Perbedaan Hukum Pidana Dan Hukum Perdata Lengkap

Posted on

Perbedaan Hukum Pidana Dan Hukum Perdata Lengkap

Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata – Pada dasarnya hukum di Indonesia tak hanya hukum pidana dan perdata saja, tetapi kedua hukum itu berhubungan dengan masyarakat dan banyak yang mengenal dua jenis hukum tersebut. perbedaan diantara keduanya juga cukup banyak.

Berikut penjelasan dan pembahasan tentang perbedaan hukum pidana dan perdata secara lengkap.

Pengertian Hukum Pidana dan Hukum Perdata

Hukum di Indonesia banyak menganut sistem hukum Eropa dan Belanda. Karena imbas dari penjajahan yang dilakukan oleh Belanda sebelum Indonesia merdeka sampai beberapa ratus tahun lamanya.

Hukum Pidana

Adalah serangkaian kaidah hukum tertulis yang mengatur tentang perbuatan yang tak boleh dilakukan atau dilarang. Dengan adanya ancaman atau sangsi tertentu. Hukum pidana ini berisi hak serta kepentingan individu masyarakat. Hukum pidana juga bisa ditafsirkan dengan beragam penafsiran hukum perdata. Hukum pidana dijatuhkan sesudah adanya gugatan.

Dalam hukum pidana dikenal dengan 2 jenis perbuatan, yaitu :

  • Pelanggaran

Adalah perbuatan yang hanya dilarang oleh peraturan UU. Tapi tak memberi efek yang tak berpengaruh langsung pada orang lain. Seperti misalnya tak memakai sabuk pengaman ketika mengendarai mobil, atau tak memakai helm saat mengendarai motor dan banyak lagi.

  • Kejahatan

Adalah perbuatan yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan serta bertentangan dengan nilai moral, nilai agama dan rasa adil dalam masyarakat. Pelaku yang melakukan kejahatan akan memperoleh hukuman/sangsi berupa pemidanaan. Seperti misalnya pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Pengertian Ekstensifikasi, Diversifikasi dan Intensifikasi Serta Cara Meningkatkan Hasil Produksi

Hukum Perdata

Adalah serangkaian hukum yang mengatur hubungan antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Isinya yaitu aturan yang mengatur hubungan antar masyarakat yang menitikberatkan pada kepentingan perseorangan.

Hukum perdata ditafsirkan dengan autentik, artinya hukum ini hanya bisa ditafsirkan dengan satu arti menurut kata yang ada dalam UU. Hukum perdata juga dijatuhkan oleh pengadilan tanpa adanya gugatan. Hukum perdata digabi menjadi 5 golongan hukun, yaitu :

  • Hukum Keluarga

Adalah keseluruhan hukum yang mengatur tentang ketentuan dan aturan tentang hubungan hukum, yang berkaitan dengan keluarga sedarah dan keluarga yang sudah terikat dengan perkawinan.

  • Hukum Harta Kekayaan

Adalah hukum yang mengatur tentang hak dan kewajiban manusia yang bernilai uang.

  • Hukum Waris

Adalah hukum yang mengatur tentang peninggalan harta seseorang yang sudah tiada/meninggal dunia yang diberi pada ahli waris atau yang berhak misalnya keluarga.

  • Hukum Perikatan

Adalah hubungan hukum antara dua orang/lebih dalam pembagian harta kekayaan, yang dimana pihak yang satu memiliki hak dan pihak kedua memiliki kewajiban serta kecerdasan.

  • Hukum Benda

Berdasarkan Pasal 504 Kitab Undang – Undang Hukum Perdata (KUHPer), benda dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Benda bergerak seperti mobil dan motor yang diatur dalam Pasal 509 – Pasal 518 KUHPer.
  2. Benda tidak bergerak seperti rumah yang diatur dalam Pasal 506 – Pasal 508 KUHPer.

Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata

Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata
PembedaHukum PidanaHukum Perdata
PengertianHukum pidana adalah serangkaian kaidah hukum tertulis yang mengatur tentang perbuatan – perbuatan yang tidak boleh dilakukan atau dilarang, dengan adanya ancaman sanksi tertentu.Hukum perdata adalah serangkaian hukum yang mengatur tentang hubungan antara individu satu dengan individu yang lain.
IsiHukum pidana berisi tentang hak – hak dan kepentingan individu dalam masyarakat.Hukum perdata berisi aturan yang mengatur hubungan antar masyarakat yang menitik beratkan kepada kepentingan perseorangan.
PenafsiranHukum pidana dapat ditafsirkan dengan berbagai macam penafsiran hukum perdata.Hukum perdata ditafsirkan secara autentik, artinya adalah hukum ini hanya dapat ditafsirkan dengan satu arti menurut kata yang terdapat dalam undang – undang.
PelaksanaanHukum pidana dijatuhkan setelah adanya gugatan.Hukum perdata dijatuhkan oleh pengadilan tanpa adanya gugatan.
Contoh KasusSengketa lahan, pencemaran nama baik, perceraian, perebutan hak asuh anak, dan hak paten, serta masih banyak lagi contoh yang lainnya.Pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, korupsi, penyelewengan dana pajak, dan narkoba, serta masih banyak lagi contoh yang lainnya.
Baca Juga :  Manfaat Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Lengkap

 

Itulah perbedaan hukum pidana dan perdata yang lengkap dengan penjelasan serta pengertiannya. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi yang tepat bagi anda yang ingin memahami lebih dalam tentang hukum pidana dan perdata di Indonesia. Semoga memberi manfaat bagi anda semua.

Baca Juga :