Perusahaan Jasa : Pengertian, Karakteristik, Bukti Transaksi Dan Kelebihan Serta Kekurangannya Lengkap

3 min read

Perusahaan Jasa : Pengertian, Karakteristik, Bukti Transaksi Dan Kelebihan Serta Kekurangannya Lengkap

Contoh Perusahaan Jasa – Hidup di zaman yang serba modern ini, kita dipermudah oleh beragamnya perusahaan jasa. Salah satunya adalah ojek online, yang memudahkan kita untuk bepergian ke mana saja. Berikut ini pembahasan lengkap tentang perusahaan jasa.

Pengertian Perusahaan Jasa

Adalah perusahaan yang menawarkan dan menjual berbagai produk yang berwujud pelayanan jasa. Sama halnya dengan seseorang yang mendirikan usaha dalam memproduksi suatu produk, kemudian dijual ke konsumen untuk memperoleh keuntungan. Hal itu juga berlaku di dalam perusahaan jasa.

Perusahaan ini juga sering disebut sebagai perusahaan penyedia layanan jasa, yang menawarkan jasa/keahlian khusus yang berguna bagi para konsumen. Contoh dari perusahaan jasa diantaranya yaitu  jasa travel, jasa penjualan tiket, jasa akupuntur, jasa laundry, jasa keuangan, ojol, dan masih banyak yang lainnya.

Menurut Para Ahli

Philip Kotler

Adalah perusahaan yang menawarkan tindakan yang bersifat abstrak atau tak berwujud, dan juga tak menimbulkan adanya perpindahan kepemilikan pada orang lain.

Christian Gronross

Adalah perusahaan yang dimana kegiatannya terdiri dari sekumpulan kegiatan intangible yang berlangsung antara pelanggan, dengan pegawai jasa dalam mengatasi masalah yang menimpa pelanggan.

Djaslim Saladin

Adalah badan usaha yang melaksanakan aktivitas yang tak berwujud dan tak menghasilkan hak kepemilikan yang ditawarkan suatu pihak ke pihak lainnya.

Baca Juga :  Otonomi Daerah : Pengertian, Tujuan dan Manfaatnya Lengkap

Norman

Adalah perusahaan yang melaksanakan kegiatan/tindakan yang wujudnya kontak sosial di antara produsen dengan konsumen, yang lebih dari sekadar hasil yang tak terhalang.

Adrian Payne

Adalah perusahaan yang melaksanakan kegiatan ekonomi yang memiliki nilai/manfaat intangible, yang dimana terjadi interaksi dengan konsumen atau dengan barang yang dimiliki tetapi tak menghasilkan transfer kepemilikan.

Karakteristik

1. Kegiatan Utamanya adalah Menjual Jasa

Usaha jasa akan menghasilkan produk yang berupa jasa yang dibutuhkan oleh konsumen. Sehingga aktivitas utamanya di dalam operasional yaitu menjual serta menawarkan jasa.

2. Tidak Menyediakan Produk dalam Bentuk Fisik

Badan usaha jasa tidak menyediakan produk yang memiliki bentuk fisik (dapat dipegang) namun kita bisa merasakan manfaatnya.

3. Bisa Membutuhkan atau Tidak Membutuhkan Barang Berwujud

Tergantung pada jenis usahanya, hal itu akan menentukan perusahaan apakah membutuhkan barang yang berwujud atau tidak. Misalnya dalam bisnis jasa travel, tentunya akan memerlukan armada bagi konsumen yang nantinya akan memesan jasa travel. Namun, berbeda halnya apabila perusahaan tersebut merupakan jasa keuangan maka tidak akan membutuhkan produk nyatanya.

4. Produk Jasa Tidak Bisa Sama Persis Antar Konsumen

Badan usaha jasa memiliki hasil yang nantinya akan diterima oleh konsumen bisa berbeda dengan hasil yang diterima oleh konsumen lainnya. Misalnya kualitas jasa/keahlian yang diberikan oleh pemberi jasa juga berbeda.

5. Harga Jasa Tidak Dapat Dipatok General

Secara umum, konsumen yang membutuhkan produk jasa juga memiliki kebutuhan yang berbeda. Sehingga hal itu akan membuat harga jasa tak dipatok secara general/umum dan tergantung pada kebutuhan konsumennya. Harga jasa tergantung pada kepuasan konsumen.

6. Tidak Ada Harga Pokok Produksi dan Penjualan

Karena perusahaan jasa biasanya tidak membutuhkan bahan baku produksi yang nyata, sehingga di dalam laporan keuangannya tak bisa dilihat dari HPP dan penjualannya. Karena tidak ada patokan biaya yang ditetapkan oleh produksi. Pencatatan dan laporan keuangannya pun sederhana. Sehingga, di dalam laporan keuangannya hanya ada beberapa unsur pendapatan dan biaya lainnya untuk menghitung laba rugi.

Baca Juga :  10 Sumber Penerimaan Negara Dalam APBN, Dari Dalam Dan Luar Negeri Lengkap

Bukti Transaksi Perusahaan Jasa

Secara garis besar, bukti transaksi dari perusahaan jasa dibagi menjadi dua macam, yaitu bukti eksternal dan bukti internal. Bukti eksternal merupakan bukti transaksi antara perusahaan dengan pihak luar perusahaan. Sementara bukti internal adalah bukti yang dipakai untuk aktivitas transaksi di dalam area perusahaan. Berikut penjelasannya :

Transaksi Eksternal

Kwitansi

Adalah bukti atau tanda bahwa perusahaan sudah menerima atau membayar sejumlah uang. Pada umumnya kwitansi ini dibuat rangkap. Lembar pertama diberikan kepada pihak yang membayar, sedangkan lembar kedua dan selanjutnya digunakan sebagai arsip.

Faktur

Adalah bukti transaksi dari penjualan atau pembelian secara kredit (tidak tunai). Biasanya faktur juga dibuat secara rangkap. Lembar pertama dijadikan bukti untuk penjual sebagai faktur penjualan. sedangkan lembar kedua dijadikan bukti untuk pembeli yang disebut faktur pembelian.

Nota kredit

Adalah bukti transaksi yang dipakai guna mengurangi nominal transaksi sebelumnya yang sifatnya kredit. nota ini diterbitkan oleh penjual yang tujuannya untuk mengurangi nominal transaksi karena barang yang dijual diterima lagi sebagian.

Nota debit

Hampir sama dengan nota kredit, tetapi nota ini dibuat oleh pembeli. Sehingga pada saat pembeli membuat komplain atas barang yang dibeli dengan kredit, pembeli akan langsung mengembalikan barang itu. Yang berupa bukti nota debit agar penjual bisa mengurangi nominal dari transaksi yang sebelumnya.

Transaksi Internal

Memo

Adalah surat perintah dari atasan untuk bawahan supaya melakukan aktivitas tertentu yang berkaitan dengan keuangan. Contohnya ketika anda menjadi seorang supervisor di perusahaan jasa, direktur pemasaran memberi perintah untuk membuat hasil laporan penjualan di bulan tersebut.

Bukti kas masuk

Adalah bukti dari bagian keuangan yang menjadi bukti adanya aliran kas yang masuk ke perusahaan.

Baca Juga :  Peluang Usaha Toko Pakan Burung Lengkap
Bukti kas keluar

Adalah bukti yang dikeluarkan oleh bagian keuangan, sebagai bukti adanya aliran kas yang keluar dari perusahaan.

Kelebihan dan Kekurangan Perusahaan Jasa

1. Kelebihan Usaha Jasa

  • Dengan bisanis yang menyediakan jasa, maka tidak memerlukan tempat untuk display produk sehingga dalam hal sewa tempat usaha akan menjadi lebih hemat.
  • Tidak membutuhkan tempat untuk penyimpanan barang ataupun gudang.
  • Dalam badan usaha jasa tertentu tidak memerlukan banyak karyawan sehingga akan menghemat pengeluaran upah karyawan.

2. Kekurangan Usaha Jasa

  • Strategi promosi akan memerlukan testimoni pelanggan sebanyak-banyaknya sebab tidak ada produk yang dapat dipakai untuk demo.
  • Walaupun terdapat komplain, tetapidalam badan usaha jasa tidak dapat mengembalikan apa yang telah dibeli (diretur).

Itulah Contoh Perusahaan Jasa yang diikuti dengan pengertian, karakteristik, bukti transaksi, kelebihan dan kekurangannya lengkap. Semoga dapat dipahami dan dapat menambah pengetahuan anda.

Baca Juga :