Tolak Peluru : Pengertian, Gaya, Teknik, Peraturan, Lapangan, Peralatan, Atlet Dan Sejarahnya Lengkap

Tolak Peluru : Pengertian, Gaya, Teknik, Peraturan, Lapangan, Peralatan, Atlet Dan Sejarahnya Lengkap

Tolak Peluru – Adalah salah satu cabang olahraga atletik yang dilakukan dengan cara melempar bola besi sejauh mungkin, dari titik lempar ke pendaratan dengan teknik serta peraturan yang telah ditentukan.

Tolak Peluru

Olahraga ini bisa dilakukan di luar atau dalam ruangan. Tolak peluru juga merupakan salah satu jenis olahraga yang dapat dilakukan di dalam ruangan.

Karena tolak peluru tidak memerlukan pendaratan yang sangat jauh dan luas. Dan karena rekor dari dulu hingga sekarang belum ada yang melebihi jarak 25 M. tolak peluru adalah olahraga berat yang tak bisa sembarangan orang melakukannya. Meskipun olahraga ini terlihat seperti melakukan tolakan besi kemudian selesai.

Rata-rata para atlet kelas dunia mempunyai postur tubuh yang kekar dan besar pada laki-laki dan perempuan, serta memiliki energi yang kuat dalam melakukan tolakan. Ada juga atlit tolak peluru yang memiliki postur tubuh yang sedang.

Faktor penentu di dalam olahraga ini ada dua, yaitu postur tubuh atlet serta tekniknya. Postur tubuh yang besar memiliki energi yang juga besar, serta cocok untuk olahraga tersebut. tetapi bukan berarti atlit yang bertubuh kecil tak bisa melakukannya. Asal tolak peluru dilakukan dengan cara yang baik dan benar, dan juga dilakukan dengan menggunakan energi yang besar maka hasil tolakannya pun akan jauh.

Gaya Tolak Peluru

Olahraga ini memiliki tiga gaya yang dipakai dalam suatu pertandingan, yaitu gaya klasik, gaya spin (berputar) dan gaya glide (meluncur). Dari gaya itu hanya gaya meluncur dan berputas saja yang masih digunakan sampai sekarang.

Berikut jenis dan penjelasan macam-macam gaya tolak peluru :

Gaya Glide (meluncur)

Gaya yang pertama ini digunakan oleh Parry O’Brien dari Amerika Serikat pada tahun 1951. Gaya ini dilakukan dengan cara atlit yang melakukan gaya setengah putaran, sebelum melontarkan peluru. Dalam gaya slide ini menghadapke belakang pada persiapan awal kemudian mendorong tubuh ke arah belakang, setelah itu menghadap ke depan lalu melontarkan peluru. Lemparan yang paling jauh dengan menggunakan gaya slide yang dimiliki oleh tim German adalah Ulf Timmermann dengan jarak lemparan sejauh 23,06 meter.

Gaya klasing (samping)

Adalah gaya yang paling tua dan tak ada yang tahu siapa penemu dari gaya tersebut. gaya tolak peluru ini menggunakan awalan yang menyamping yaitu menghadap ke arah samping. Dalam posisi siap sebelum melakukan gerakan tolak peluru.

Dalam gaya itu peluru pun dipegang dengan kedua tangan, dan tangan kanan menyangga peluru di atas bahu, serta tangan kiri yang memegang peluru bagian atas. Akhirnya peluru itu dilempar dengan satu tangan yaitu tangan kanan saja.

Baca Juga :  Tenis Meja : Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar dan Peraturannya Lengkap

Gaya Spin (berputar)

Gaya berputar pertama dilakukan oleh Aleksander Baryshnikov dari Rusia pada tahun 1972 dan membuat rekor baru putra dengan jarak 22 meter. Sebelum melakukan lemparan ini atlet akan melakukan putaran sebanyak 360osebelum lemparan itu dilakukan. Gaya itu juga mampu memberi momentum yang terbaik dalam melempar peluru sejauh mungkin.

Gaya berputar adalah gaya tersulit karena atlet tak hanya bisa fokus pada tolakannya saja, tapi juga pada gerakan berputar yang baik. Jika atlet melakukan sedikit kesalahan dalam gerakan memutar maka akibatnya akan buruk pada lemparannya, dan dapat berujung pada kegagalan. Atlet terbaik di dalam tolak peluru menggunakan pada gaya ini adalah Rabdy Brandes, yang berhasil melempar dengan jarak 23,12 M.

Teknik Tolak Peluru

Teknik yang paling penting di dalam tolak peluru terletak pada gaya dalam melakukan tolakan tersebut. posisi jari di dalam memegang peluru sebenarnya tak terlalu penting, tapi peluru dapat dipegang dengan posisi yang nyaman supaya bisa menahan bola ketika tolakan terjadi.

Sementara di awal posisi peluru akan stabil karena selalu menempel di leher, berikut penjelasan lengkap mengenai teknik tolak peluru :

Teknik Tolak Peluru Gaya Spin (berputar)

Gaya spin mirip dengan gaya lempar cakram yang berputar dalam melakukan suatu putaran. Pada awalnya dilakukan dengan cara gaya slide yaitu atlet akan menghadap ke belakang kemudian tangan kanan memegang peluru dan menempelkannya pada leher. Badan ada di posisi tegak serta kepala miring.

Kemudian kedua kaki disejajarkan, yang pertama kaki kiri menjadi tumpuan agar kaki kanan dapat diayunkan menuju ke tengah lingkaran. Kemudian kaki kanan menuju ke area tengah lingkaran dan posisinya masih membelakangi pendaratan, dan bersiap menjadi poros.

Sebelum kaki kanan menapak di tengah lapangan, kaki kiri yang sebelumnya menjadi poros pun diangkat serta diayunkan dengan gerakan yang melingkar. Sehingga kaki kanan sebagai poros di akhir putaran tubuh.

Kaki di sebelah kiri ditapakan ke daerah belakang kaki kanan dan sejajar dengan jarak sebahu lebih sedikit, lalu posisi tubuh menjadi serong mengarah ke samping belakang. Setelah kaki kiri jatuh tubuh pun dihadapkan bersama dengan tangan sebelah kanan, lalu melakukan tolakan peluru dengan kekuatan yang penuh ke arah depan dengan putaran tumit, pinggul, lutut dan dada ke arah depan, untuk memberi tambahan dari daya dorong itu.

Sesudah peluru terlempar kemungkinan tubuh masih berputar karena energi yang dilepas, membentuk garis putaran tubuh.

Teknik Tolak Peluru Gaya Glide

Posisi awal adalah dengan cara menghadap tubuh ke arah belakang serta membelakangi sektor pendaratan. Memegang peluru dan menempelkannya ke leher, sehingga posisi dari kepala miring ke kanan untuk menyesuaikan peluru itu.

Teknik itu dilakukan/disesuaikan dengan kenyamanan atlet atau pelempar dalam melakukan teknik tersebut. selanjutnya posisi badan sedikit menunduk ke bawah, lalu condong ke sisi kanan dan posisi dari bahu kiri lebih tinggi.

Kaki kanan ditekuk sedikit supaya memberi daya tolak serta kaki kiri diposisikan ke daerah belakang. Dan bisa sedikit ditekuk atau lurus dengan ujung kaki yang menyentuh ke lantai. Kemudian ketika akan melakukan luncuran 180o badan sedikit dicondongkan ke depan, sehingga ujung kaki kiri dapat terangkat dari lantai.

Baca Juga :  Lempar Lembing : Pengertian, Lapangan, Teknik, Sejarah, Dan Materinya Lengkap

Setelah itu kaki sebelah kanan melakukan tolakan dan kaki terdorong sampai balok batas lempar. Waktu momen itu tubuh bersama berputar mengarah ke depan dan tangan kanan melempar atau melakukan tolakan dengan sekuat tenaga.

Ketika tangan kanan melakukan tolakan maka geser posisi kepala supaya tak menjadi halangan laju peluru, ketika mengarah ke sektor pendaratan.

Bila yang melakukannya atlet yang kidal maka lakukan hal itu dengan kebalikannya atau menggunakan tubuh sebaliknya, serta menggunakan cara yang sama.

Peraturan Tolak Peluru

Di dalam olahraga tolak peluru ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar oleh setiap atlet. Yang diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Atlet/peserta boleh memasuki lingkaran tolakan dari manapun. Biasanya peserta/atlet memasuki lingkaran dari sisi samping ke arah belakang.
  2. Atlet/peserta tak boleh menggunakan atribut seperti sarung tangan tapi boleh menggunakan pelindung dari ruas jari, selama waktu pertandingan berlangsung.
  3. Sesudah dipanggil atlet/peserta memiliki waktu 60 detik untuk menyelesaikan pertandingan.
  4. Atlet tolak peluru harus menahan peluru dengan leher ketika melakukan gerakan tolaknya.
  5. Atlet melakukan hanya di dalam lingkaran dan tak boleh sampai ke luar, ketika salah satu kaki menyentuh daerah luar gais lempar maka akan didiskualifikasi secara langsung.
  6. Peluru yang dilempar hanya boleh menggunakan satu tangan dan posisinya juga harus lebih tinggi dari bahu.
  7. Peluru wajib mendarat di sektor area yang telah disediakan.
  8. Atlet/pelempar meninggalkan lingkaran setelah melakukan lemparan hanya dengan sisi lingkaran di bagian belakang.
  9. Atlet boleh meninggalkan lapangan ketika peluru telah mendarat.

Lapangan Tolak Peluru

Lapangan tolak peluru hampir sama dengan lapangan lempar cakram. Tapi dibedakan dengan adanya papan batas tolakan yang ada di lingkaran tolak peluru. Berikut penjelasannya :

  1. Lapangan tolak peluru dibagi menjadi dua yaitu sektor yaitu sektor lingkaran tolakan dengan pendaratan.
  2. Lingkaran tolak memiliki diameter 2,235 M yang dikelilingi dengan menggunakan ring besi, dengan ketebalan 66 mm serta tinggi 2 cm yang fungsinya untuk batas lingkaran. Di bagian depan lingkaran dipasang balok tolakan dengan ukuran tinggi 10 cm, panjang 1,22 m dan ketebalan 1,44 cm.
  3. Sektor pendaratan merupakan tanah yang ditandai dengan garis batas atau sektor line serta garis ukur yang standar, yang ada di tengah area sektor pendaratan. Panjang dari sektor itu adalah 40o dan minimal panjangnya 25 M.

Peralatan Tolak Peluru

Peralatan tolak peluru adalah sebagai berikut:

  • Alat pengukur
  • Peluit
  • Bendera
  • Bola peluru atau bola besi dengan ketentuan :
  1. Ukuran bola disesuaikan dengan jenis lapangan yang digunakan. Biasanya lapangan indoor memakai bola yang ukurannya sedikit lebih besar dari lapangan outdoor, dan bahan dari bola itu dibuat dari bahan yang berbeda tapi memiliki berat yang sama. Bola peluru itu bisa terbuat dari bahan besi, pasir, solid, logam, stainless steel, polyvinyl dan material sintetis.
  2. Bola peluru atau besi untuk junior putri yaitu dengan berat 3kg.
  3. Bola peluru atau besi untuk junior putra yaitu dengan berat 5kg.
  4. Bola peluru atau besi untuk senior putri yaitu dengan berat 4kg.
  5. Bola peluru atau besi untuk senior putra yaitu dengan berat 7.25kg.
Baca Juga :  Pencak Silat : Pengertian, Sejarah, Teknik, Jurus Dan Peraturannya Lengkap

Atlet Tolak Peluru

Jauh dekat lemparan tergantung dari tubuh atlet dan energinya. Walaupun tak selalu begitu, tidak selalu atlet yang bertubuh besar yang mendominasi pertandingan. Ketika postur tubuh atlet mempunyai tinggi yang pendek maka cenderung memakai gaya spin/berputar. Dan atlet yang memiliki tubuh yang tinggi sering memakai gaya slide/meluncur.

Dalam sejarah prestasi tolak peluru ada tiga orang yang menjadi legenda hingga sekarang. Yang pertama yaitu Randi Barnes dari Amerika Serikat dengan yang memecahkan rekor dunia tolak peluru lapangan outdoor dan indoor dengan jauh lemparan 22.66 meter indoor 23.12 meter outdoor. Selain Barnes ada pula atlit lainnya yang merupakan 5 atlet tolak peluru putra papan atas. Yaitu :

  • Randy Barnes dari Amerika Serikat di Wesrood pada 20 Mei 1990 dengan jauh lemparan 23.12 meter.
  • Ulf Timmermann dari German Timur di Khania pada 22 MEi 1988 dengan jauh lemparan 23.06 meter.
  • Alessandro Andrei dari Italia di Viaregio pada 12 Agustus 1987 dengan jauh lemparan 22.91 meter.
  • Brian Oldfield dari Amerika Serikat di El Paso pada 10 Mei 1975 dengan jauh lemparan 22.86 meter.
  • Werner Guntof dari Swiss di Bern pada 23 Agustus 1988 dengan jauh lemparan 22.27 meter.

Berikut 5 atlet putri papan atas yaitu :

  • Natalya Lisosvkaya dari Rusia di Moscow pada 7 Juni 1987 dengan jauh lemparan 22.63 meter.
  • Helena Fibingerova dari Republik Ceko di Jablonec Nad Nisou pada 19 Februari 1977 dengan jauh lemparan 22.50 meter.
  • Illona Slupianek dari German Timur di Postdam pada 11 Mei 1980 dengan jauh lemparan 22.45 meter.
  • Cloudia Losch dari German Barat di Hainfeld pada 23 Agustur dengan jauh lemparan 22.19 meter.
  • Ivanka Khristova dari Bugaria di Belmeken pada 4 Juli 1976 dengan jauh lemparan 21.89 meter.

Sejarah Tolak Peluru

Olahraga tolak peluru telah ada sejak zaman Yunani Kuno tapi dengan tata cara yang berbeda. Zaman dahulu tolak peluru bernama lempar beban  atau weight trowing menurut Homer. Namun tak ada catatan sejarah dari bentuk dan bahan yang dipakai saat itu.

Tapi olahraga peluru adalah salah satu bentuk latihan perang yang dilakukan oleh para prajurit di Troya lalu dipertandingkan kembali antar prajurit.

Salah satu jejak olahraga peluru yang berhasil ditemukan adalah kompetisi yang diadakan di Negara Skotlandia pada abad pertama. Di  abad ke XVI Raja Henry ke VII menyelenggarakan pertandingan yang hampir sama yaitu lempar palu dan lempar beban.

Kompetisi pertama yang bentuknya seperti tolak peluru di masa kini adalah kompetisi di era pertengahan yang dimana kompetisi itu diselenggarakan oleh kalangan militer. Serta diikuti oleh para prajurit yang melempar bola besi sejauh-jauhnya dari titik tolak.

Kompetisi tolak peluru yang pertama kali didokumentasikan adalah kompetisi di Skotlandia, dan menjadi salah satu dari The British Amateur Championsships di tahun 1866. Sejak saat itu olahraga tolak peluru mulai disukai oleh negara di Eropa dan menjadi salah satu atletik yang dipertandingkan, di dalam olimpiade moder yang pertama di Yunani tahun 1896.

Demikian pembahasan lengkap tentang olahraga tolak peluru, lengkap juga dengan pengertiannya, gaya, teknik, peraturan, lapangan, peralatan, atlet dan sejarahnya. Semoga artikel ini berguna dan bermanfaat bagi anda semua, dan dapat menambah wawasan anda di bidang olahraga.

Baca Juga :