Pengertian Dan Ciri Ideologi Komunisme Lengkap

Posted on

Pengertian Dan Ciri Ideologi Komunisme Lengkap

Ideologi Komunis – Komunisme adalah paham yang menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi, seperti modal, tanah, dan tenaga kerja yang memiliki tujuan terwujudnya masyarakat yang makmur. Masyarakat komunis tidak memiliki kelas dan semua orang sama.

Ada pula yang menyebutkan bahwa komunisme adalah paham atau ideologi yang berhubungan dengan filosofi, politik, sosial, dan ekonomi, yang tujuan utamanya adalah untuk melahirkan masyarakat dan juga sistem ekonomi yang maju dalam hal teknologi dan dengan beragam tenaga yang produktif.

Bukan hanya itu, ada pula pendapat lainnya yang menyebutkan bahwa komunisme adalah paham anti kapitalisme yang dimana di dalam realitanya tak mengakui adanya kepunyaan akumulasi pada individu dan juga semua alat produksi yang dikuasai oleh negara, yang tujuannya adalah untuk kemakmuran rakyat dengan merata.

Pada dasarnya, ideologi komunisme sangat berlawanan dengan pancasila karena di dalam komunisme sangat membatas demokrasi dan juga hak individu tak diakui. Tanda komunisme juga dilihat dari adanya prinsip sama rata dan sama rasa, dalam bidang ekonomi dan sekularisme yang radikal saat agama diganti oleh ideologi komunis yang sifatnya doktriner.

Sehingga menurut ideologi komunis, kepentingan individu tunduk pada kehendak partai, negara serta bangsa atau kolektif. Komunisme adalah hasil perkembangan dari sosialisme. Sebutan untuk orang yang menganut paham ataupun ideologi komunisme, adalah komunis.

Ciri-ciri Ideologi Komunisme

  1. Mengajarkan teori tentang kelas sosial yang ada di masyarakat. Hingga tak jarang ada pertentangan diantara kaum proletariat yang melawan tuan tanah serta kapitalis.
  2. Kurangnya menghargai manusia sebagai individu, yang dibuktikan dengan ajaran yang tak mengizinkan seseorang dalam menguasai alat produksi.
  3. Komunisme juga mengajarkan tentang teori pertentangan atau perjuangan kelas.
  4. Doktrin komunis salah satunya adalah the permanent / continuous revolution (revolusi terus-menerus). Revolusi ini menyebar ke seluruh dunia sehingga komunisme disebut go internasional.
  5. Komunis memiliki program terwujudnya masyarakat yang makmur, tanpa kelas dan semua orang sama. Tapi untuk mewujudkannya, terdapat fase diktator proletariat yang memiliki tugas membersihkan kelas lawan komunisme. Khususnya tuan tanah yang bertentangan dengan demokrasi.
  6. Komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis. Sehingga dapat dibilang bahwa negara komunis tak ada partai oposisi atau komunisme itu pada dasarnya menghormati HAM.
  7. Negara serta hukum akan lenyap karena tak lagi dibutuhkan.
  8. Kekayaan alam dan berbagai alat produksi ialah kepunyaan pemerintah sepenuhnya, dan kepemilikan individu tak diakui selain pakaian, perabotan, dan juga upah.
  9. Secara teori paham ini mempunyai tujuan dalam meraih memakmurkan rakyat, dan tak mengenal kelas sosial. Tapi realitanya terdapat dafe diktator proletariat yang bertugas untuk menghabiskan lawan komunisme, terutama tuan tanah.
Baca Juga :  Hukum Internasional : Pengertian, Asas-Asas, Kaidah, Dan Bentuknya Lengkap

Sistem Ekonomi yang dikembangkan oleh Komunis

  1. Segala aspek dalam perindustrian yang dilaksanakan oleh negara dari penyediaan bahan baku sampai distribusi, akan dikendalikan secara penuh oleh pemerintah. Sehingga tak ada sistem pasar seperti yang ada di negara lainnya.
  2. Ekonomi luar negeri dipimpin oleh pimpinan komisaris rakyat.
  3. Seluruh sistem transportasi yang ada seperti ransportasi darat, laut dan juga udara semuanya miliki pemerintah.
  4. Hak milik atas alat produksi perseorangan/individu akan dihapus dan juga barang yang menjadi milik pribadi, hanya yang berupa pakaian, perabotan dan juga upah.
  5. Sistem perdagangannya dikendalikan oleh koperasi milik tokoh yang mempunyai pengaruh pada negara yang menganut komunisme.
  6. Lapangan ekonomi juga dikendalikan oleh pemerintah sesuai dengan rancangan, yang sebelumnya sudah dibuat.
  7. Individu tidak memiliki kebebasan dalam menentukan jenis pekerjaan yang diinginkan, karena segalanya sudah diatur oleh pemerintah.

Tokoh-tokoh komunis antara lain yaitu:

  1. Muso
  2. Aidit
  3. Karl Mark
  4. Joseph Stalin
  5. Friedrich Engels
  6. Leonid Breznev

Sedangkan negara yang menerapkan ideologi komunisme diantaranya:

  1. RRC
  2. Korea Utara
  3. Vietnam
  4. Rusia
  5. Kuba
  6. Albania

Di tahun 1951-1961 terutama di era kepemimpinan Mao Zedong di Cina, negara itu mengalami kemerosotan di sektor pertanian serta industri. Sehingga terjadilah kelaparan nasional dan memakan korban jutaan nyawa.

Sejarah Singkat Paham Komunisme

Pertama kalinya paham komunisme muncul pada tanggal 21 Februari 1848 yang saat itu dicetuskan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels di dalam sebuah manifesto politik. Manifesto politik itu berisi teori analisit dan juga kemakmuran ekonomi, yang akhirnya menjadi gerakan politik yang paling berpengaruh saat itu.

Ideologi ini muncul dengan latar belakang kesenjangan ekonomi yang terjadi di belahan Eropa, khususnya di bidang industri. Saat itu orang-orang yang memiliki kekuasaan cenderung mementingkan dirinya sendiri, dan menindas petani serta buruh. Lalu muncullah ide Karl Marx dengan paham komunisme tersebut.

Baca Juga :  Kualitas Penduduk : Pengertian dan Faktor yang Memengaruhinya Lengkap

Ia menginginkan kehidupan dengan masyarakat yang lebih adil, tak mengenal adanya kelas sosial serta mengutamakan hak individu, dan tidak tergantung pada Tuhan. Awal munculnya ideologi ini sangat diterima oleh masyarakat, sehingga mengalami perkembangan yang sangat pesat di belahan negara di dunia.

Komunisme juga mengalami puncak kejayaan di negara Rusia (Bolshevik) dengan terbentuknya Uni Soviet serta Komunisme Internasional (Komintern). Tujuan utama dari berdirinya komunitern adalah untuk menciptakan masyarakat dunia, menjadi pengikut paham komunis. Tapi perkembangan pada ideologi tersebut, menurun sejak berlangsungnya perang dunia ke-2 sampai akhir perang dingin atau revolusi tahun 1989.

Saat itu juga meruntuhkan paham komunisme yang juga bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991. Meskipun paham komunisme ditolak di berbagai negara termasuk Indonesia, tetapi paham ini masih digunakan dan menjadi ideologi di berbagai negara. Beberapa negara yang menganut paham komunisme yaitu Republik Rakyat Tiongkok, Vietnam, Laos, Kuba, serta Korea Utara.

Kelebihan dan Kekurangan Komunisme

Secara umum, setiap paham atau ideologi memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Dan untuk paham komunisme, ada beberapa kelebihan dan kekurangan di dalamnya. Yang diantaranya yaitu :

Kelebihan

  1. Di bidang ekonomi negara yang menganut paham ini akan cenderung lebih mudah, dalam mengendalikan angka pengangguran, inflasi, serta masalah lainnya. Karena pemerintah mempunyai kendali penuh.
  2. Setiap individu mempunyai kedudukan yang sama, sehingga tak ada pihak yang menganggap dirinya lebih unggul dari yang lainnya.
  3. Jarang terjadi masalah ekonomi seperti krisis ekonomi atau kasus kelaparan. Karena pemerintah sudah mengatur segala permasalahan yang ada, serta masyarakat pun tinggal mengikutinya saja.

Kekurangan

  1. Memiliki potensi yang besar dengan terjadinya kasus monopoli yang dilakukan oleh aparat pemerintah, yang dapat berdampak pada kerugian bagi masyarakat.
  2. Dalam penerapannya komunisme cenderung tak menghargai adanya HAM.
  3. Tak ada kebebasan individu, karena segala hal yang dilakukan dikendalikan penuh oleh pemerintah.
  4. Menurunkan/menghilangkan motivasi individu dalam menjadi pribadi yang lebih baik. Karena mereka tak bisa memiliki usaha sendiri. Sekeras apapun usahanya, kedudukannya tetap sama dengan yang lainnya.
  5. Tak ada kepercayaan pada Tuhan, yang dimana hal ini menjadi harapan dari Karl Marx yaitu pencetus paham komunisme pertama kali.
Baca Juga :  10 Masalah dan Dampak Negatif Kependudukan di Indonesia Serta Cara Mengatasinya

Contoh Penerapan Ideologi Komunisme

1. Perekonomian Dikuasai Pemerintah

Contohnya di Negara Korea Utara, seluruh kegiatan ekonomi dikendalikan dan juga dikuasai oleh pemerintah. Dan dalam operasinya, rakyat hanya bisa memiliki kegiatan ekonomi dengan skala kecil sementara industri yang besar dikuasai penuh oleh pemerintah.

Dan segala jenis sumber daya dan peralatan produksi yang ada di dalam negara, juga dikuasai penuh oleh pemerintah. Sehingga negara komunis tak memiliki aktivitas ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yang dikendalikan oleh pihak swasta.

2. Menggunakan Sistem Satu Partai

Bukan hanya Korea Utara saja, sampai kini Tiongkok juga menganut paham komunisme dan menerapkan satu partai saja. Artinya prinsip demokrasi yang ada di Tiongkok tidak ada, sehingga siapapun yang nantinya dicalonkan oleh partai komunis Tiongkok otomatis akan menjadi Presiden.

Hal itu dapat kita temui saat Xi Jinping yang menjadi Presiden Tiongkok berkuasa lebih dari dua periode.

3. Kurang Mendukung Praktik Keagamaan

Banyak yang beranggapan bahwa komunisme adalah paham yang tidak mengenal atau mengakui keberadaan Tuhan. Sebenarnya anggapan itu keliru, karena keduanya adalah hal yang berbeda. Komunisme adalah paham atau sebuah ideologi politik, sedangkan Atheisme adalah ideologi kepercayaan.

Tapi paham penganut komunisme menganggap bahwa penganut agama akan cenderung mengandalkan doa, dibanding dengan tindakan atau usaha dalam meraih suatu hal. Itulah yang akhirnya membuat para penganut agama banyak yang menyamakan komunisme dengan atheisme.

4. Menganggap Semua Manusia Setara

Menurut ajaran komunisme, setiap manusia itu memiliki tingkat derajat yang sama. Tak ada kaum borjuis dan tak ada kaum proletar. Ajaran itulah yang banyak membuat para rakyat kecil bersemangat mengikuti paham komunis, karena paham itu dianggap mampu mensejahterakan mereka. Tetapi dalam penerapannya, komunisme malah membuat individu menjadi tidak berkembang.

Itulah pemaparan lengkap mengenai ideologi komunisme, yang disertai dengan pengertian, ciri, sistem ekonomi, sejarah, kelebihan dan kekurangan serta contohnya. Semoga artikel ini mudah dipahami dan dapat menambah wawasan anda tentang ideologi dan paham politik yang diterapkan di beberapa negara.

Baca Juga :