Valuta Asing : Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, Jenis, Pelaku, Kelebihan Dan Kekurangannya Lengkap

Posted on

Valuta Asing : Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tujuan, Jenis, Pelaku, Kelebihan Dan Kekurangannya Lengkap

Pasar Valuta Asing – Valuta asing atau valas adalah mata uang di dunia perdagangan internasional, yang sudah diterima oleh banyak negara yang sudah terlibat di dalamnya. contohnya pada saat anda berlibur ke luar negeri, tentu anda memerlukan barang dan jasa di sana. Untuk memenuhinya, anda harus membayar dengan mata uang negara tersebut.

Namun dengan menggunakan valuta asing, maka anda bisa menggunakan mata uang asing yang diterima di dunia perdagangan antar negara. Uang yang paling banyak diterima di berbagai negara adalah dollar. Maka saat anda berlibur di suatu negara, anda bisa menggunakan mata uang dollar sebagai pengganti.

Valuta asing ini juga bisa ditukarkan dan dibeli di berbagai perusahaan/bank yang mempunyai izin jual beli valuta asing. Pendapat lainnya tentang valas ini adalah valas juga bagian dari devisa. Devisa merupakan seluruh kekayaan yang berasal dari negara di luar negeri yang berupa barang/jasa atau mata uang asing, yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran luar negeri dan diterima di dunia internasional. Devisa yang berwujud mata uang asing ini disebut dengan valuta asing.

Menurut Para Ahli

Hamdy Hadi

Valuta asing adalah mata uang yang fungsinya untuk alat pembayaran dalam membiayai segala transaksi, dalam kegiatan ekonomi keuangan internasional dan memiliki catatan kurs resmi di bank sentral.

Eng, Lees, dan Mauer

Valuta asing adalah mata uang asing yang berlaku sebagai klaim keuangan atau aset dalam sebuah perusahaan dalam bentuk mata uang asing.

Jose Rizal Joesoef

Valuta asing adalah mata uang asing yang dipakai sebagai alat pembayaran di luar negeri.

Beams, Anthony, Clement dan Lowensohn

Ada tiga sistem dalam valuta asing, yang berlaku di sebuah negara. Diantaranya yaitu :

  • Sistem Kurs Bebas (Floating)

Yaitu sistem kurs yang tidak ada campur tangan dari pihak pemerintah, dalam menjaga kestabilan kurs tersebut. karena nilai tukar secara umum sudah ditentukan dengan terdapatnya penawaran serta permintaan atas valuta asing.

  • Sistem Kurs Tetap (Fixed)
Baca Juga :  Pengelolaan Badan Usaha : Pengertian, Tujuan dan Fungsinya Lengkap

Di dalam sistem kurs yang tetap, pihak pemerintah dan bank sentral dapat ikut campur dan terlibat dengan aktif di kegiatan transaksi pasar valas. Dengan membeli/menjual valuta asing jika nilainya tak sesuai dengan standar yang sebelumnya sudah ditetapkan.

  • Sistem Kurs Terkendali atau Terkontrol (Controlled)

Pihak pemerintah atau bank sentral dari negara yang bersangkutan, mempuntai kekuasaan eksklusif dalam menentukan nilai dari alokasi penggunaan valas yang sudah tersedia. Sedangkan warga negara tidak mempunyai kebebasan dalam ikut campur, pada transaksi valas itu sendiri. Karena Capital Inflows dan aktivitas ekspor barang yang menimbulkan ketersediaan pada valuta asing.

Pasar valuta asing adalah tempat pertukaran uang dari beragam nilai mata uang yang beragam. Harga valuta asing ditentukan oleh beragam proses permintaan dan penawaran yang berlangsung dalam mekanisme pasar atau istilahnya kurs nilai tukar.

Kurs adalah harga mata uang asing yang sudah dinyatakan dengan melalui mata uang, yang berlaku di suatu negara. Contohnya 1 dollar ($) mata uang Amerika Serikat apabila di negara Indonesia brenilai seharga Rp.14.319,50,-

Sejarah Singkat Valuta Asing (Valas)

Awalnya dalam kegiatan ekonomi orang-orang menggunakan sistem barter. Tapi kemudian sistem ini ditinggalkan karena banyak kelemhannya. Lalu muncul emas dan juga perak yang menjadi standar uang dalam pasar. Kemudian munculah uang di beragam daerah.

Kesimpulannya, aktivitas pertukaran mata uang ini memang sudah dimulai sejak berabad yang lalu. Namun baru digunakan di tahun 1880 sampai perang dunia I. saat itu emas murni sudah menjadi standar nilai uang. Tetapi di masa perang, standar uang emas itu dinilai banyak juga kelemhannya dan menimbulkan banyak pengangguran.

Setelah perang dunia selesai, dunia berharap bahwa standar ekonomi akan menjadi lebih baik dan stabil. Di tanggal 22 Juli 1944 dilaksanakanlah Konferensi Moneter Internasional “The Bretton Woods Confernce”.

Konferensi tersebut dihadiri oleh 44 negara serta dalam pertemuan ini ditetapkan sistem pertukaran mata uang tetap “Fixed Exchange Rate System”. Adapun ketetapan dasar yang telah disetujui pada konferensi monter itu, diantaranya :

  • Masing-masing negera menentukan nilai tukarnya kepada mata uang USD (Amerika)
  • Amerika menentukan nilai USH terhadap emas (USD 35/once)
  • Amerika menjual emas dengan harga tetap terhadap pemegang resmi mata uang USD
  • Perubahan nilai tukar mata uang dalam USD tidak bisa melebihi 1%, jika terpaksa melebihi 1%, maka batas maksimalnya yaitu 10%.

Setelah konferensi dilaksanakan, pertumbuhan ekonomi pun berkembang dengan pesat. Hingga dua tahun berikutnya, lembaga monitor internasional dan bank dunia dibentuk sebagai pengawas sistem itu. Di tahun 1960, perekonomian di negara Amerika pun mengalami penurunan dan menjadikan kepercayaan negara lain pada dollar juga ikut menurun.

Baca Juga :  Perusahaan Manufaktur : Pengertian, Ciri, Elemen, Proses Bisnis Dan Contohnya

Akhirnya Presiden Nixon yang saat itu sedang menjabat, mengumumkan sistem nilai tukar terhadap USD di tanggal 15 Agustus 1971. Amerika kemudian memutuskan untuk menggunakan nilai tukar mengambang terhadap mata uang mereka (Floating Exchange Rate System). Yang di mana nilai mata uang USD tidak lagiditentukan dengan jumlah tertentu. Tetapi dapat berubah-ubah tergantung dengan mekanisme pasar (permintaan dan penawaran).

Kemudian, negara lainnya ikut menggunakan sistem mata uang mengambang dan sampai sekarang hampir semua negara memakai sistem itu. Dengan menerapkan sistem tersebut, pasar valuta asing pun muncul dengan menggunakan fluktuasi harga dalam mendapat keuntungan. Awalnya hanya digunakan demi kepentingan individu, tetapi sekarang sudah berkembang dengan pesat. Meskipun sangat spekulatif dan tak stabil, perdagangan valuta asing telah menjadi pasar yang nilai transaksinya paling besar di dunia.

Fungsi Valuta Asing

Beberapa fungsi dari valuta asing diantaranya yaitu :

Alat Tukar Internasional

Fungsinya yaitu sebagai uang yang digunakan sebagai alat tukar menukar barang dalam dunia perdagangan internasional.

Alat Pengendali Kurs

Valuta asing juga menjadi alat pembayaran yang sah, dan diakui oleh kedua negara.

Alat untuk Memperlancar Perdagangan Internasional

Setiap negara di seluruh dunia dengan mudah bisa melaksanakan kegiatan jual beli tanpa mengalami kendala/masalah dari penggunaan mata uang tersebut.

Tujuan Valuta Asing

  • Sebagai media untuk bertransaksi.
  • Sebagai media untuk mempertahankan daya beli.
  • Bisa mengirimkan uang ke luar negeri dengan mudah.
  • Untuk mendapatkan keuntungan.
  • Untuk pemagaraan resiko (hedging).
  • Mempermudah kegiatan belanja di negara lain.

Jenis Valas

Valuta Asing Fisik

Adalah uang asing dalam pengertian uang yang sebenarnya, yakni uang yang berupa karta, baik itu dalam wujud logam, kertas negara, maupun kertas bank yang dapat digunakan dalam perdagangan internasional.

Valuta Asing Non-Fisik

Adalah uang asing yang berupa uang giral atau berbagai macam surat berharga lainnya. Contohnya wesel, cek, travelers, cheque, internasional money order, dan yang lainnya.

dari segi bentuknya, jenis valas atau valuta asing dibagi lagi menjadi beberapa macam, diantaranya :

  • Mata Uang Asing

Mata uang Yen Jepang, Euro Dollar, Dollar Amerika Serikat, dan yang lainnya.

  • Saldo Kredit 

Saldo Kredit yang terdapat di dalam berbagai bank devisa dalam sebuah negara di luar negeri.

  • Surat-surat Wesel Luar Negeri

Ada beragam surat wesel luar negeri ini bisa diketahui dengan cara seperti: adanya seorang eksportir Indonesia yang menarik wesel atas Importir (dari negara lain).

  • Hak-Hak Penerimaan Pembayaran

Berasal dari penduduk sebuah negara dalam bentuk yang beragam dengan tingkat likuiditas yang terbilang cukup tinggi.

Pelaku Pasar Valuta Asing

Dealer (Market Maker)

Adalah pihak yang membuat pasar mata uang menjadi semakin hidup. Tak jarang dealer juga menentukan tingkat persediaan pada mata uang tertentu. Serta memperoleh keuntungan dari selisih harga jual beli pada valuta asing. Peran dealer bank ini adalah bank yang ada di dunia.

Baca Juga :  Kebutuhan Pada Manusia : Pengertian, Jenis-Jenis dan Contohnya Lengkap

Perorangan atau Perusahaan

Adalah pihak swasta yang juga terlibat dalam kegiatan transaksi perdaganagn valuta asing. Tujuan dari pelaku ini yaitu untuk melancarkan bisnisnya. Contohnya importir, eksportir, investor dan yang lainnya.

Arbitrator dan Spekulan

Arbitrator adalah pihak ketiga pada sebuah perundingan yang bisa memaksakan suatu kesepatakan untuk mendapatkan keuntungan dengan memakai perbedaan harga. Sementara Spekulan adalah orang yang menspekulasikan perubahan dari nilai mata uang tertentu untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan atau fluktuasi harga umum.

Arbitrator serta spekulan melakukan tindakannya sendiri dan mereka tak punya kewajiban dalam meyani pembeli dan juga tak menjamin kelangsungan pasar.

Pialang

Adalah pihak yang bertugas untuk menjadi perantara di dalam pertemuan penawaran (penjual) dan permintaan (pembeli) atas harga sebuah mata uang tertentu. Pialang juga mempunyai akses dalam berkomunikasi dengan dealer dan juga bank di seluruh dunia.

Bank Sentral

Adalah pihak yang memiliki peran sebagai pengontrol pasar. Bank sentral juga berupaya dalam melaksanakan pengendalian mata uang, inflasi atau suku bunga. Bank sentral juga dapat melaksanakan pengendalikan kondisi ekonomi dengan cara memanfaatkan cadangan devisa.

Pemerintah

Dengan instrumen di berbagai negara, pemerintah ikut turun tangan dalam perdagangan valas. Tujuannya yaitu mencari keuntungan yang banyak dalam menambah pendapatan nasional dan membayar hutang luar negeri. Pendapatan dari pasar akan ditukarkan ke mata uang negara itu sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Valas

Kelebihannya :

  • Transaksi bisa dilaksanakan dalam waktu 24 jam.
  • Harga jual yang stabil kepada setiap mata uang yang ada (tidak mengalami penurunan drastis).
  • Biaya transaksi akan jauh lebih murah.
  • Penurunan atau kenaikan harga dalam mata uang dapat dijadikan keuntungan jika bisa mengambil kesempatan.
  • Daya beli investor akan melebihi jumlah modal yang ada.

Kekurangannya :

  • Resiko kurs pertukaran tidak dapat dipastikan serta susah untuk dipredisksi.
  • Sangat susah untuk dilakukan oleh masyarakat menengah ke bawah.
  • Asal negara akan menjadi pengaruh kesuksessan sebab adanya resiko yang timbul sebab campur tangan dari pemerintah dalam mata uang yang diperdagangkan.

Sekian ulasan tentang Pasar Valuta Asing yang lengkap, mulai dari pengertian hingga kelebihan dan kelemahannya. Semoga bermanfaat bagi anda semua dan dapat menambah pengetahuan dan wawasann anda.

Baca Juga :