Pengertian norma menurut Isworo Hadi Wiyono adalah bentuk peraturan atau petunjuk hidup yang memberi acuan perbuatan, tentang mana yang boleh dilakukan dan perbuatan mana yang harus dihindari.
  13. Pengertian norma menurut Bagja Waluyo adalah wujud konkret dari suatu nilai yang menjadi pedoman yang berisi keharusan untuk individu/masyarakat dalam berperilaku.
  14. Pengertian norma menurut Han Kelsen adalah perintah yang tidak personal dan anonim.
  15. Pengerian norma menurut A. Ridwan Halim adalah seluruh peraturan baik tertulis maupun tak tertulis, yang intinya adalah peraturan yang berlaku yang menjadi acuan/pedoman yang harus ditaati oleh individu di dalam masyarakat.
Baca Juga :  Objek Kajian Sosiologi : Macam, Fungsi, Tujuan dan Hubungan Dengan Ilmu Lainnya Lengkap

Jenis Norma Sosial

Norma sosial bisa berupa lisan/tulisan. Yang seringkali digunakan untuk mengatur hubungan antar anggota masyarakat. Demi tercipta kehidupan yang ama, tertib dan damai. Norma sosial bisa dijadikan tolak ukur atau pedoman dalam masyarakat, untuk mendukung/menolak dalam hal pola perilaku bagi setiap anggota masyarakat.

1. Berdasarkan Sifat Resminya

Norma Tidak Resmi atau Non-formal

Norma sosial yang sifatnya tidak resmi atau non formal mempunyai arti bahwa norma tersebut dirancang atau dibentuk dengan tak jelas. Yang dimana pelaksanaannya pun tak diharuskan atau diwajibkan untuk masyarakat. Walaupun begitu, biasanya norma ini akan dipatuhi atau dilaksanakan oleh anggota masyarakat yang bersangkutan.

Karena norma itu tumbuh dan berkembang dengan kebiasaan hidup dalam kelompok masyarakat tersebut. norma tak resmi secara umum memiliki kekuatan untuk mengikat yang lebih besar dibanding norma yang sifatnya resmi.

Untuk masyarakat/individu yang melanggar norma itu pasti akan merasa malu/bersalah saat norma itu tak dilaksanakan. Berikut ini contoh norma tak resmi atau non formal :

  • Peraturan dalam adat istiadat.
  • Peraturan yang dibentuk di dalam suatu keluarga.
  • Larangan ataupun peraturan yang berlaku dalam lingkungan kehidupan masyarakat tertentu.

Norma Resmi atau Formal

Adalah norma sosial yang dirancang/dibentuk dengan sadar. Dan adanya kewajiban yang jelas serta tegas dalam pelaksanaannya, dan mengikat setiap anggota masyarakat. Secara umum norma resmi/formal ini menjadi bagian dari satu kesatuan hukum yang berkembang dan dimiliki oleh masyarakat.

Yang dimana norma ini disuguhkan lewat beragam proses sosialisasi dan pengumuman sosial. Contohnya :

  • UUD 1945
  • Perpu dan juga Perda
  • Surat Kepresidenan dan juga Surat Keputusan Pemerintah

2. Berdasarkan Daya Ikatnya

Cara atau Usage

Norma ini lebih merujuk pada bentuk perbuatan yang dilakukan secara pribadi/perorangan. Tapi juga tak dilakukan terus menerus dalam lingkungan hidup masyarakat. Norma sosial juga memiliki daya ikat yang lemah. Hingga tak adanya sangsi yang tegas bagi siapapun yang melanggar norma ini. Tapi biasanya mereka akan mendapat celaan/teguran dari orang lain.

Contohnya adanya larangan makan dengan menggunakan tangan kiri, berbicara ketika sedang makan, bersendawa selepas makan, makan mengeluarkan bunyi, dan yang lainnya.

Kebiasaan atau Folkways

Adalah perbuatan yang dilakukan terus menerus dan berulang dalam bentuk atau aksi yang sama. Yang dimana hal itu memberi bukti/aksi yang sama. Yang dimana hal itu membuktikan bahwa perbuatannya merupakan perbuatan yang bisa dianggap baik/benar oleh masyarakat.

Jenis norma ini menjurus pada petunjuk perbuatan tapi dengan daya ikat yang lemah. Kebiasaan ini juga bersifat positif/negatif, yang secara umum tak ada sangsi yang berat bagi individu yang memiliki kebiasaan negatif. Contohnya :

  • Memberikan reawrd atau penghargaan seperti hadiah untuk mereka yang dapat berprestasi dan membanggakan.
  • Kebiasaan dalam mengeluarkan bunyi pda waktu makan untuk mengekspresikan pendapatnya tentang makanan yang dimakan.
Baca Juga :  AFTA : Pengertian, Anggota dan Tujuannya Lengkap

Tata Kelakuan atau Mores

Adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat hidup di dalam kelompok masyarakat. Tujuannya yaitu untuk mengawasi perbuatan atau pola tingkah laku dari anggotanya dengan sadar. Fungsi dari jenis norma sosial ini adalah untuk membantu sekaligus membuat setiap anggota masyarakatnya memiliki perbuatan yang sesuai, dengan tatanan kelakukan dalam lingkungan masyarakat tersebut.

Contohnya :

  • Larangan untuk mencuri, merampok, maupun membunuh.
  • Larangan tentang menikahi kerabat dekat ataupun kerabat yang masih satu darah sebab dianggap tak lazim.

Adat Istiadat

Adalah serangkaian tata kelakukan yang kedudukannya lebih tinggi dari yang lainnya dalam hidup bermasyarakat. Adat istiadat juga bersifat kekal dalam berinteraksi dengan kuat pada setiap masyarakat yang memilikinya. Contohnya :

  • Pelanggaran atau adanya suatu tata cara dari pembagian harta warisan keluarga.
  • Pelanggaran atau adanya suatu peraturan dalam melakukan upacara-upacara adat atau tradisional.

Hukum

Adalah sekumpulan aturan yang ditunjukkan untuk seluruh anggota masyarakat yang di dalamnya berisi perintah, kewajiban, berbagai ketentuan, serta terdapat pula larangan yang mempunyai sanksi yang sangat beragam.

Contohnya :

  • Peraturan dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas
  • Peraturan tentang larangan dalam berbuat kriminal dengan berbagai sanksi yang tegas, dan yang lainnya.

3. Berdasarkan Aspek-Aspeknya

Norma Agama

Adalah norma/aturan sosial yang sifatnya mutlak karena bersumber langsung dari Tuhan. Norma agama diambil dari beberapa jenis agama yang berbeda. Dan diambil dari beragam kepercayaan yang turut melengkapi normal agama tersebut. contohnya :

  • Menjalankan ibadah atau sembahyang untuk para pemeluknya.
  • Melaksanakan shalat secara tepat waktu.
  • Melaksanakan segala perintah agama serta menjauhi segala larangan agama.

Norma Kesusilaan

Adalah norma/aturan sosial yang berasal dari hati nurani hingga bisa melahirkan akhlak/perbuatan. Dengan adanya norma sosial ini, maka seseorang bisa membedakan mana hal baik dan buruk dalam kehidupannya.

Secara umum pelanggar norma kesusilaan ini akan memperoleh sangsi yang berupa dikucilkan secara fisik atau batin. Contohnya :

  • Adanya sifat saling menghormati, khusunya dalam menghormati orang yang lebih tua.
  • Adanya sifat saling tolong menolong serta menghargai satu sama lain.
  • Mempunyai sifat yang jujur dan juga adil dalam menjalin hubungan sosial di masyarakat.

Norma Kesopanan

Adalah norma/aturan sosial yang merujuk pada tingkah laku yang dianggap baik dan wajar dalam kehidupan masyarakat. Secara umum sangsi yang diberi pada pelanggar adalah berupa celaan, kritikan, ataupun dapat juga berupa pengucilan. Contohnya :

  • Mengenakan tangan kanan ketika sedang memberi ataupun menerima sesuatu.
  • Selalu bersikap rukun di dalam menjalin hubungan sosial maupun interaksi sosial dengan siapa saja.
  • Tidak meludah sembarangan.
  • Tidak berbicara pada waktu sedang makan baik sendiri ataupun dengan orang lain.

Norma Kebiasaan

Adalah norma/peraturan sosial yang tercipta baik secara sadar maupun tak sadar. Di dalamnya juga mengandung petunjuk mengenai perilaku yang terus menerus. Dan menjadi kebiasaan bagi anggota masyarakat tertentu. Sama dengan jenis norma yang lainnya, biasanya sangsi bagi pelanggar adalah berupa celaan, kritikan, atau bahkan pengucilan.

Baca Juga :  Pembangunan Berwawasan Lingkungan : Pengertian, Hakikat, Tujuan dan Cirinya

Contohnya :

  • Membawakan buah tangan atau oleh-oleh pada saat pulang dari berpergiaan .
  • Mencuci tangan kemudian berdoa sebelum makan.
  • Menggosok gigi sebelum tidur dan juga setelah makan.
  • Mandi minimal dua kali sehari secara teratur.

Norma Hukum

Adalah aturan/norma sosial yang dibuat dan dirancang oleh lembaga tertentu. Contohnya para lembaga pemerintah lewat berbagai proses sosialisasi. Secara umum norma ini bersifat tegas sekaligus memaksa bagi setiap anggota masyarakat, dalam berperilaku yang sesuai dengan aturan/norma hukum yang berlaku.

Bagi siapapun yang melanggar norma ini akan mendapat sangsi yang tegas, ataupun dapat berupa denda maupun hukuman secara fisik. Ciri norma hukum diantaranya yaitu :

  • Aturannya pasti
  • Mengikat semua orang
  • Mempunyai alat penegak aturan
  • Dibuat oleh penguasa
  • Bersifat memaksa
  • Sanksinya berat

Contoh norma hukum yaitu :

  • Adanya kewajiban dalam membayar pajak.
  • Adanya larangan dalam menerobos lampu merah.
  • Adanya aturan dalam menyeberang jalan dengan menggunakan jembatan penyeberangan atau di dalam zona zebra cross.
  • Adanya peraturan tentang tidak boleh datang terlambat ke sekolah.

Tingkatan Norma Sosial

Berdasarkan kekuatan mengikatnya, Soerjono Soekanto (1989) menuliskan empat norma, yaitu:

  • cara (usage)
  • kebiasaan (folkways)
  • tata kelakuan (mores), dan
  • adat-istiadat (custom).

Ciri Ciri Norma Sosial

  1. Biasanya tidak tertulis.
  2. Hasil kesepakatan dari masyarakat.
  3. Ditaati oleh seluruh warga masyarakat.
  4. Bila ada orang yang melanggar norma itu maka orang tersebut akan memperoleh sangsi.
  5. Terkadang norma sosial bisa menyesuaikan perubahan sosial, sehingga norma sosial juga bisa mengalami perubahan. Artinya norma sosial mempunyai sifat yang fleksibel dan luwes pada adanya perubahan sosial. Setiap ada keinginan dari masyarakat untuk berubah, norma itu akan menyesuaikan dengan perubahan tersebut. meskipun perubahan itu tak semuanya diubah, tetapi aturan yang ada juga pasti mengalami perubahan.

Fungsi dan Peranan Norma Sosial

  1. Sebagai pedoman hidup yang terus berlaku dalam anggota masyarakat di wilayah tertentu.
  2. Memberi stabilitas sekaligus keteraturan dalam hidup masyarakat.
  3. Sifatnya mengikat pada warga masyarakat, karena norma juga disertai dengan sangsi dan aturan yang tegas bagi setiap orang yang melanggar.
  4. Melahirkan kondisi serta suasana yang tertib dalam hidup masyarakat.
  5. Adanya sangsi tegas yang nantinya akan memberi efek jera pada setiap orang yang melanggar, hingga hal itu tak akan terjadi lagi.
  6. Wujud konkret dari nilai-nilai yang terdapat di dalam masyarakat.
  7. Sebuah standar/skala dari beragam kategori tingkah laku di kehidupan masyarakat.

Sekian ulasan lengkap mengenai norma sosial yang meliputi pengertian, jenis, tingkatan, ciri, fungsi dan peranannya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan diterapkan dengan baik di kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :