Revolusi Indonesia : Latar Belakang, Proklamasi, Eforia Revolusi, Usaha Pendudukan Kembali, Perjanjian Linggarjati, Agresi Militer Belanda I, Pemberontakan Komunis Dan Dampaknya Lengkap

4 min read

Revolusi Indonesia : Latar Belakang, Proklamasi, Eforia Revolusi, Usaha Pendudukan Kembali, Perjanjian Linggarjati, Agresi Militer Belanda I, Pemberontakan Komunis Dan Dampaknya Lengkap

Latar Belakang Revolusi Indonesia – Revolusi Indonesia adalah titik di mana berdirinya negara Indonesia yang memiliki kedaulatan yang utuh. Pada titik itu terjadi beragam peristiwa konflik bersenjata. Yang dimana terjadilah pertentangan antar pihak RI melawan penjajah, yang dibantu oleh sekutunya.

Bentuk revolusi ini diawali dengan masa yang membahagiakan bagi Indonesia yaitu proklamasi kemerdekaan Indonesia pada waktu 17 Agustus 1945.

Sampai akhirnya setelah beberapa lama pihak Belanda baru mengakui kemerdekaan bangsa Indonesi pada 29 Desember 1949. Namun selama empat tahun kemerdekaan Indonesia sampai pengakuan akan kedaulatan republik Indonesia oleh Belanda tahun 1949, terjadi beragam peristiwa yang menyebabkan banyak korban jiwa. Pasukan Belanda juga masih berada di wilayah Indonesia.

Pihak Belanda hanya mampu menguasai kota besar saja seperti pulau Sumatera dan Jawa. Serta tak mengambil wilayah pedesaan dan pinggiran karena tak mampu. Hal itu disebabkan oleh usaha perlawanan bersenjata diplomatik bangsa Indonesia. Hingga hal itu membuat pihak Belanda berhasil ditekan. Akhirnya Belanda mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia.

Latar Belakang Revolusi Indonesia

Saat itu mulai bermunculan organisasi serta pergerakan besar-besaran dalam meraih kemerdekaan Indonesia yaitu Budi Utomo, Organisasi Sarekat Islam, partai nasional Indonesia dan lainnya yang berkembang dengan cepat pada waktu itu.

Mereka juga memakai strategi yang jitu dengan cara mengirim wakil mereka ke Volksraad (seperti Dewan Rakyat) untuk berdiplomasi. Agar Belanda memberi kedaulatan hak otonom pada bangsa Indonesia untuk mengatur wilayahnya sendiri.

Ada pula bergerakan yang lebih keras. Yaitu dengan memaksa Belanda untuk memberi haknya pada Indonesia dengan cepat. Pemimpin gerakan itu adalah Soekarno dan Moch.Hatta. yang kemudian menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia. Pergerakan itu bisa berjalan dengan dibantu oleh kebijakan politik etnis yang masih dijalankan Belanda.

Baca Juga :  Peran Manifesto Politik 1925 : Kongres Pemuda 1928 dan Kongres Perempuan Pertama

Ada pula kependudukan warga Jepang di Indonesia selama 3,5 tahun. Serta menjadi titik penting dalam lahirnya revolusi nasional Indonesia. Pihak Belanda mampu mempertahankan sedikit daerah penjajahan di wilayah Hindia Belanda. Tapi dalam waktu tiga bulan saja Jepang berhasil menguasai Sumatera.

Kemudian pihak Jepang membuat strategi yang jitu dengan mengambil hati rakyat Indonesia dan menjanjikan kemerdekaan. Serta mengizinkan bahasa Indonesia dipakai di publik. Hal itu juga yang membuat munculnya beragam organisasi perjuangan seluruh Indonesia.

Proklamasi dan Pembentukan Pemerintahan Indonesia

Di akhir bulan Agustus 1945, terbentuklah pemerintahan RI yang berdiri di Jakarta kemudian kabinet presidensial dibentuk dan Soekarno menjadi pemimpinnya. Komite Nasional Indonesia pun dibentuk dengan tujuan untuk membantu Presiden. Dan berfungsi sebagai badan legislatif.

Dengan dibentuknya pemerintahan pusat di Jakarta, beberapa raja di daerah pun menyatakan untuk bergabung dengan pemerintah pusat tapi ada pula yang menolaknya. Khususnya raja-raja yang bersekutu dengan Belanda.

Pemerintahan Indonesia dibuat dalam waktu yang cepat, karena khawatir pihak Belanda akan merebut kembali wilayah Indonesia. Dalam konferensi antar panglima dan militer juga ada di setiap divisi di Jogjakarta. Seorang berumur 30 tahun yang merupakan mantan dari guru sekolah. Yaitu Sudirman terpilih untuk menjadi panglima Tentara keamanan Rakyat, dengan gelar Panglima Besar.

Euforia Revolusi Indonesia

Ketika tersebar berita proklamasi kemerdekaan di berbagai wilayah dan pulau, banyak rakyat yang tak percaya karena jauh dari Ibu kota. Namun setelah berita tersebar luas, rakyat pun pro kepada pemerintahan Indonesia. Pada saat itu terjadilah kekosongan kekuatan luar yang menduduki Indonesia.

Karena pihak Jepang dan Belanda sudah sangat lemah. Sehingga keadaan politik menjadi kesempatan untuk membangun pemerintah yang kuat. Di bulan September 1945 pemerintahan RI dibantu oleh beragam organisasi dari rakyat yang sudah mengambil alih kendali infrastruktur yang utama.

Seperti stasiun kereta api dan tren di berbagai kota besar di pulau Jawa.
Pada bulan September 1945 golongan muda indoneisa menyatakan ikrar agar kemerdekaan Indoneisa segera terwujud.

Di sisi lain pihak Belanda memberi tuduhan pada Soekarno dan Hatta yang sudah bersekutu dengan Jepang. Ada pula pemerintahan Hindia Belanda yang sudah menerima dana sebesar 10 juta dolar dari Amerika Serikat. Untuk membantu Belanda kembali menjajah Indonesia.

Baca Juga :  Nabi dan Rasul : Pengertian, Perbedaan serta Tugasnya Lengkap

Usaha pendudukan kembali wilayah Indonesia

Kelelahan akibat perang dunia II membuat Belanda menjadi sangat lemah. Pihak Jepang pun sudah tak tertarik menduduki Indonesia. Daerah yang dulu dikuasai Jepang, diambil alih oleh tentara Australia dan Belanda. Namun tak ada perlawanan yang berarti dari tentara Australia. hingga mudah sekali mengambil alih lagi beberapa daerah di bagian timur Indonesia.

Ada juga pihak Inggris yang berusaha menguasai jalan pemerintah sipil di Jawa. Pihak Belanda juga ingin mengambil pemerintah kolonial yang dibantu oleh NICA, untuk terus mengklaim kedaulatan Indonesia. Pertama kali Tentara Inggris mendarat dibeberapa wilayah seperti Palembang, Padang, Medan, semarang, dan Surabaya.

Perjanjian Linggarjati

Belanda melakukan perundingan dengan wakil RI. Konferensi di antara kedua pihak diadakan di bawah kepemimpinan netral seorang  komisi khusus dari Inggris yang bernama Lord Killearn. Tempatnya berada di bukit Linggarjati dekat dengan kota Cirebon. Dan tercapailah suatu tujuan pada tanggal 15 November 1946 yang berisikan pokoknya yaitu Belanda mengakui secara De facto republik Indonesia dengan kekuasaan meliputi Jawa, Sumatera, dan Madura. Dan Belanda harus meninggalkan wilayah De facto paling akhir pada tanggal 1 Januari 1949.

RI dan Belanda sepakat membentuk uni Indonesia – Belanda dan Ratu Belanda menjadi ketuanya. Indonesia serikat akan menjadi Indonesia Serikat akan menjadi milik Uni Indonesia-Belanda dengan Belanda, Curasao dan Suriname. Hal tersebut untuk memajukan kepentingan bersama didalam hubungan luar negeri, keuangan, Pertahanan, ekonomi dan kebudayaan. Indonesia Serikat juga akan mengajukan diri sebagai anggota dari PBB. Maka setiap perselisihan yang ada bisa diselesaikan melalui Arbitrase.

Kedua delegasi Indonesia pulang ke Jakarta. Soekarno Hatta kembali ke pedalaman dua hari kemudian.

Tanggal 15 November 1946 di rumah Sjahrir, Jakarta, berlangsunglah musyawarah tentang Perundingan Linggarjati. Dimana Sjahrir menjadi penaggung jawab jika ada yang tidak beres.

Agresi Militer Belanda I

Tanggal 20 Juli 1947 di tengah malam pihak Belanda mengadakan serangan militer yang tujuan utamanya adalah menghancurkan kekuatan RI. Yang dimana serangan itu sudah melanggar nilai perjanjian linggarjati. Pasukan Belanda akhirnya memukul mundur pasukan RI dari daerah Sumatera, serta Jawa Timur dan Jawa Barat.

Baca Juga :  Suku Minangkabau – Agama, Adat Budaya, Matrilineal, Bahasa, Kesenian, Olahraga Dan Pakaian Adatnya

Lalu pihak dari Indonesia memindahkan pusat ke wilayah Yogyakarta. Karena hal itu negara lain melihat kelakuan Belanda dan memberi reaksi keras dari beragam negara. Seperti Australia, Uni Soviet, India dan Amerika Serikat langsung mendukung ke pihak Indonesia. Seperti di Australia, kapal milik Belanda yang diboikot dari bulan September 1945.

Dewan PBB pun bertindak aktif dengan membentuk Komisi Tiga Negara untuk mendorong negosisasi.
PBB akhirnya mengeluarkan resolusi untuk adanya gencatan senjata.

Pada waktu aksi militer tersebut terjadipada tanggal 9 Desember 1947. Pasukan Belanda membantai sangat banyak dari warga sipil yang ada di wilayah Desa Rawagede(yang saai ini bernama Balongsari). Di Karawang jawa Barat.

Pemberontakan Komunis di Indonesia

Sebuah kelompok yang bernama Republik Soviet Indonesia dibentuk di Madiun di tanggal 18 September 1948. Pendirinya yaitu anggota PKI yang ingin melakukan sesuatu pemberontakan pada kepemimpinan Soekarno Hatta.

Pertempuran antara TNI dengan PKI akhirnya dimenangkan TNI. Dalam jangka waktu beberapa minggu saja pemimpinnya yaitu Muso terbunuh dalam perang tersebut. di dunia internasional pihak RI memegang teguh kebijakan anti komunis.

Dampak Revolusi Nasional Indonesia

Di masa sekarang ada sekitar 100.000-200.000 perkiraan jiwa yang meninggal dalam peperangan baik tentara/sipil. Ada pula sekitar 1200 tentara yang hilang atau dibunuh di tahun 1945-1946 di Jawa dan Sumatera. Dan juga dari tentara Belanda tewas dalam jumlah sekitar 5000 tentara.

Gerakan revolusi Indonesia itu memberi dampak pada kondisi dari sosial dan ekonomi Indonesia. Seperti kekurangan bahan bakar dan makanan. Setelah itu RI mengatur ulang segala hal di setiap bidang yang sebelumnya mengalami pemblokadean pihak Belanda.

Sekian pembahasan mengenai Latar Belakang Revolusi Indonesia, dimulai dari proklamasi hingga dampaknya secara lengkap. Semoga bisa dipahami dengan baik dan menambah pengetahuan anda di bidang sejarah Indonesia.

Baca Juga :