Perdagangan Internasional : Pengertian, Sejarah, Teori, Faktor Pendorong, Jenis, Tujuan, Manfaat, Dampak negatif, Hambatan, Dan Contohnya Lengkap

8 min read

Perdagangan Internasional : Pengertian, Sejarah, Teori, Faktor Pendorong, Jenis, Tujuan, Manfaat, Dampak negatif, Hambatan, Dan Contohnya Lengkap

Contoh Perdagangan Nasional – Adalah aktivitas/kegiatan perdagangan yang dilakukan oleh dua negara yang berbeda. Aktivitas perdagangan ini tentu sudah disetujui oleh kedua belah pihak dalam suatu perjanjian. Pihak yang terlibat dalam aktivitas perdagangan ini bisa berupa perorangan, pemerintah, ataupun perusahaan.

Pengertian

Perdagangan internasional ini sudah ada sejak pertengahan abad yang lalu. Hubungan ekonomi yang terjalin itu meliputi tiga bentuk hubungan, diantaranya :

  • Pertukaran output atau hasil dari suatu negara dengan negara lain, atau kita kenal sebagai perdagangan internasional.
  • Hubungan dalam wujud hutang piutang antar negara.
  • Pertukaran atau aliran produksi ataupun sarana produksi.

Tujuan utama dari aktivitas dagang ini adalah untuk meningkatkan GDP (Gross Domestic Product) atau total nilai produksi barang serta jasa pada sebuah negara selama satu tahun. Dampak dari aktivitas dagang ini juga bisa dirasakan dari segi kepentingan sosial, transportasi, globalisasi, politik ekonomi untuk membantu mendorong kemajuan industrialisasi, serta hadirnya perusahaan multinasional.

Sejarah Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional sudah dimulai sejak pertengahan abad lalu. Hal itu terbukti dengan adanya penemuan barang buatan Sumeria di Mesir atau Babilonia yang ditemukan di pesisir laut tengah. Temuan itu menjadi bukti bahwa adanya aktivitas dagang yang berlangsung antar kerajaan di beda negara. Kemungkinan besar, aktivitas dagang ini dilakukan dengan memakai cara barter atau tukar menukar.

Walaupun di zaman itu juga sudah ditemukan mata uang yang dibuat dari perak/logam. Di masa kuno dahulu, wilayah perdagangan masih sangat terbatas. Karena kendala transportasi yang juga masih sangat terbatas. Baik transportasi darat maupun laut.

Luas wilayah perdagangan juga disebabkan oleh adanya perkembangan teknologi dan transportasi tersebut. pada periode berikutnya, khususnya sejak kekaisaran romawi runtuh kegiatan perdagangan di Eropa mengalami perkembangan secara berangsur-angsur, khususnya di abad ke 12 dan 13.

Di abad ke 12 mereka juga sudah mendirikan sebuah asosiasi untuk melindungi perdagangan jarak jauh. Pada periode tersebut, barang yang diperdagangkan adalah berupa bahan mentah, kulit, wol, kayu, rempah-rempah dan masih banyak yang lainnya.

Barang itu lalu diolah menjadi suatu barang dengan melalui proses produksi. Perdagangan internasional itu juga berjalan dan berkembang sejak zaman penjelajahan samudra. Kemudian berlanjut ke revolusi industri, perang dunia, hingga ke masa informasi yang terus berlanjut sampai hari ini.

Teori Perdagangan Internasional

Adam Smith

Sebuah negara akan memperoleh keuntungan mutlak karena negara itu mampu melakukan produksi dengan harga yang lebih rendah. Kesimpulannya, teori ini menyebutkan bahwa harga barang dengan jenis sama tak memiliki perbedaan di beragam negara maka tak perlu ada perdagangan internasional.

Ricardian

Teori ini menjelaskan bahwa suatu negara akan memproduksi barang yang dinilainya paling baik, untuk diproduksi. Teori ini juga memprediksi negara mana saja yang akan menjadi spesialis dari komoditas. Pada teori itu dimasukkan juga beberapa faktor pendukung, seperti misalnya jumlah yang relatif pada buruh dan modal dalam negara.

Heckscher-Ohlin

Teori ini menyebutkan bahwa pola dari perdagangan internasional ditentukan oleh perbedaan dalam dari faktor pendukungnya.

Baca Juga :  CV Dan PT - Pengertian, Perbedaan Serta Kekurangan dan Kelebihannya

Faktor Spesifik

Faktor ini merujuk pada pemberian, yaitu di dalam faktor yang spesifik jangka pendek dari produksi, seperti modal fisik yang tak mudah dipindahkan antar produksi. Teori ini juga mensugestikan jika adanya peningkatan harga barang, pemilik faktor produksi spesifik ke barang tersebut untuk term yang sebenarnya.

Gravitasi

Teori ini bekerja dengan cara menerka perdagangan berdasarkan jarak antar negara dalam ukuran ekonomi. model ini terbukti kuat secara empiris oleh analisis ekonometri. Faktor lainnya yaitu tingkat pendapatan, hubungan diplomatik, dan juga kebijakan perdagangan juga ikut dimasukkan dalam versi lebih besar dari teori ini.

Perdagangan Internasional Secara Umum

Perdagangan internasional memiliki cakupan yang lebih luas. Hingga disebut dengan kegiatan ekspor impor barang. Perdagangan antar negara berperan dalam pemenuhan kebutuhan negara, yang tak bisa memproduksi barang dari negara yang lainnya.

Entah itu karena adanya keterbatasan sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, maupun skill. Sehingga perdagangan internasional ini memungkinkan adanya hal-hal seperti berikut :

  • Tukar menukar atau jual-beli barang dan jugajasa antar negara.
  • Kerja sama dalam bidang ekonomi antar negara di seluruh belahan dunia.
  • Pengaruh kepada perkembangan ekspor serta impor dan Balance of Payment atau Neraca Pembayaran Internasional (NPI) sebuah negara.
  • Pertukaran serta perluasan pemakaian teknologi sehingga bisa mempercepat laju pertumbuhan ekonomi negara yang terlibat di dalamnya.
  • Pergerakan sumber daya lewat batas negara. Baik itu sumber daya manusia, sumber daya alam, ataupun sumber daya modalnya.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

1. Ketersediaan sumber daya alam

Faktor ketersediaan SDA menjadi faktor utama pendorong perdagangan internasional. Karena tak semua negara mampu menghasilkan rempah-rempah. Sehingga kegiatan ini bertujuan untuk saling melengkapi kekurangan.

2. Adanya perbedaan faktor produksi

Tidak semua negara juga bisa mengolah sumber daya karena kurang pengetahuan. Walaupun negara itu memiliki sumber daya alam yang melimpah.

3. Diperlukan untuk memenuhi keperluan dalam negeri

Disadari atau tidak, tidak semua kebutuhan di dalam negeri dapat dicukupi dengan negara tersebut. sehingga kegiatan perdagangan internasional ini memang dibutuhkan.

4. Diperlukan untuk memenuhi keperluan dalam negeri

Kegiatan perdagangan internasional yang tepat, tentu akan mendatangan keuntungan yang meningkat. Hal ini disebabkan oleh pangsa pasar yang semakin besar dalam barang produksinya.

5. Adanya keinginan untuk memperluas pasar

Adanya keinginan untuk memperluas pasar yang tujuannya yaitu bisa meraih skala ekonomis dalam proses produksi di suatu negara hingga tercipta kerja sama supaya bisa saling menguntungkan satu sama lain.

6. Adanya Perbedaan Kondisi Geografis

Setiap negara mempunyai letak geografis yang berbeda, sehingga sumber daya yang dihasilkan akan berbeda juga. Contohnya wilayah tropis seperti Indonesia mengirim rempah-rempah ke beberapa negara di barat.

7. Adanya Perbedaan Teknologi

Perbedaan teknologi akan menimbulkan negara yang hanya bisa menghasilkan barang mentah, dan harus mengekspor ke negara lain untuk diolah dan diimpor lagi lalu dikirim ke negaranya dengan harga yang lebih mahal. Begitu juga sebaliknya.

8. Menghemat Biaya

Perdagangan internasional dianggap dapat menghasilkan pasar yang lebih luas dan pendapatan yang lebih banyak dibanding jika hanya mengandalkan produksi dalam negeri saja. Sehingga produksi dalam jumlah besar bisa menghemat biaya ketika melakukan produksi.

Jenis Perdagangan Internasional

Ekspor dan Impor

Kegiatan ini adalah hal yang paling sering dilakukan dalam perdagangan internasional. Ada dua cara untuk melakukan ekspor yaitu ekspor biasa (lwewatketentuan yang berlaku) serta ekspor tanpa L/C (barang boleh dikirim lewat izin departemen perdagangan).

Barter

Barter juga masih sering dilakukan dalam perdagangan internasional. Misalnya seperti direct barter, switch barter, counter purchase dan bay back barter.

Konsinyasi

Adalah penjualan dengan cara mengirim barang ke luar negeri yang belum tentu ada pembelinya di sana. Penjualannya bisa dilakukan melalui pasar bebasa atau bursa dagang dengan cara kegiatan lelang.

Package Deal

Perdagangan yang dilaksanakan lewat perjanjian dagang (trade agreement) dengan negara lain.

Border Brossing

Yaitu perdagangan yang muncul dari dua negara yang saling berdekatan, yang tujuannya adalah untuk memudahkan penduduk dalam melakukan transasksi.

Baca Juga :  5 Kedudukan Badan Usaha dan Perusahaan

Bentuk perdagangan internasional

  • Perdagangan Bilateral

Adalah perdagangan yang dilakukan antar dua negara.

  • Perdagangan regional

Adalah perdagangan yang dilaksanakan oleh beberapa negara yang berada dalam lingkup kawasan tertentu. Contoh: ASEAN, negara uni Eropa.

  • Perdagangan multilateral

Adalah perdagangan antar negara yang tidak dibatasi oleh kawasan atau daerah tertentu.

Tujuan Perdagangan Internasional

1. Untuk memenuhi Kebutuhan yang ada di Negara lain

Karena suatu negara tak bisa hanya mengandalkan produksi yang ada di dalam negeri saja. Sehingga negara perlu melakukan ekspor dan impor untuk saling memenuhi kebutuhannya satu sama lain.

2. Untuk menaikkan devisa negara

Kegiatan ekspor barang ini juga bisa menaikkan devisa negara sehingga akan berdampak pada :

  • Pertumbuhan ekonomi
  • Mempengaruhi stabilitas harga barang yang di ekspor akan stabil dalam negeri
  • Eksistensi Tenaga Kerja

3. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi

Negara A dengan negara B sama sama memiliki kemampuan untuk memproduksi tekstil.

Tetapi, negara B mampu memproduksinya dengan cara yang lebih efesien dari A. Hal itu sebab adanya dukungan dari teknologinya yang lebih maju.

Dalam kasus tersebut, spesialisasi disini berfungsi guna mempertinggi keefisienan dari penggunaan faktor-faktor produksi.

4. Memperluas Pasar dan Menambah Keuntungan

Kegiatan dagang internasional bertujuan untuk agar perusahaan produksi dan pengusaha dapat menjalankan mesin dengan maksimal. Tanpa khawatir pada kelebihan produksi. Karena kelebihan itu dapat dijual kembali ke luar negeri.

5. Transfer teknologi modern

Dengan adanya perdagangan internasional ini, diharapkan kita dapat menyerap dan menyaring teknologi modern dari negara lainnya. Hal itu juga akan memungkinkan barang produksi yang dibuat menjadi lebih banyak dalam waktu singkat. Atau lebih efisien.

Manfaat

  1. Bisa mendapatkan barang dan jasa yang di mana kita tidak dapat menghasilkannya sendiri. Sebab adanya perbedaan sumber daya alam, letak geografisnya, kemampuan dari sumber daya manusia, teknologi dan yang lainnya.
  2. Bisa memperluas jangkauan pasar dengan tujuan untuk menambah keuntungan dari spesialisasi.
  3. Memungkinkan untuk transfer teknologi modern guna memahami teknik produksi yang lebih efisien serta modern dalam hal manajemen (hemat tenaga dan waktu).
  4. Bisa mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara.
  5. Menambah devisa bagi negara dari hasil kegiatan ekspor.
  6. Perdagangan internasional bisa membuka lapangan pekerjaan baru di suatu negara.
  7. Menjalin persahabatan atau kerjasama dengan negara lain.
  8. Menaikan penyebaran dari sumber daya alam suatu negara.

Dampak Negatif 

1. Menghambat pertumbuhan dunia industri dalam negeri

Ketika berlangsung kegiatan dagang internasional, otomatis produk impor akan banyak yang masuk ke dalam negeri. Hal itu akan menjadi penawaran yang mengalami peningkatan dan memengaruhi jumlah permintaan konsumen dari dalam negeri.

Apalagi masyarakat lebih suka dan gemar dengan produk tersebut, hingga industri dalam negeri yang memproduksi beragam produk akan mengalami penurunan. walaupun sebenarnya ada banyak kebijakan untuk mengurangi impor. Yaitu dengan membuat tarif bea masuk, subsidi dan kuota.

2. Menyebabkan rasa ketergantungan dengan Negara maju

Adanya kegiatan masukan produk impor dari negara maju, yang notabenenya mempunyai harga yang lebih murah akan membuat masyarakat semakin terlena. Dan tak mau berusaha memproduksi produk yang sama di dalam negeri.

3. Munculnya sifat konsumerisme

Dampak ini terjadi karena banyak masyarakat yang beranggapan bahwa produk hasil impor memiliki kualitas yang lebih baik.

4. Berpengaruh terhadap neraca pembayaran

Munculnya perusahaan multinasional atau perusahaan yang mempunyai usaha lebih dari satu negara, membuat keuntungan yang dihasilkan tak hanya ada di satu negeri saja. Hal itu akan berdampak pada neraca pembayaran, karena banyaknya uang yang tak bisa dipakai untuk pembangunan ekonomi suatu negara.

5. Sektor keuangan menjadi tidak stabil

Perdagangan internasional memicu aliran investasi yang datang dari negara yang lainnya, dan hal itu sangat berpengaruh pada kondisi pasar modal tersebut.

Dampak Positif Perdagangan Internasional

  1. Mempererat tali persahabatan antar bangsa
  2. Menaikan kesejahteraan dan kemakmuran negara
  3. Menambah kesempatan kerja

4.Mendorong kemajuan IPTEK

  1. Sumber pemasukan untuk kas negara
  2. Menciptakan efisiensi dan spesialisasi
  3. Memungkinkan konsumsi yang lebih luas untuk penduduk suatu negara
Baca Juga :  Inflasi : Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak, Contoh, Teori, Indikator, Cara Mengatasi, Cara Menghitung Dan Lajunya Lengkap

Hambatan

Berikut beberapa hambatan yang ada dalam perdagangan internasional :

Kebijakan Tarif 

Tujuannya adalah untuk membatasi masuknya beragam produk yang diimpor dari luar negeri. Sehingga beragam barang yang masuk akan dikenai pajak. Peraturan ini untuk melindungi produk domestik, supaya tak kalah saing dengan produk impor.

Kebijakan Non-Tarif

Adalah peraturan perdagangan kecuali pajak masuk dan bisa memicu terjadinya perubahan nilai. Dan membuat manfaat perdagangan internasional menjadi berkurang. Misalnya pembatasan kuota produk impor, larangan impor secara mutlak, pengaturan teknis kepada barang impor tertentu, serta hambatan untuk melakukan pemasaran. Kebijakan larangan impor diterapkan terhadap seluruh produk yang dinilai melanggar beberapa persyaratan. Contoh syarat, mencemari lingkungan.

Adanya berbagai lembaga Ekonomi di Suatu Daerah

Adalah perkumpulan yang mengatur kebijakan ekspor dan impor antar negara. Hal itu bisa menjadi hambatan jika negara tidak tergabung ke dalam organisasi itu. Di sisi lain, hal ini akan menguntungkan kelompoknya tetapi di sisi lainnya akan merugikan negara yang tak menjadi anggota.

Mata Uang yang berbeda-beda

Saat negara mengekspor barang dan meminta untuk mengimpor barang yang sudah jadi, maka mata uang bisa menjadi hambatan. Karena negara yang meminta harus membayar dengan mata uang pelaku ekspor. Sehingga negara pengimpor harus menambah pengetahuan untuk memperoleh barang itu.

Kualitas Produk yang Buruk

Kualitas barang yang buruk akan kalah saing dengan kualitas yang lebih baik. Biasanya hal tersebut disebabkan karena kualitas SDM yang rendah.

Menurunnya Tingkat Kesejahteraan Suatu Negara

Rendahnya tingkat kemakmuran masyarakat akan menurunkan permintaan pada barang/jasa karena jumlah uang yang sedikit. Sehingga hal itu berdampak pada negara yang tak bisa melakukan perdagangan internasional.

Adanya Resiko Besar dan Kesulitan dalam Melakukan Pembayaran

Jika transaksi dilakukan secara tunai, maka pihak importir akan memerlukan dana yang lebih dalam menuntaskan transaksi itu. Resiko besar seperti perampokan/pencurian juga bisa terjadi dan menyebabkan kerugian yang besar.

Nilai Tukar Mata Uang yang Berubah-ubah

Hambatan ini akan membuat proses penawaran/permintaan barang menjadi sulit. Karena para pedagang internasional sulit menentukan harga pokok produk.

Regulasi Ekonomi yang Berbelit-belit

Regulasi ekonomi di setiap negara tidak sama. Tak jarang kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah menjadi hambatan pada perdagangan internasional. Proses perizinan yang berbelit-belit dan pajak yang besar, akan membuat pedagang kesulitan menjual produknya di luar negeri. Misalnya pemberikan kuota untuk barang-barang impor.

Keamanan Negara yang Tidak Terjamin

Kondisi keamanan suatu negara menjadi pertimbangan sendiri bagi para pedagang internasional dalam melirik pasar di negara itu. Kondisi keamanan negara yang tak terjamin karena adanya kerusuhan, peperangan, pemberontakan, dan yang lainnya bisa membuat negara lain khawatir dalam melakukan kegiatan dagang di negara itu. Maka hal itu bisa memengaruhi kegiatan dagang internasional.

Contoh Perdagangan Internasional

Ekspor

Adalah kegiatan dagang yang berwujud penjualan barang dari dalam ke luar negeri. Sistem pembayaran, kuantitas dan kualitas barang, serta berbagai syarat penjualan lainnya juga sudah disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu eksportir dan importir. Contohnya :

  • Indonesia ekspor minyak kelapa sawit ke negara Malaysia dan Singapura
  • Indonesia ekspor kopi, lada, cengkeh ke Negara lain.

Impor

Adalah kegiatan dagang yang berwujud pembelian barang ataupun jasa dari sebuah negara ke dalam negeri. Kegiatan ini dilaksanakan oleh lemabaga atau perorangan yang disebut sebagai importir. Kegiatan impor bisa memicu timbulnya dampak negative untuk perekonomian Sebuah Negara. Oleh sebab itu, negara melakukan pembatasan impor demi untuk melindungi berbagai produk dalam negeri.

Contohnya :

Indonesia mengimpor pesawat, kereta, serta kapal laut dari luar negeri untuk keperluan transportasi di dalam negeri.

Demikianlah Contoh Perdagangan Internasional yang disertai dengan Pengertian, Sejarah, Teori, Faktor Pendorong, Jenis, Tujuan, Manfaat, Dampak negatif, dan Hambatannya lengkap. Semoga dapat dipahami dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda.

Baca Juga :