Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) – Pengertian, Karakteristik dan Prinsip Dasar Lengkap

Posted on

Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Lengkap

Pengertian KBK – Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dimaksud dengan KBK adalah seperangkat rencana dan pengaturan, mengenai tujuan, isi, dan juga bahan pelajaran yang bisa mengantarkan para peserta didik dalam memiliki kompetensi di berbagai bidang kehidupan. Dan cara penyampaiannya disesuaikan dengan keadaan serta kemampuan daerah dan juga madrasah, atau sekolah.

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Pengertian Kurikulum Berbasis Kompetensi (Competency-Based Curriculum) adalah kurikulum pendidikan, yang menjadikan kompetensi sebagai acuan untuk pencapaian tujuan pendidikan atau Competency-Based Curriculum. Menurut Nurhadi, Burhan Yasin, Agus Gerrad Senduk, 2004 : 111.

Kesimpulannya dalam pencapaian tujuannya pendidikan ini menggunakan strategi pembelajaran, supaya para peserta didik bisa pada pelajaran yang sudah dipelajari dan bukan hanya sekadar tahu saja.

Pengertian KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) Menurut Para Ahli

  1. Pengertian KBK menurut MC Ashan (1981 : 45) yang dikutip oleh Mulyasa adalah suatu pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang mampu dikuasasi oleh seseorang yang sudah menjadi bagian dari dirinya. Sehingga ia bisa melakukan beberapa perilaku kognetif efektifik  dan psykomotorik dengan sebaik baiknya. (Mulyasa, 2002 : 38).
  2. Pengertian KBK menurut Finch dan Crumkilton (1979 : 222) yang dikutip oleh Mulyasa adalah penguasaan pada suatu tugas, keterampilan, sikap, dan juga apresiasi yang dibutuhkan untuk menunjang suatu keberhasilan. (Mulyasa, 2002 : 38).
  3. Pengertian KBK menurut Mulyasa (2004: 39) adalah suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan, dalam melakukan kompetensi atau beberapa tugas standar performansi tertentu. Sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh para peserta didik yang berupa penguasaan terhadap seperengkat kompetensi tertentu.
  4. Pengertian KBK Menurut Nana Syaodih (2005: 16) adalah konsep yang menekankan pengembangan kompetensi anak didik, supaya memiliki profesionalisme di dalam bidangnya. Sehingga anak akan betul-betul memiliki kompetensi yang sesuai dengan yang diharapkan.

Kesimpulannya kompetensi ini meliputi tugas, keterampilan, sikap dan juga apresiasi yang harus dimiliki oleh para peserta didik untuk bisa melaksanakan tugas pembelajaran yang sesuai dengan suatu jenis pekerjaan tertentu.

Baca Juga :  Pengertian Globe dan Manfaatnya Secara Umum Lengkap

Karakteristik Kurikulum Berbasis Kompetensi Dep.Dik.Nas (2002) 

Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki karakteristik seperti berikut ini :

  1. Lebih menekankan kepada pencapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun secara klasikal.
  2. Berorientasi kepada hasil belajar dan juga keberagaman.
  3. Penyampaian di dalam pembelajaran yang menggunakan metode dan pendekatan yang bervariasi.
  4. Sumber belajar bukan dari guru saja, tapi juga dari sumber yang lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
  5. Penilaian yang menekankan pada proses dan juga hasil belajar di dalam upaya penguasaan atau pencapaian dari suatu kompetensi.

Berpijak dari karakteristik tersebut di atas dapat dijelaskan kembali bahwa :

1. Di dalam mencapai kompetensi siswa, guru tidak hanya menentukan materinya saja. Tetapi juga harus bisa mencapai tercapainya kompetensi. Dan diakhir semester tidak ada lagi guru yang mengeluh, bahwa ia belum menuntaskan materi. Karena dalam setiap proses pembelajaran tentang suatu bahasan tertentu, telah diberikan informasi serta petunjuk pelaksanaan pada para peserta didik. Bagaimana melakukannya dan sumber belajar apa saja yang harus digunakan.

2. Dari hasil belajar tersebut akan memungkinkan para siswa untuk mengalami kemajuan dalam belajar, yang berbeda. Yaitu sesuai dengan kemampuannya dalam menyerap materi pelajaran, dan dalam upayanya belajar untuk mengetahui, belajar melakukan, belajar menjadi diri sendiri, dan belajar hidup di dalam keberagaman. Sehingga dengan kemampuan yang berbeda, maka dimungkinkan akan mendapat kemajuan yang juga berbeda.

3. Di dalam pembelajaran kurikulum berbasis kompetensi ini, tentunya harus menggunakan metode dan pendekatan yang bervariasi yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Diantaranya yaitu :

  • Guru akan memberi siswa motivasi dengan cara melakukan tanya jawab, supaya mereka benar-benar siap menerima proses pembelajaran yang sedang berlangsung.
  • Guru akan mengajukan beberapa soal/masalah yang menjadi upaya supaya para siswa bisa mencari jawaban/informasi dari berbagai sumber. Misalnya buku-buku, koran, majalah, lingkungan, nara sumber, percobaan dan instansi terkait. Pendekatan ini bisa dilakukan dengan cara individual atau kelompok.
  • Diskusi dan Penjelasan Konsep. Gur akan mengajak siswa untuk membahas beberapa masalah, yang didiskusikan oleh siswa dengan cara memberi bimbingan dan penjelasan untuk memecahkan masalah, mencoba mencari ide pemecahannya, serta menyelesaikannya. Lalu memeriksa kembali dan meluruskan konsep siswa yang belum benar.
Baca Juga :  8 Faktor Penyebab Penyakit Sosial dan Penyimpangan Sosial

Dengan pendekatan atau metode sebagaimana di atas, kemungkinan besar apa yang diharapkan akan berhasil. Karena kegiatan dalam proses tidak akan monoton atau menjemukan.

4. Guru bukannlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa bisa belajar dari apa saja misalnya dari buku pendidikan yang berhubungan dengan pelajaran tertentu. Dan mendayagunakan beraneka ragam sumber belajar. Sehingga tak akan ada tanggapan bahwa kegiatan pembelajaran merupakan ceramah dari guru. Para peserta didik pun bisa belajar dengan baik tanpa harus didampingi oleh guru. Dengan harapan siswa mampu dan juga mau menelusuri aneka ragam sumber belajar yang dibutuhkan. Secara garis besarnya, sumber belajar yang ada dan yang mungkin dikembangkan di dalam pembelajaran diantaranya yaitu :

  • Manusia. Yaitu orang yang secara langsung menyampaikan pesan seperti misalnya guru, konselor, administrator yang dipersiapan untuk kepentingan belajar.
  • Bahan. Adalah sesuatu yang mengandung pesan pembelajaran. Seperti misalnya film pendidikan, buku paket, peta, grafik dan sebagainya.
  • Lingkungan. Yaitu ruang dan tempat dimana beberapa sumber bisa berinteraksi dengan setiap peserta didik. Contohnya Ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, kebun binatang, candi, kebun raya, museum dan sebagainya.
  • Alat dan peralatan. Yaitu sumber belajar untuk produksi dan memainkan beberapa sumber yang lainnya. Misalnya Kamera untuk produksi foto dan tape recorder untu rekaman. Sedang alat dan peralatan untuk memainkan sumber lain mislnya  proyektor film, pesawat TV, radio dan sebagainya.
  • Aktivitas. Yaitu sumber belajar yang biasanya menjadi kombinasi di dalam teknik sumber lainnya, untuk memudahkan belajar. Seperti pengajaran berprograma sebagai kombinasi antara tehnik penyajian bahan dengan buku, simulasi, karyawisata dan sebagainya.

Pendayagunaan sumber belajar dengan cara yang maksimal, dimungkinkan orang yang belajar menggali berbagai jenis ilmu pengetahuan yang sesuai dengan bidangnya. Sehingga pengetahuannya secara aktual dan juga mampu mengikuti ekseleresi teknologi serta seni yang senantiasa berubah.

Baca Juga :  Sejarah Lahirnya Agama Budha Secara Singkat

5. Evaluasi atau penilaian yaitu suatu kegiatan atau proses dalam penentuan nilai sesuatu, sehingga bisa diketahui mutu atau hasilnya. Dengan penelitian itu bisa dijadikan sebagai ukuran tertentu, dalam pemberian angka dari suatu atribut atau karakter pada orang lain atau objek tertentu baik yang sifatnya kuantitatif atau kualilatif.

Prinsip dasar di dalam evaluasi pendidikan adalah :

  • Komprehensif. Adalah penilaian yang secara menyeluruh atau secara berkelanjutan. Data nilai ini diambil dari berbagai sumber dan cara, bukan hanya dari hasil testnya saja. Sejak dari proses pembelajaran, penampilan, kinerja dan hasil karya siswa.
  • Continuitas. Yaitu suatu penilaian yang berkesinambungan sebagai sistem pengujian, dengan mengacu pada keberlangsungan suatu proses, dari penentuan indikator, penyusunan kisi-kisi soal, penyusunan soal ujian, menilai dan juga menganalisa nilai hasil ujian. Yang dimana sistem penentuan teknik ujian berdasarkan kemampuan dasar. Dan hasil ujiannya harus dianalisa, dalam menentukan tidankan perbaikan yang berupa program remedial. Bagi siswa yang belum menguasai kemampuan dasar, yang dilakukan pengulangan proses pembelajaran, sedangkan siswa yang sudah menguasai akan diberi tugas untuk pengayaan.
  • Objektivitas. Adalah bentuk penilaian yang berdasar pada materi yang ada.
  • Yang di dalam penyusunannya berdasar pada keutuhan kompetensi, yang mencakup ranah kognitif yang melalui sejumlah tagihan, ranah psikomotorik (melalui menirukan, mempraktekkan), ranah efektif (melalui pengamatan, angket dan wawancara), dan asumsi pada pencapaian belajar siswa terhadap minat belajar siswa.

Sekian pembahasan tentang pengertian KBK, lengkap dengan karakteristiknya. Semoga informasi ini dapat memberi manfaat bagi anda, serta menambah pengetahuan anda di bidang pendidikan.

Baca Juga :