Sistem Ekonomi : Pengertian, Jenis, Faktor Penyebab, Fungsi, Sistem Ekonomi di Indonesia, Dan Karakteristiknya Lengkap

5 min read

Sistem Ekonomi : Pengertian, Jenis, Faktor Penyebab, Fungsi, Sistem Ekonomi di Indonesia, Dan Karakteristiknya Lengkap

Fungsi Sistem Ekonomi – Sistem ekonomi adalah sistem/cara yang digunakan oleh negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimiliki. Baik bagi individu atau organisasi di negara tersebut.

Menurut Para Ahli

  1. Menurut gagasan yang disampaikan oleh M. Hatta. Economics system yang baik untuk diterapkan di Indonesia harus didasari dengan asas kekeluargaan.
  2. Menurut gagasan yang disampaikan oleh Dumairy. economics system adalah sistem yang mengatur hubungan ekonomi, di antara manusia dengan pembentukan kelembagaan di suatu tatanan kehidupan. Kesimpulannya ekonomi harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan pandangan, pla dan juga filsafat hidup.
  3. Menurut gagasan yang disampaikan oleh Dumatry. economics system adalah cara dalam mengatur sekaligus menjalin hubungan ekonomi di antara manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam ketahanan.
  4. Menurut gagasan yang disampaikan oleh Gilarso, economics system merupakan cara atau sistem untuk mengkoordinasikan perilaku masyarakat (konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan lainnya) dalam kegiatan menjalankan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan lainnya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur & dinamis, serta kekacauan bisa dihindari.
  5. Menurut gagasan yang disampaikan oleh Mc. Eachren. economics system adalah seperangkat mekanisme sekaligus institusi dalam menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa yang dihasilkan.
  6. Menurut gagasan yang disampaikan oleh Chester A Bemand. Sistem ekonomi adalah kesatuan yang berpadu secara kolestik. Yang di mana di dalamnya terdapat beberapa bagian yang memiliki ciri dan batas tersendiri.
  7. Menurut gagasan yang disampaikan oleh Gregory Grossman dan M. Manu. Sistem ekonomi adalah serangkaian komponen/unsur yang terdiri dari beberapa unit serta agen ekonomi. dan juga lembaga ekonomi yang saling berkaitan sekaligus berinteraksi hingga ke tingkat tertentu, hingga saling menopang dan memengaruhi.
  8. Menurut gagasan yang disampaikan oleh L.James Havery. Sistem ekonomi adalah prosedur logis dan rasional, agar bisa merancang rangkaian komponen yang saling berhubungan satu sama lain. Tujuannya adalah untuk kesatuan usaha dalam meraih tujuan.

Jenis-jenis

Sistem Ekonomi Tradisional

Adalah sistem/cara ekonomi yang ada di dalam organisasi kehidupan ekonomi yang didasari dengan kebiasaan dan juga tradisi masyarakat turun temurun, dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya. Ciri-cirinya yaitu :

  • Masih bergantung dengan kondisi alam.
  • Pada umumnya, kegiatan produksi yang dilakukan dengan cara mengaolah tanah serta mengumpulkan kebutuhan yang ada di alam.
  • Menggunakan alat produksi yang sederhana.
  • Hasil dari produksi hanya digunakan untuk kebutuhan minimal dan bersifat homogen.
  • Hasil industri berwujud kerajinan tangan.
  • Tidak mengenal tukar menukar dengan cara kredit.
Baca Juga :  Uang : Pengertian, Definisi, Fungsi, Syarat Dan Jenisnya Lengkap

Keunggulannya yaitu :

  • Menciptkan rasa kekeluargaan serta gotong royong dari tiap-tiap individu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
  • Pertukaran atau barter yang dilandasi dengan rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.

Kekurangannya yaitu :

  • Masyarakat memiliki pola pikir yang cenderung statis.
  • Hasil produksi terbatas sebab hanya menggantungkan pada faktor produksi alam serta tenaga kerja yang apa adanya.

Sistem Ekonomi Terpusat

Adalah sistem ekonomi yang sebagian besar pengaturannya dikuasai oleh pemerintah. Penguasaan itu dilaksanakan dengan membatasi kegiatan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Negara penganut sistem terpusat yaitu: Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet). Ciri-cirinya yaitu :

  • Semua sumber daya dikuasai oleh pemerintah.
  • Produksi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rakyat.
  • Kegiatan ekonomi direncanakan serta diatur oleh pemerintah secra terpusat.
  • Tidak diakuinya hak individu.

Keunggulannya adalah :

  • Pengandilan serta pengawasan dapat dilaksanakan oleh pemerintah dengan mudah.
  • Pemerintahmemiliki tanggung jawab sepenuhnya kepada semua kegiatan ekonomi.
  • Kemakmuran masyarakat dapat terealisasikan secara merata.
  • Adanya perencanaan pembangunan yang lebih cepat untuk di wujudkan

Kekurangannya adalah :

  • Terdapat penindasan daya kreasi masyarakat. Sehingga, hampir semua inisiatif dan juga inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
  • Terdapat kemunculan pasar gelap yang dikarenakan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
  • Masyarakat tidak memiliki hak memilih serta menentukan jenis pekerjaan.
  • Masyarakat tidak memiliki hak memilih barang konsumsi yang diinginkan.
  • Pemerintah sifatnya paternalistis. Dengan kata lain, aturan ini ditetapkan oleh pemerintah dan seluruhnya benar dan harus benar-benar dipatuhi.

Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)

Adalah sistem ekonomi yang didasari dengan kebebasan seluas-luasnya untuk semua anggota masyarakat dalam kegiatan ekonomi, tanpa campur tangan pemerintah. Dengan sistem ekonomi ini, pemerintah benar-benar lepas tangan, khususnya dalam hal keputusan ekonomi. hal itu disebut dengan istilah laissez-faire.

Ekonomi sistem liberal ini disebut juga ekonomi sistem pasar. Yang artinya ekonomi sistem ini pengelolaannya diatur oleh kekuatan pasar, yaitu permintaan dan penawaran.  Negara penganut sistem liberal yaitu: Perancis, Belgia, Irlandia, Amerika Serikat, Inggris, Swiss, Kanada, dan Indonesia (pada tahun 1950-an).

Ciri ekonomi sistem liberal yaitu :

  • Hak individu diakui.
  • Setiap manusia merupakan homo economicus.
  • Kedaulatan konsumen serta kebebasan dalam konsumsi.
  • Diterapkannya sistem persaingan bebas.
  • Motif mencari laba dipusatkan kepada kepentingan sendiri.
  • Peranan modal sangatlah penting.
  • Peranan pemerintah sangat dibatasi.

Keunggulannya :

  • Terdapat persaingan yang memotivasi kemajuan dalam suatu usaha.
  • Campur tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian sangat kecil. Sehingga pihak swasta memiliki kesempatan yang lebih luas.
  • Produksi yang dihasilkan sesuai dengan permintaan pasar serta kebutuhan masyarakat.
  • Adanya pengakuan hak milik oleh Negara. Sehingga, dapat memotivasi masyarakat untuk lebih semangat dalam berusaha.
Baca Juga :  Devisa : Pengertian, Jenis, Sumber, Fungsi Dan Manfaatnya Lengkap

Kekurangannya :

  • Adanya praktik persaingan yang tidak sehat, contoh: penindasan untuk pihak yang lebih lemah.
  • Dapat memicu terjadinya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
  • Terdapat praktik yang tidak jujur, ayng didasari mengejar keuntungan sebesar-besarnya. Sehingga, kepentingan umum tidak diperhatikan dengan baik atau dengan kata lain dikesampingkan.

Sistem Ekonomi Campuran

Adalah sistem ekonomi yang dimana satu sisi pemerintah memberi kebebasan pada rakyatnya untuk melakukan kegiatan ekonomi. namun di sisi lain pemerintah juga ikut campur dalam perekonomian. Tujuannya untuk menghindari penguasaan penuh dari golongan masyarakat tertentu pada sumber daya ekonomi.

Ciri-cirinya yaitu :

  • Hak milik individu atas faktor-faktor produksi yang diakui, namun mempunyai batasan dari pemerintah.
  • Kepentingan umum lebih diutamakan.
  • Dalam pelaksanaan mekanisme kegiatan ekonomi, pemerintah ikut serta di dalamnya melalui berbagai kebijakan ekonomi.
  • Kebebasan individu untuk berusaha akan tetap ada sehingga tiap-tiap individu mempunyai hak untuk mengembangkan kreativitas sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
  • Campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Keunggulannya :

  • Sektor ekonomi dikuasai dan dikelola oleh pemerintah dengan tujuan guna mencapai kesejahteraan masyarakat.
  • Hak swasta ataupun individu diakui dengan jelas oleh pemerintah.
  • Harga suatau barang semakin mudah untuk di kendalikan.

Kekurangannya :

  • Pemerintah memiliki peran yang lebih berat daripada dengan swasta.
  • Dapat memicu adanya KKNatau Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di dalam pemerintah. Hal tersebut disebabkan banyaknya berbagai sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah. Sebab, pengawasannya sangatlah sedikut.

Sistem Ekonomi Pancasila

Adalah sistem ekonomi yang dilandasi dengan ideologi pancasila yang berisi makna demokrasi ekonomi. maknanya yaitu kegiatan ekonomi yang berdasarkan usaha bersama dengan menggunakan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh dan untuk rakyat dalam bimbingan sekaligus pengawasan pemerintah.

Cirinya yaitu :

  • Ada di dalam UUD 1945 Pasal 33 setelah Amandemen 2002
  • Perekonomian dirancang sebagai usaha bersama yang didasari dengan asas kekeluargaan
  • Berbagai cabang produksi yang sangat penting untuk negara serta berhubungan dengan kepentingan hidup orang banyak yang dikuasai dan dikelola oleh negara.
  • Bumi, air dan segala kekayaan alam lainnya yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara, tetapi tetap dipakai bagi kemakmuran rakyat.
  • Perekonomian nasional ini dilaksanakan dengan dasar demokrasi ekonomi yang memiliki prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, dan untuk menjaga keseimbangan kemajuan serta menjaga kesatuan ekonomi nasional.
  • Ketentuan lebih lanjut tentang pelaksanaan pasal ekonomis sistem juga diatur dalam undang-undang GBHN Bab III B No. 14
  • Pembangunan ekonomi dilandasi dengan demokrasi ekonomi yang dapat menentukan masyarakat untuk memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Maka dari itu, pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan pengarahan atau bimbingan kepada pertumbuhan ekonomi sekaligus untuk melahirkan iklim yang sehat dalam perkembangan dunia usaha.  Sebaliknya, dunia juga akan memperlakukan usaha untuk memberikan tanggapan kepada pengarahan serta bimbingan untuk penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan yang real atau nyata.
Baca Juga :  Pengertian Produk : Klasifikasi, Ciri dan Contohnya Untuk Perusahaan Lengkap

Faktor Penyebab Macam-macam Sistem Ekonomi

  1. Tidak terdapat campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi
  2. Terdapat sebuah sistem pemerintahan yang dijalankan dalam suatu Negara tertentu.
  3. Kepemilikan negara kepada faktor-faktor produksi.
  4. Terdapat  sumber daya yang ada di dalam negara tersebut.

Fungsi

  • Sebagai penyedia dorongan untuk melakukan proses produksi.
  • Supaya dapat tercipta koordinasi yang tepat dalam sebuah aktivitas individu di bidang perekonomian.
  • Untuk mengatur pembagian hasil dari suatu produksi dalam seluruh anggota masyarakat, supaya bisa terlaksana dengan sesuai harapan.
  • Supaya dapat menciptakan mekanisme tertentu, sehingga distribusi barang dan juga jasa dapat berlangsung dengan baik.

Sistem Ekonomi Indonesia

Di tahun 1950an Indonesia menganut sistem ekonomi liberal. Ketika paham komunisme masuk ke tanah air, saat itu sistem ekonomi berubah menjadi sistem ekonomi komunis. Kemudian saat orde lama berganti dengan orde baru, sistem ekonomi diubah menjadi sistem ekonomi demokrasi. Sistem ekonomi itu dianggap lebih menyerupai citra diri Indonesia.

Saat orde reformasi bergulir sistem ekonomi Indonesia berganti menjadi sistem ekonomi kerakyatan atau ekonomi pancasila. Sistem ekonomi kerakyatan ini masuk dalam jenis sistem ekonomi campuran. Penerapan sistem ekonomi sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan juga eksternal di suatu negara. Faktor ini bisa berupa sumber daya manusia, sumber daya alam, geografis, dan kondisi fisik. Faktor eksternal juga bisa berupa keamanan global, politik dunia, kondisi perekonomian dunia dan perkembangan teknologi.

Sampai saat ini Indonesia mengusung sistem ekonomi pancasila karena dinilai memiliki makna demokrasi ekonomi.

Karakteristik Sistem Ekonomi di Indonesia

  1. Aktivitas ekonomi dianggap sebagai kegiatan bersama dengan mengedepankan unsur kekeluargaan/gotong royong.
  2. Cabang produksi dinilai strategis sekaligus juga memiliki pengaruh yang besar pada hajat hidup rakyat. Cabang itu harus dikuasai/dikelola oleh negara demi kemakmuran rakyat.
  3. Menerapkan prinsip wawasan lingkungan dan berkelanjutan di seluruh kegiatan ekonomi.
  4. Pemerintah melakukan pengawasan pada setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan pihak swasta. Tujuannya yaitu agar tak terjadi praktek kecurangan. Misalnya mafia perdagangan, monopoli, hingga penipuan. Dengan begitu, akan tercipta unsur keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sekian pembahasan mengenai Fungsi Sistem Ekonomi yang disertai dengan pengertian, jenis, faktor penyebab, sistem ekonomi di Indonesia serta karakteristiknya secara lengkap. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :